Menjual Keheningan
Urusan jual-menjual, manusia memang ahlinya. Setiap bentuk ekstrim bisa dijual. Kecantikan dijual, tampang serem dijual. Warna-warni dijual, putih dijual. Mode dijual, ketelanjangan dijual. Hiruk-pikuk dijual, keheningan dijual.
Sambil memandang hamparan sawah hijau, lagi-lagi saya terpenjara selama 7 jam di dalam kereta menuju Jogja. Tak sampai seminggu saya kembali menuju kota yang sama. Tapi kali ini saya membawa senjata pembunuh kebosanan, sebuah MP3 player. Menikmati kembali nostalgia walkman 15 tahun lalu ternyata asyik juga. Pantas iPod demikian populer, karena benda sebesar 2 jari ini saja sudah bisa memberikan kegembiraan sejenak di perjalanan. Apalagi iPod yang kini bisa memuat 15.000 lagu dengan hardisk 60GB nya.
Sebentar lagi para pesaing iPod juga segera beredar. Siapa lagi kalau bukan ponsel ber mp3. (more…)


