Inspirasi Pagi


June 30, 2005

Pelangi di Mataku

Ada pelangi. Indah sekali.

Ini pemandangan istimewa. Rasanya baru kali ini melihat pelangi dari ketinggian awan. Serasa sedang terbang masuk ke dalam lingkarannya. Di atas nya awan putih kekuningan diterpa sinar matahari sore. Di bawah sana terhampar sawah, bukit-bukit kecil, dan.. ah.. danau waduk Jatiluhur. Indah.

Mencoba kembali penerbangan Jakarta-Bandung setelah jalan tol Cikampek-Padalarang dibuka. Ini jalan tol yang menghubungkan Jakarta-Bandung secara langsung. Seorang kenalan dari Jakarta bilang, “Rasanya dari Bandung sekarang seperti dari Bekasi..” Dan memang benar, perjalanan yang dulu 3-4 jam sekarang cukup 2 jam. Akibatnya jumlah penumpang naik kereta anjlok, pesawat terbang lebih tragis… terjun bebas. Pesawat ATR42 yang kunaiki hanya terisi kira-kira 12 penumpang dari kapasitas sekitar 48 kursi, padahal beberapa waktu lalu selalu penuh. Saya yakin, ini penerbangan rugi.

Kembali menikmati keindahan alam Parahyangan dari udara. Nun jauh di sana, jalan tol Cikampek-Padalarang tampak putih seperti ular yang sangat panjang. Di sebelahnya, rel kereta api beriku-liku mengikuti alur bukit. Ada kereta sedang merayap di atasnya. Di latar belakang tampak Gunung Tangkuban Perahu yang menjadi maskot Bandung. Dalam hati saya menggumam, … indah sekali naik pesawat terbang, jalan tol, kereta api. Indah sekali melihat hasil kreasi manusia.

Lalu teringat PT Dirgantara Indonesia, perusahaan pesawat terbang kita. Lalu teringat Soekarno yang dengan yakin mewasiatkan “negara ini negara kepulauan, bangsa ini harus bisa membuat kapal laut dan pesawat terbang”. Dan, ternyata kita telah di tepi-tepi dari mimpi itu. Ribuan sarjana yang dibiayai dengan hutan, ikan, dan minyak untuk menguasai ilmu-ilmu dari negara barat itu telah pulang. Telah lahir karya bangsa ini yang pantas dibanggakan, CN235 (salah satu pesawat militer paling laku), N250 (fly by wire). Kita satu-satunya negara di kawasan Asia -waktu itu- yang mampu membuat kapal terbang. Benar-benar mampu. Lalu… tiba-tiba semua itu runtuh dalam hempasan badai ekonomi. Bangsa ini kembali melarat, dan kembali papa. Bangsa ini kehilangan kebanggaan, padahal dia sudah di tepi-tepi mimpi itu. Bangsa ini kembali menjadi kuli-kuli.

Kita tidak menguasai elektronik, tidak juga manufaktur, tidak juga tambang, tidak juga IT. Sekarang pun menangkap ikan sudah kalah, bertanam padi pun sudah lelah. (Bangsa ini sebenarnya mempunyai keunggulan daya seni dan fitofarmasi/jamu… produknya diakui dunia.)

Perjalanan 20 menit ditutup dengan mendarat di lapangan udara Husein Bandung. Di sebelahnya berdiri gedung-gedung PTDI. Termangu. Tiba-tiba ada pelangi di mataku. Aku menangis.

Catatan :

Pada saat krisis ekonomi melanda Asia Tenggara, Korea Selatan adalah salah satu negara yang juga jatuh. Pada waktu itu pemerintah Korsel menggunakan dana pinjaman untuk membangkitkan industri elektronika dengan program membangun jaringan broadband di seluruh Korsel. Dana diberikan kepada industri elektronik strategis, dan produk-produk yang dihasilkannya dijual murah ke masyarakat sebagai proyek uji coba / test bed (CNET Special Report). Beberapa waktu kemudian Korsel tampil sebagai salah satu jawara teknologi CDMA2000 1x, dan berbagai peralatan elektronik lainnya. Setelah itu mereka mampu menghasilkan devisa dengan mengekspor teknologi tersebut ke luar negeri.

Di Indonesia, dana pinjaman digunakan untuk membersihkan got dan saluran air dengan program padat karya. Sisanya lenyap dalam euforia reformasi politik.

N250

” Aerospace and Maritime Technology must be developed as part of the national policy … “

Soekarno, Indonesia’s first President

 

teknosos - khairul @ 1:00 pm

2 Comments »

    Gravatar Image
  1. sedih juga memang lihat indonesia sekarang, banyak cobaan menimpa, mudah2an cobaan tsb memberdayakan kita semua. amiin

    Comment by ricky — July 1, 2005 @ 1:25 am

  2. Gravatar Image
  3. Apa jua yang terjadi adalah dari ketentuan ALLAH kita harus memperbaikinya dengan kembali kajalan yang benar lagi diredhai,hapuskanlah segala amalan2 yang dapat menjauhkan kita dari ALLAH dari yang sakecil2nya.Janganlah kekayaan dan kebendaan mengabui mata kita hingaa iman dan taqwa bisa tergadai.Mulai dari diri sendiri untok merobah nasib bangsa agar sedar bahawa apa pun adanya kita untok menjadi contoh dan idola pada orang lain.

    Comment by Budiarto — December 25, 2005 @ 4:09 am

Leave a comment



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here