Soekarno
Sepanjang kereta Bandung-Jogja didepanku ada gambar Soekarno dan tokoh-tokoh KAA. Soe-karno (bukan Soekar-no) begitulah memanggilnya. Soe (su) dalam bahasa Jawa artinya yang baik. Karno, sayakin ini dari nama Karna, tokoh wayang yang sakti ahli memanah setanding dengan Janaka (Arjuna), bahkan mungkin lebih mahir. Karna tokoh baik. Semenjak kecil dia dibuang untuk menutupi aib ibunya (kabarnya bahkan dia dilahirkan lewat telinga agar ibunya tetap ’suci’ - apa pula artinya neh). Lalu dia diasuh oleh pekathik, tukang pelihara kuda kerajaan. Begitulah Karna, tumbuh jadi orang baik (dia yang menolong memutus ari-ari Gatotkaca, sehingga sarung senjatanya masuk ke perut Gatot kecil itu). Saking menjunjung tinggi balas budi, maka dia memihak Kurawa saat perang Baratayuda. Itulah mungkin kenapa diberi Soe di depannya. Mungkin agar Karno kecil kelak menjadi Karno yang baik saat dewasa.
Soekarno didaulat sebagai bapak pendiri bangsa ini. Didaulat, karena sebenarnya yang berani merdeka hanyalah para pemuda. Soekarno dan kawan-kawannya ragu-ragu. Karena itulah mereka harus ‘diculik’ dan ‘dipaksa’ menyatakan kemerdekaan bangsa ini.
Karya terbesar Soekarno saya kira adalah Pancasila (saya yakin ide Pancasila itu dari banyak orang, tapi Soekarno lah yang merumuskannya). Waktu SD-SMP saya tidak peduli, tapi ya wajib menghafal. Waktu SMA-kuliah, saya muak karena P4. Tapi sekarang (ketika semakin tua) tiba-tiba saya kagum dengan Pancasila ini (ah, manusia memang sering bolak-balik hatinya). Ini dasar negara yang sangat filosofis. Sila pertama mendasari dan menjadi syarat terwujudnya sila kedua. Sila kedua mendasari wujudnya sila ketiga, dan seterusnya. Sangat filososfis dan fantastis. Sulit untuk dibolak-balik urutannya. Beginilah Pancasila :
-
PANCASILA
-
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
-
2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
-
3. Persatuan Indonesia
-
4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
-
5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Indonesia.
(sudah lama bunyi ini tak terdengar di telingaku)
Saya kagum, bahwa bapak-bapak (ibu juga?) pendiri bangsa ini begitu serius menyusun dasar negara. Lebih dahsyat lagi saat saya meresapi kalimat kemerdekaan : “Kami bangsa Indonesia, dengan ini menyatakan kemerdekaannya.” Luar biasa, suatu lompatan psikologis dari mental budak menjadi mental orang merdeka.
Sejujurnya saya kagum dengan Soekarno (belum tentu untuk dinastinya). Apalagi dengan ucapan dia ke Dubes Amerika dulu saat Amerika coba-coba intervensi politik dalam negeri : “Go to hell with your aid!”
Selamat ulang tahun Pancasila - 5 Juni 60 tahun lalu. Saya mulai mencintaimu…



Irul… Hari Lahirnya Pancasila itu tanggal 1 Juni 1945. (podo karo ultah-e ibukku). Kalau 5 Juni itu Hari Lingkungan Hidup bukan?
Comment by pipin — June 4, 2005 @ 11:40 am
Pancasila emang sakti, hingga kesaktiannya mampu memotivasi mental² bejat pejabat² negaranya untuk menumpuk harta korupsi hingga susah dilacak.
Pancasila … sekalilagi pancasila endonesa ….
Comment by Pembaca setia — June 5, 2005 @ 5:01 am
Soekarno memang seseorang yang luar biasa. Walaupun saya tidak tahu persis bagaimana sosoknya, saya tahu kalau dia sebenarnya orang yang cukup berkepribadian. Terbukti, ia tidak mau di-dekte oleh negara-negara adikuasa dan memilih keluar dari PBB. Indonesia sempat terpuruk, kala itu, tapi sesungguhnya ia merupakan tantangan bagi kita (bangsa ini) agar benar-benar merdeka, tidak dipengaruhi oleh negara asing.
Comment by Imponk — June 6, 2005 @ 9:22 am
pancasila apakah masih dasar negara kita? sila keempat apakah masih relevan dengan demokrasi langsung (bukan perwakilan)?
bagaimana kabarnya ekonomi pancasila setelah pak Mubyarto meninggal? (is there such a thing as pancasila economic?)
Comment by hendro — June 9, 2005 @ 9:28 am
Soekarno adalah pribadi yang unik
Comment by bim-bim — July 16, 2005 @ 8:19 am
dah obselete kali komenku ini :p ngomong ttg soekarno: ngomong ttg virtuoso [gila ni org bakatnya banyak banget plus flamboyan kelas dunia]. btw, ttg pancasila: yg kuingat cuma pancasila versi JOWO:
“pancasila”
1. gusti allah ora ono koncone
2. mbok serawung karo menungso, ojo kewan
3. dadi siji yok!
4. [waduh dowo rek …] –> mbok yo lung-tinulung
5. ndue duit, tuku lotre .. eh nyumbang mesjid hehe
Comment by arief — August 11, 2005 @ 9:17 am
sila ke-4: mbok yo rembukan ding …. :p
Comment by arief — August 11, 2005 @ 8:06 pm
iya nih gara2 sukarno tugas skulku jadi tambah banyak…. harus cerita masa kecilnya laagi.btw thanx a lot 4 this information
Comment by tia — September 15, 2005 @ 11:51 am
jl mawar merah.87
Comment by hari — February 14, 2007 @ 3:07 pm
halo, bolh mnta dokumenter pidato soekarno yang berapi - api ya, kalo ad tlng kirimn ke e-mail ku ya, soalnya aku suka sekali dengan pidatonya, terima kash.
Comment by iwan — June 30, 2007 @ 12:12 am
Tulisan anda bagus !!!, gini donk !!!
Comment by ahmed shahi kusuma — September 10, 2007 @ 6:50 am
pancasila abadi
Comment by hendri saputra — November 12, 2007 @ 7:42 am
pancasila jati diri bangsa….ia lahir dari intisari pribadi kita(manusia)….pancasila dalam diri kita…..
1.Jasmani
2.Rohani
3.Nafas
4.Urip
5.Tuhan
salah satu unsur dari 5 itu gak ada kita gak hidup.
salah satu sila dari PANCASILA dihapus,Indonesia HANCUR..GAK HIDUP…..
Comment by SUDARSONO — June 28, 2008 @ 5:52 am
waduh mas ga mau coment ah…kadang masih ga hapal aja sila2nya…hehehe malum wis sepuh..
Comment by unie — August 14, 2009 @ 4:39 pm
Ooh.. Anda baru tahu dan baru kagum ya, bahwa Pancasila itu sangat lengkap dan tak lekang oleh zaman ? Dan bahwa Soekarno itu satu-satunya pemimpin hebat yang berpikiran MAJU & BEBAS ? Kemana aja anda selama ini ? BTW, kita harus berpanutan pada Soekarno untuk menjadi orang Indonesia yang berkepribadian dan berprinsip !!!
Comment by hopper — September 6, 2009 @ 11:50 pm