Inspirasi Pagi


July 17, 2005

FavIcon

Maap nih, buat pemula seperti diriku. : )

Bosen dengan logo yang sama terus dari template blog yang free, akhirnya jadi penasaran pingin tahu caranya ganti apalah itu namanya icon ikon gambar logo foto photo atau apa tuh yang ada di dekat sampingnya alamat URL website weblog blog kita. (ditulis semuanya karena itulah keyword yang kupakai dan berkali-kali gagal menemukan apa yang kumaksud).

Ternyata namanya : Favicon ! (favorites icon)

Ah, kuno sekali diriku. Gitu aja susah nyarinya. Pernah lihat di salah satu teman planet.terasi.net , tapi lupa siapa ya? Lupa keywordnya. Akhirnya ketemu, ini gurunya, Jennifer Apple :

http://www.photoshopsupport.com/tutorials/jennifer/blog-templates.html
http://www.photoshopsupport.com/tutorials/jennifer/favicon.html
http://www.html-kit.com/favicon/

Dengan bekal seadanya itu akhirnya jadilah favicon. Problem muncul, ternyata blogsome tidak membolehkan file .ico untuk diupload. Akhirnya iseng ku upload dengan format .png , lalu urlnya kumasukkan saja apa adanya. Eh, bisa juga!

Asyik, sekarang ikonnya jadi beda.

Sekali lagi maap nih ‘basbang’. Namanya juga untuk pemula. Hehe…

Oh ya, favicon nya muncul kalau pakai firefox dan opera. kucoba pakai IE5 gak muncul (ternyata IE hanya baca .ico gak bisa .png). Makanya ganti browser aja… lagian fiveicon berguna kalau kita pakai browser multitab (banyak tab dalam satu window, yg gak ada di IE). :)

richlife - khairul @ 6:08 am

I start where the last man left off

I start where the last man left off
Thomas Alva Edison

Bahkan ilmuwan besar seperti Edison pun berusaha memanfaatkan hasil karya orang lain sebagai langkah awal riset dia. Jadi mengapa kita malu, takut, bahkan cukup bodoh dengan memulai penelitian mandiri?

Selama ini semua penelitian yang saya lakukan sama sekali tidak menyentuh informasi paten. Yang dilakukan hanya berbasis buku, jurnal, artikel, atau bahkan dengan berpikir keras mencari solusi sendiri. Ternyata hanya orang yang merasa diri super hero (baca: bodoh sekali) yang selalu bangga ketika kembali menemukan roda, alias “reinventing the wheel”. Orang lain sudah menemukan, alih-alih kita manfaatkan eh malah kita berusaha membuat sendiri untuk akhirnya menemukan… roda yang sama! Berapa banyak penelitian kita yang seperti itu? Banyak.

Sebabnya sederhana: belum tahu. Ini ibarat kita buta cara menggunakan search engine Google, sehingga tidak mampu melakukan studi awal dengan benar. Atau bisa menggunakan Google, tapi tidak tahu keyword apa yang perlu digunakan.

Mari kita kaji kembali petuah Ki Hajar Dewantara (anda masih kenal siapa beliau?). Ki hajar Dewantara yang mendirikan perguruan Taman Siswa di Jogja menekankan pentingnya sikap 3N : Niteni, Nirokke, Nambahi. Ini jelas bahasa Java. (more…)

teknobis, teknosos - khairul @ 1:47 am

Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here