Jurnalisme Ponsel
Kejadian bom di London diliput secara amatir oleh banyak pengguna ponsel berkamera. Kali ini para korban bahkan bisa berkontribusi mendokumentasikan kejadian, sesuatu yang kini makin berperan. Saat kejadian tsunami di Aceh beberapa waktu lalu berbagai foto dan video amatir telah menjadi bahan utama pemberitaan. Kini dengan makin bagusnya teknologi kamera di ponsel membuat jurnalisme dengan wartawan amatir makin populer.
Saat kejadian London bom London, Independent Television (ITV) mengirim SMS ke ratusan pelanggan terdaftarnya untuk mencari video kejadian tersebut. Video ponsel juga memegang peran penting saat area lokasi dibatasi dari kru TV karena alasan keamanan.
Perkembangan kamera dan video ponsel yang makin maju semakin berperan penting, misalnya di Korsel digunakan untuk menjebak penyuapan pejabat politik oleh kalangan bisnisman. Sudah lazim di Korsel penyuapan dilakukan di tempat umum dengan uang tunai dalam keranjang buah. Pemerintah Korsel memberikan hadiah bagi mereka yang mampu mengirimkan gambar-gambar bukti korupsi. Cara ini cukup berhasil, dan banyak yang mendapat hadiah.
Di Jakarta kini juga ada no SMS untuk memberitahukan mobil yang berasap. Sayangnya hal ini membuka peluang SMS liar penipuan informasi, misalnya dengan memberikan no mobil yang sebenarnya baik-baik saja. Bila diberi fasilitas foto tentu akan lebih akurat.
Era jurnalisme baru mulai hidup, seiring dengan perkembangan blog yang memunculkan mobile blog (moblog) dan video blog (vblog).


