Shalat khusyu’ itu mudah dan saaangat nikmat
(Mohon maaf kepada rekan-rekan di Planet Terasi, ini sangat personal jadi silahkan dilewatkan kalau sedang tidak dalam ‘pencarian spiritual yang sama’)
Shalat shubuhku kali ini ternyata berjalan 1 jam tanpa merasa lelah! Dan sepanjang shalat aku menangis. Saya yakin, yakin sekali, Anda juga akan merasakannya. Seperti juga telah dirasakan banyak orang yang mengikuti petunjuk sederhana ini.
Kemarin saya ke Gramedia untuk mencari buku-buku kata-kata mutiara dan buku Marwah Daud yang berjudul HMMD. Buku-buku kata mutiara sudah didapatkan, buku HMMD nya tidak ada. Sambil melihat-lihat buku best seller, mata saya menangkap judul yang tengah saya cari. Pelatihan Shalat Khusyu’. Buku relatif tipis dengan harga lumayan mahal, 50 ribu. Gambarnya orang sedang sholat di tepi danau, dengan nuansa sampul putih dan biru air. Ada cetakan emas tulisan “Best Seller” di sampulnya. Penulisnya Abu Sangkan, nama yang rasanya pernah dengar, entah dimana. Mungkin karena kata Sangkan Paraning Dumadi (Yang Dianggap -Sumber- Datangnya Kejadian), adalah sebutan bagi Allah dalam masyarakat Jawa. Ternyata nama Abu Sangkan karena dia punya anak dinamai Sangkan paraning Wisesa (sumber datangnya kebijaksanaan -mungkin begitu).
Buku itu saya baca sehabis Isya’ hingga larut malam. Selesai jam 11 malam. kalimat pertama yang mengesankan saya adalah komentar Marwah Daud, yang meyakini bahwa karunia terbesar dalam hidup ini bukanlah kakayaan dan jabatan, tapi adalah diberi karunia shalat yang khusyu’. Dia yakini ini berdasar surat Qur’an Surat Al Mukminun 1-2, “Telah beruntunglah orang-orang mukmin, yaitu mereka yang khusyu’ dalam sholatnya.”
Silahkan baca sendiri isi dan tipsnya, tulisan ini bukan tentang itu, tapi tentang pengalaman saya ketika shalat subuh tadi pagi.
Setiap Ramadhan saya merasa ketinggalan kereta. Demikian pula dengan kereta I’tikaf 10 hari terakhir. Lagi-lagi luput, tiba-tiba sudah malam ke 22. Maka saya niatkan untuk tahajud dengan menerapkan metode sederhana sholat khusyu’.
Gagal. Saya bangun dengan malas sehingga sahur selesai saat masuk imsak. Ketika ambil wudlu, ternyata sudah masuk subuh. Akhirnya saya mencoba menerapkannya pada sholat sunnah sebelum saya ke masjid (baru hari ini pingin ke masjid, biasanya malas). Niat saya shalat sunnah di rumah, lalu segera ke masjid.
Gagal juga! Shalat sunnah saya terlalu lama sehingga (sambil masih shalat) terdengar masjid sudah memulai shubuhnya. Ya sudah saya lanjutkan terus sunnah saya. Pelan-pelan. Sambil sangat rileks, seperti tips dalam buku itu. Subhanallah! Shalat sunnah ini begitu enaknya, hingga lama seperti seakan shalat wajib. Shalatnya terganggu ketika ponsel berbunyi karena ada SMS masuk. Bunyi terus-menerus mengingatkan saya bahwa ada message yang belum dibaca. Duh, kesal rasanya hati harus mempercepat shalat hanya untuk mematikan handphone.
Lalu saya mulai shalat shubuh. Dengan sedikit kurang yakin bahwa akan mendapat kenikmatan seperti shalat sunnah tadi. Saya menyantaikan diri. Rileks. Satu prinsip utama dalam kiat buku itu adalah, jangan ‘mencari’ khusyu’, cukup siapkan diri untuk ‘menerima’ khusyu’ itu, karena khusyu’ bukan kita ciptakan tapi ‘diberi langsung’ oleh Allah sebagai hadiah nikmat kita menemuiNya. Tips yang sangat sederhana, tapi ini bagi saya adalah lompatan paradigma!
Maka saya bersikap rileks. Kepala hingga pinggang dikendorkan, jatuh laksana kain basah yang dipegang ujungnya dari atas. Berat badan mengumpul di kaki yang kemudian serasa keluar akarnya, mengakar ke bumi. Berdiri santai, senyaman kita berdiri. Abu Sangkan menggambarkan laksana pohon cemara, meluruh atasnya, kokoh akarnya sehingga luwes tertiup angin namun tak roboh.
Bersikap rileks menyiapkan diri kita untuk siap ‘menerima’ karunia khusyu’, karena khusyu’ itu diberi bukan kita ciptakan.
Lalu saya mulai bertakbir, Allahu Akbar. Dan selanjutnya saya baca dengan pelan-pelan. Karena bacaan shubuh harus diucapkan agak keras, maka saya rendahkan suara saya. Pelan sesuai tips buku itu, rendah suara karena -jujur- saya agak malu kalau suara saya terdengar istri saya yang sedang tiduran. Rasanya seperti baru belajar sholat lagi. Saya berdiri lama, banyak berhenti kalau memang sedang tidak ingin baca. Saya meresapi kesendirian dan berusaha menangkap kehadiran Tuhan yang sesungguhnya amat dekat dengan kita, namun kita tumpul untuk merasakannya. Saya sedang menemuiNya sekarang. Saya, ruh saya tepatnya. Badan fisik ini hanyalah alat yang mengantar ruh ini berjumpa kembali dengan yang dicintainya, ialah Allah yang meniupkan ruh ini dahulu ke dalam badan fisik.
Break sebentar. Pernah sholat di belakang imam yang ‘ngebut’ sholatnya? Saya pernah, dan jujur saya kesal. Baru mau selesai Al Fatihah, eh dia sudah ruku’. Saya mau ruku’ eh dia sudah berdiri I’tidal. Dan seterusnya. Saya kesal karena irama kecepatan sholat kami berbeda. Dia - menurut saya- terlalu cepat.
Ternyata demikian halnya dengan sholat kita sendiri. Ketika kita sholat, selain badan fisik kita ini sholat pula ruh kita. Ruh inilah yang benar-benar ingin sholat -kembali menemui Tuhannya- sementara badan fisik ini sarana kita mengantarnya dengan gerakan dan bacaan. Ruh kita ini sesungguhnya ingin sholat dengan tenang, santai, tuma’ninah. Sayangnya badan kita ‘ngebut’, jadilah ruh kita itu jengkel sejengkel-jengkelnya karena selalu ketinggalan gerakan badan. Maka tips sederhana dari buku itu adalah jika ruku’, tunggu, tunggu hingga ruh ikut mantap dalam ruku’ itu. Saat I’tidal, tunggu, tunggu hingga ruh mu ikut mantap I’tidal. Demikian pula saat sujud, duduk antara dua sujud, juga duduk tasyahud. Tunggu, tunggu hingg ruh mu ikut sujud, ikut duduk, ikut tasyahud.
Berikan kesempatan ruh kita -sebut saja “aku” yang sejati- untuk mengambil sikap sholatnya. Dia agak lamban, namun sholat ini utamanya untuk ‘aku” kita itu, bukan untuk badan fisik kita.
Maka saya shalat dengan sangat pelan. Santai. kalau sedang malas baca, saya diam saja. menikmati kepasrahan saya hadir menemui Tuhan. Saya baca bacaan sholat dengan pelan. Saya mencoba berdialog, dan itulah memang esensi sholat.
Esensi sholat adalah doa, berdialog dengan Allah secara langsung.
Kita sebenarnya diberi kesempatan untuk mengadu. Kita adukan semua persoalan kita kepada Allah. Kita adukan semua kebingungan kita, pekerjaan, rizki, kesehatan, cinta, dan semua apapun. Kita mengadu, dan kita pasrah menunggu dijawab. Dan pasti Allah menjawabnya langsung. Ruh bisa merasakannya, namun kalau dia dipaksa tertinggal-tinggal oleh gerakan badan, maka dia tidak sempat menikmati pertemuan dengan Allah itu.
Saat ruku’ saya ruku’ lama, sambil menarik regang kaki dan punggung saya. Nikmati saja seperti menikmati peregangan bila senam. Saat sujud, saya tumpukan kepala sebagai tumpuan utama. Nikmat rasanya ‘terpijat’ dahi ini oleh gerak sujud. Saat ruh telah ikut sujud, saya baca dengan penghayatan, “Subhana robbiyal a’laa wa bi hamdih” (Maha Suci Engkau yang Maha Tinggi dan Maha Terpuji). Rasanya nikmat sekali sujud lama.
Lalu, lalu saya duduk setelah sujud. Saya baca sepotong-sepotong bacaannya, sesuai tips buku itu. Robbighfirlii (Ya Tuhan ampunilah aku). Lalu saya diam. Tiba-tiba keluar sendiri air mata, saya menangis karena menyadari betapa dalam makna kalimat pengaduan ini. Kita minta secara langsung untuk dimaafkan . Ruh kita meminta secara langsung, dan Allah menjawabnya. Saya menangis. Ruh saya, kita yang sejati, menangis. War hamnii (dan sayangilah aku), air mata itupun tumpah. Wajburnii. Diam. War fa’nii. Diam. Saya tak terlalu yakin arti yang saya baca. Tapi saya makin menangis. Warzuqnii (beri rizki padaku -Ya Allah), air mata saya tumpah, betul-betul saya tiba-tiba sadar bahwa selama ini saya mengejar-ngejar rizki tapi tidak serius mengakui itu dariNya, lalu saat ini saya sedang memintanya langsung! Wahdinii (tunjukilah aku -karena aku sedang bingung dan tak tahu). Diam, saya menangis. Wa’aafinii (dan sehatkan aku -aku yang sedang sakit pilek). Wa’fuannii (dan maafkan aku- yang banyak dosa ini). Saya duduk lama sekali. Sambil mengusap air mata yang bercucuran.
Shalat shubuh dua rakaat ini panjang. Ditutup dengan tasyahud yang menggetarkan. Apalagi ketika membaca “Assalaamu’alainaa wa ‘alaa ibaadillahisshoolihiin” (keselamatan mohon dikaruniakan kepada kami -para ruh yang sedang menemuiMu- dan atas ruh-ruh ahli-ahli ibadah yang sholih). Saya menangis terus-menerus, sehingga berulang kali mengusap lendir yang keluar dari hidung.
Setelah shalat, sesuai dengan tips buku itu, saya mulai berdoa dengan meratap. Saya ucapkan hanya, “Ya Allah… Ya Allah… Ya Allah…”, sambil mengangkat tangan setinggi wajah seperti seorang pengemis yang meminta-minta. Berkali-kali, hingga hati saya siap berdoa. Saya ingat buku Al Ghazali dulu saya baca, sekitar 15 tahun lalu, yang berjudul Rahasia Shalat. Salah satu poin yang saya ingat adalah, kalau kita ingin dekat Allah maka kita harus sungguh-sungguh memanggilnya laksana seorang anak kecil yang ketakutan karena ada ular atau bahya, lalu memanggil-manggil ayahnya, “Ayah… Ayah… Ayah…”, maka ayahnya pasti datang dengan seruan itu dan melindungi anak tersebut. Demikianlah kalau kita ingin bebas dari maksiat, kata Al Ghazali, maka kita harus panggil dengan betul-betul ketakutan akan maksiat tersebut, kita panggil pelindung kita dengan sungguh-sungguh seakan anak kecil memanggil-manggil ayahnya, maka akan dilindungi kita dari maksiat tersebut.
Lalu saya berdoa, dengan masih terus menangis. Saya merasa mengadu dan masih mengadu di depan Tuhan secara langsung. Saya mengikhlaskan apapun jawaban dari doa saya tersebut.
Saya bahagia bisa merasakan sholat seperti itu. Tidak akan tergantikan dengan uang dan kemewahan dunia lainnya.
Sungguh pengalaman yang menakjubkan. Cerita berhalaman-halaman tidak akan mampu melukiskan hal itu. Silahkan coba sendiri, rasakan sendiri, menagislah mengadu kepada Allah sendiri. Saya cuman mau berbagi cerita, dengan kekahwatiran saya kehilangan rasa yang sama di sholat berikutnya (insya Allah mudah-mudahan tidak akan hilang).
Problem yang sekarang muncul, tampaknya akan sulit lagi saya menikmati sholat kilat, di belakang imam yang irama sholatnya lebih cepat dari saya. Apakah saya perlu sholat sendiri dulu beberapa waktu ini?
Buku itu berjudul Pelatihan Shalat Khusyu’ : Shalat sebagai meditasi tertinggi dalam Islam. Abu Sangkan, Penerbit Baitul Ihsan (masjidnya Bank Indonesia), cetakan kelima Mei 2005 (cetakan pertamanya Agustus 2004). Websitenya : www.dzikrullah.com



Subhanallah!
tapi.. bisa jadi nanti ada yg komentar, shalat macam begini “nggak ada contohnya” hehehe.. (nggak lucu). Buat saya hubungan khalik-mahluk sangat personal.. jadi sangat baik sekali jika makin banyak orang yg mencari esensi hubungan tersebut, alih2 mengatai orang lain sesat karena orang lain itu berani meretas jalannya sendiri dalam menggapai gusti allah..
Comment by Sholeh — October 26, 2005 @ 4:35 am
Gak susah2 amat kok.
1. berdiri dengan posisi yang nyaman.
2. baca setiap ayat dengan benar, jangan terlalu cepat.
3. fokus pikiran hanya ke sholat.
Kalo bisa nanti badan kita juga akan berasa lebih sehat, efek samping yang bagus.
Comment by andriansah — October 26, 2005 @ 6:35 am
hm.. jadi kepingin..
–budiw
Comment by budiw — October 26, 2005 @ 6:52 am
makasih tipsnya mas…
akan saya coba…
Comment by didats — October 26, 2005 @ 7:19 am
subhanallah!
intinya adalah: thuma’ninah dalam ruku’, i’tidal, sujud, dan saat duduk (diantara dua sujud dan duduk akhir). salah satu riwayat atau hadits (saya lupa) menyatakan, ketika beliau saw sholat dalam empat bagian yang disebut diatas “seolah-olah beliau saw lupa”.
thuma’ninah inilah bagian tersulit dalam sholat khusuk untuk orang-orang awam (mungkin, seperti kita.)
sebab kebanyakan kita berpikir bahwa panjangnya bacaan adalah ukuran setiap gerakan. padahal dalam gerakan ruku’, sujud, dan i’tidal bacaannya sedemikian ringkas, namun sekali lagi, …”seolah-olah beliau saw lupa”
wallahualam.
Comment by fp — October 26, 2005 @ 11:32 am
phew!! bolak balik nyoba blom bisa juga!! kyknya mesti hunting bukunya juga neh, mudah2an masih ada, thx bgds bwt postingannya, such a valuable info…
Comment by mbelienkz — November 1, 2005 @ 7:39 am
Subhanallah…..
Jika kita resapi dan kita praktekkan memang benar adanya. Insya Allah Anda juga merasakan kenikmatan yang sungguh luar biasa.
Jangan putus asa. konsentrasi dan yakin !!! Itu intinya.
Wallahu’alam
Comment by imam — November 7, 2005 @ 9:59 am
Subhanallah. teman dekat saya juga merekomendasikan untuk membeli buku ini dan yang ke dua adalah anda. Insya Allah saya akan beli buku ini secepatnya dan kubawa ke tanah suci untuk menyempurnakan ibadahku di sana.
Comment by Andra — November 11, 2005 @ 2:05 am
saya tidak pernah tau&baca buku itu..tp saya jg merasakan solat itu anugrah dlm hidup setelah bisa solat dengan rileks.Solat nabi jauh dari terburu2.Dan pelannya jg bukan karena dibuat2.Bagi saya solat itu seperti jam istirahat ditengah persoalan hidup sehari-hari.Kapan lagi bisa ga perlu nguatirin sgala macem beban kecuali saat brhadapan dg sang Pencipta sgalanya.Apa yang mau dikuatirkan lagi, jangankan hidup dan segala bebannya, matipun sudah kita pasrahkan.Saya jadi betah berlama-lama dalam gerakan dan bacaan.Dan sungguh tidak perlu dibuat-buat,atau konsentrasi setengah mati yg justru kadang memberatkan dan sulit bagi kebanyakan orang.Kini, solat bersama imam yg dulu terasa lambat jadi terasa terlalu cepat
Mungkin buku ini perlu sekali dibaca sebab harusnya kita memang mendapatkan nikmat dalam solat,jangan malah menjadikan dia sebagai kwajiban terlebih lagi beban.Sungguh sayang.
Comment by aminvsky — November 15, 2005 @ 11:37 pm
saya juga ingin shalat seperti itu, sehingga shalat tidak menjadi suatu beban kepada saya yang akhirnya banyak orang yang mendirikan aliran sesat karena tak merasakan shalat itu seperti apa!!!!
Comment by sidik — November 16, 2005 @ 5:13 am
baca blog ini ketika seorang teman bertanya bagaimana caranya supaya dekat dengan Allah, karena akhir-akhir ini merasa jauh. akhirnya mengetik judul buku yang baru selesai saya baca dan masih saya praktekkan (dan belum berhasil juga!). muncul blog ini. saya minta dia baca, blom apa2 dia udah nangis dulu..
juga sudah semakin terasa bahwa sholat itu ‘refreshing’..
sekarang saya juga semakin penasaran kenapa saya masih blom bisa ‘menerima’ khusuk.. yang jelas dah terasa sebelnya kalo jadi makmum imam yang ngebut
thx for sharing this with us
Comment by emma — November 23, 2005 @ 7:16 am
jd terharu n tergetar juga bacanya. saya pernah nangis pas sholat idul fitri 1 th yg lalu, tp ga tau kenapa. tiba2 air mata keluar sendiri. pengen juga merasakan shalat yg khusyu
Comment by Anonymous — November 24, 2005 @ 4:52 am
aq terharu bgt pas yg bacaan duduk antara dua sujud itu. robighfirli..warhamni..dst. aq jg pernah sholat sampai nangis gitu. dan aq jg mikir bisa ga ya pertahanin sholat yang didirikan sepenuh hati?
Comment by annie — November 24, 2005 @ 5:28 am
bagus juga tipsnya. sebelumnya kdg2 aku juga sering telat2 tapi sekarang jadi rindu karna dapat jadi obat hati yang ga di ragukan kasiatnya!tapi jamaah harus selalu di usahakan biar umat islam bersatu.Thanks!!
Comment by santi — November 30, 2005 @ 5:53 am
Hmm begitu menggetarkan kalbu ini baru dengan hanya membaca tulisan dlm blog di atas, shalat yg terlihat sederhana dlm gerak dan ucapan namun mampu menjadi sebagai pengobat hati dan melepaskan kerinduan kpda sang pencipta.
saya yakin buku itu sangat meyentuh jk kt membacanya, krn dgn tips2 sederhana namun luar biasa efeknya… InsyAllah.
saya pernah membaca sebuah buku dgn judul “mencinta yang di cinta” buku itu membahas bagaimana ibadah2 yg kt lakukan itu dapat di nikmati dgn sesungguh hati jd kt tdk merasakan beban dlm menjalaninya, termasuk disitu pembahsan tentang ibadah salat itu sendiri… yg dikatakan bahwa “ibadah merupakan suatu perbuatan yg kt lakukan bkn krna itu sdah menjadi suatu kewajiban kepada Allah, tetapi ibadah hanyalah merupakan bentuk rasa syukur kita kepada Allah” saya pikir dgn adanya buku ini insyAllah saya akan bs menikmati ibadah salat sehari2 Amien..
Comment by El - fasi — December 1, 2005 @ 8:02 am
sholat ini mementingkan imajinasi………… setan yg memberikan kekhusyu’an
Comment by anton pribadi — December 23, 2005 @ 2:06 am
Kesebatian dalam sholat itu yang membuat mereka2 yang melakukanya merasa enak seperti man yang dicoretkan ingatilah aku ketika kamu sedang dudok,berjalan berbaring atau berdiri 2 in 1
Comment by Budiarto — December 25, 2005 @ 4:53 am
Subhanallah, saya memiliki pengalaman yg 90% sama dengan khairul. Sudah saya praktekkan beberapa Minggu ini. Shalat khusyuk pasti gagal jika dalam hati kita masih mengenang kesenangan tubh yg pernah kita lakukan Misalnya hubungan sex, menang dalam persaingan, gambar porno de-el-el. Shalat juga akan gagal jika dalam hati kita masih merekam dendam atau marah pada saat hendak shalat. Semua masalah harus kita serahkan semua pada Allah… Jadi siapkan diri dulu 3 menitan sampai kita nggak punya simpanan kesenangan badani, dan nggak ada rasa dendam, kita mohon ampun semua kelemahan diri..psarahkan..pasrahkan… baru takbiratul ihram.
Insya Allah berhasil…
Amiin
Comment by ummat_spt_yg_lain — December 27, 2005 @ 6:17 am
Irul…terharu banget baca pengalaman sholat anda..Suamiku sampai hari ini masih mendorong-dorong aku untuk ikut pelatihan sholat khusu’, mungkin karena lihat aku kalo sholat suka ngrusak-ngrusuk kesusu-susu…(suamiku pernah ikut, katanya bagus sekali, dan alhamdulillah dia saat ini bisa lebih menikmati sholatnya) Sepertinya trainer pelatihan itu yang menulis buku tersebut…
aku akan berlatih untuk bisa “menerima” khusu’, sehingga sholat bukanlah sekedar kewajiban yang “harus” dilaksanakan…
Comment by lelita — December 31, 2005 @ 4:59 am
aku berumur 19 th, sampai saat ini aku belum juga mendapatkan tuma’ninah dalam sholat, apakah semua itu berawal dari pikiran aku yang terlalu banyak kali yaaa…
Comment by ike — January 17, 2006 @ 3:24 am
pengalaman ruhani itu sangat individual dan unik. tidak perlu kecewa jika tidak ‘mengalami’ hal yg sama dg orang lain. ALLAH maha tau apa yg terbaik untuk kita.
Comment by fshoi — February 7, 2006 @ 4:04 am
Subhanallah, semoga semakin banyak orang yang merasakan nikmatnya sholat.
Comment by Deden Hendra — February 7, 2006 @ 4:08 am
impressed experience, i wish i could like that, Ya Allah please give me a gift, an experience like the writer of this article
Comment by Zawawi — February 7, 2006 @ 4:27 am
saya sudah baca bukunya juga, dan mengalami perasaan yg sama namun sekarang agak sulit mengulanginya kembali
Comment by davs — February 7, 2006 @ 5:09 am
hasil apapun tiap orang akan berbeda, walau sumbernya sama jadi nikmatilah dan berusahalah, dengan bahasa sederhana orang akan menangis, di lain pihak banyak orang masih mencari” lha cuman kaya gitu aja, aku sich uda lewat” itulah rahasi Allah dalam menuntun umatnya, jangan berusaha sama atau menyama-nyamakan nikmati dan berusaha mintalah dengan jangan berputus asa
Comment by edi — February 7, 2006 @ 5:45 am
apa yang di rasakan itu hidayah apa yang ditunjukan itu pun hidayah, jadi kita tidak akan pernah dapat mengulang pengalaman yang dirasa, kecuali dengan hidayahnya, jadi jangan berharap pengulangan dan pengolahan diri tapi pasrahkan padanya untuk membuat semua terjadi
Comment by edi — February 7, 2006 @ 5:53 am
Alhamdulillah, sudah ada yang dapat melatihnya sendiri tanpa bimbingan sang penyusun. Silakan hadir di Kajian Sholat Khusyu’ setiap minggu ke-3 tiap bulan di Masjid BI ba’da dzuhur sampai lk pk 05 sore. Tanpa dipungut bayaran.
Insya Allah lebih mudah dan bermanfaat.
Comment by Ewien — February 7, 2006 @ 6:30 am
Buku yang bagus. Pengalaman yang sama pernah saya alami sebelumnya…sayang setelah, saya belum bisa merasakannya lagi. Rindu..Pengen ngrasain lagi…
Comment by Yoyok — February 7, 2006 @ 7:08 am
Subhnallah. Sebuah pengalaman luar biasa dapat menikmati shalat khusu dengan linangan air mata yang tiada henti. 10 tahun yang lalu, saya pernah mengalami hal serupa, shalat khusus, mencucurkan air mata ketika shalat tanpa disuruh atau diperintah. Sungguh merupakan kenikmatan yang luar biasa, tak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Satu doa saya yang terucap saat itu, jangan sampai kenikmatan yang luar biasa ini meninggalkan diri saya. Waktu berselang, aktifitas berbeda, lambat laun kenikmatan itu terkikis seperti pasir yang terbawa air banjir dan menjadi gersang. Sekarang saya sedang berusaha semaksimal mungkin dengan segala daya upaya untuk kembali meraih dan menikmati pengalaman-pengalaman batin yang tiada tara. Ya Allah, berikanlah petunjuk, bimbinglah saya ke jalanmu sehingga aku dapat melaksanakan shalat secara khusu’ sambil mengumandangkan asmamu Ya Allah…..
Comment by Ade Asep Syarifuddin — February 7, 2006 @ 8:23 am
Subhanallah………saya juga pernah mengalaminya,dan terus utk tetap mencari keridloan Allah dalam sholat.
Comment by Hafidz — February 7, 2006 @ 10:29 am
Subhanallah. Ya Allah, karuniakan juga kesaksian kepada kami semua akan nikmatnya sholat khusyuk yang membuka jalan untuk keberuntungan. Amien
Comment by Budi Hikmat — February 8, 2006 @ 1:03 am
“Telah beruntunglah orang-orang mukmin, yaitu mereka yang khusyu’ dalam sholatnya.”
Comment by ben — February 8, 2006 @ 4:39 am
Sholat model begini memang lama sekali. Minimal setengah jam. Lalu bagaimana kalo berjamaah ? padahal shalat jamaah di mesjid itu kan untuk laki2 wajib kalo tidak ada alasan yang syar’i. Lalu mana yang harus kita dahulukan khusyu’ atau shalat jamaah ? Atau adakah model khusyu yang lain, misalkan relatif cepat tapi khusyu’? Atau musti cari imam seperti Rasulullah shalatnya ?
Comment by oktovan — February 8, 2006 @ 8:39 am
Mas Oktovan, baru semangat ikutan HT ya?
Comment by benu — February 8, 2006 @ 1:05 pm
Sholat khusyu seperti ini dambaaan saya, namun sampai saat ini saya belum diberikan oleh Allah untuk sholat khusyu, next Insya Allah sholatnya bisa lebih baik and khusyu.
Comment by wawan s rachmat — February 8, 2006 @ 11:56 pm
Sholat khusyu’ yang dijelaskan dalam buku dan sharing pengalaman pribadi Anda sangat tepat dalam menggambarkan kehusyu’an sholat itu. Namun ketika saya mengikuti pelatihannya secara langsung baru-baru ini di sebuah hotel di Kemang, Jakarta, hati saya merasakan antiklimaks…,
kecewa…, kecewa…!! Ya, kecewa terhadap hal-hal yang disampaikan trainer atau pelatihnya itu sendiri. Gambaran bahwa khusyu’ itu diberi oleh Allah itu tidak terlihat, malah yang terlihat adalah sang trainer memperlihatkan ‘aku’nya dan dengan kekuatannya menyalurkan gelombang khusyu’ kepada peserta pelatihan… Sungguh sangat disayangkan…
Comment by ilham — February 9, 2006 @ 5:11 am
sebuah pengalaman yang bagus, karena itu yang didambakan dari sebuah sholat (mencapai sholat khusyu - berdialog dgn Sang Pencipta). setelah anda merasakan ini apakah anda menjadi enggan mendatangi masjid untuk berjamaah? Bukankah berjamaah wajib hukumnya? Mohon bagi tipsnya? kirim ke my e-mail setya_js@telkom.net
Comment by Koko — February 9, 2006 @ 12:40 pm
hebat… baru baca bukunya bapak sudah bisa menerapkan.
terus terang saya juga baca buku itu, tapi ngga bisa juga khusyu’. baru setelah saya ikut pelatihan sholat khusyu tiap minggu yg saya dpt dr alamat2 di halaman terakhir buku itu, baru saya bisa melaksanakan sholat khusyu’. dan memang benar sholat khusyu’ itu ternyata SANGAT MUDAH DAN SANGAT NIKMAT. Siapapun bisa melakukannya. Dan jika terus kita lakukan, sholat dengan khusyu, maka Allah akan memberikan kepahaman kepada kita tentang ayat2-Nya. Al Qur’an menjadi begitu menarik dan kita akan sangat merindukan sholat, sehingga kita jadi begitu mencintai masjid, mencintai ibadah2 yg diperintahkan, bahkan semua yg kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari jadi bernilai ibadah. Kita bahkan bisa menangis ketika makan, karena ingat bhw betapa sayangnya Allah kpd kita dengan memberi kita makan. Ketika bekerja, tidak lagi semata2 cari duit, tapi semua jd diniatkan krn Allah. Seolah2 akhirat tampak di depan kita. dan hebatnya lagi kita dijaga dari perbuatan maksiat. Tidak ada keinginan untuk berbuat maksiat, yg ada hanya ingin bersama Allah setiap saat. Kita bisa khusyu ngga hanya dalam sholat saja, tapi bisa setiap saat dalam hidup kita. Nah, inilah yg berat. Tapi dengan latihan terus menerus dan pasrah minta ke Allah agar diberi khyusyu, maka insyaAllah kita bisa melakukannya. Silahkan dipraktekkan jika anda tertarik. Jika tidak, silahkan dilewati saja. Ini hanya sharing. Saya sudah buktikan sendiri.
Comment by luthfiyah — February 10, 2006 @ 1:10 am
Masya Allah…..
Sebuah pengalaman spiritual yg mengesankan. Alangkah lebih utama jika ke-khusyu’an dalam sholat itu dibawa sampai sholat fardlu BERJAMA’AH. Apalagi bisa menjadi IMAM dalam sholat berjama’ah tersebut.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA dari Rasulullah, beliau bersabda:
“Barangsiapa mendengar seruan adzan sedang tidak ada uzdur yg menghalanginya mengikuti sholat berjama’ah maka tidak sah sholat yg dilakukan sendirian” Mereka berkata: “Apa itu uzdur?” Rasul menjawab:”Rasa takut (tidak aman) atau sakit”
Dalam Al-qur’an telah disebutkan :
“Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan ” (QS.1:5)
Kata ‘kami’ berarti jamak, dan Al-qur’an tidak pernah menyebutkan “Hanya Engkaulah yang aku sembah dan hanya kepada Engkaulah aku mohon pertolongan”
Wallahualam
Comment by Suprayogi — February 10, 2006 @ 4:06 am
Allahu Akbar……
Maha besar Allah dari segala apa pun juga……
Man Arafa Nafsahu, Faqod Arafa Rabbahu….Selamat menjadi Insan Kamil Mukamil…The end is Innalillahi Wa inna lillahi rojiun. Wassalam
Comment by Arief — February 10, 2006 @ 4:32 am
baca buku itu aja aku udah nangis duluan…
Comment by topanred — February 10, 2006 @ 6:08 am
Saya baru beli bukunya dan baru baca sekitar 10% awal jadi belum merasakan khusyu. Karena merasa lebih meresap kalau mengikuti pelatihannya, akhirnya ketemu blog ini. Terima kasih atas tulisan abu Khairul diatas. Semoga kita dapat selalu merasakan khusyu dalam shalat kita.
Comment by tedi — February 10, 2006 @ 7:24 am
Saya akhir-akhir ini lagi mencari-cari ttg bgmn shalat khusu…bgmn shalat tahajud..dsb setelah terlalu banyak larut dlm angan-angan duniawi
Alhamdulillah…saya temukan, lebih tepatnya diberi petunjuk , kiat-kiat shalat khusyu…
Seperti yang udah disinggung teman2 yang lain, bagaimana halnya dg mendapatkan khusu’ di shalat berjamaah??
Comment by jaka — February 17, 2006 @ 10:07 am
subhanallooh.
bersyukurlah anda telah mendapatkan sebagian dari arti sholat yang khusuk. dalam surat al mukminun diterangkan bahwa sgholat yangh khusuk adalah ……… bayak kriterianya yang mungkin sekali banyak juga yang kita tinggalkan. antara lain. menolong sanak keluarga yang butuh pertolongan menjaga syahwat dan lain - lain.
terima kasih .
Comment by teguh — February 18, 2006 @ 12:56 am
Setuju. Pernah beberapa kali ngalamin yang kayak gini.
Terutama kalo sholat malem (tahajjud). Beberapa kali juga sholat jum’at. Cuman sulitnya ga bisa tiap saat bisa dapet sholat yang kayak gini. Klo lagi bisa, rasanya ga pengin brenti. Dunia rasanya ga ada artinya.
Wah.. klo ada bukunya, jadi pengin beli. Biar bisa tiap saat dapet sholat khusyu’.
Comment by Yusuf H — February 20, 2006 @ 1:31 am
kl pengen sholat khusuk, cobalah mulai dari tahajud dulu.Insya Allah pd wkt mlm hari kita lebih tenang,rileks dan fokus ‘bertatap muka’ dg Allah.
Comment by Rishad — March 1, 2006 @ 7:43 am
Saya juga sudah membeli bukunya dan mempelajarinya…Saya mencoba mengikuti dengan merilekskan tubuh seperti di dalam buku, setelah itu mulai sholat rasanya…Sholat terasa cepat berlalu…Setiap ruku dan sujud saya berusaha untuk menumpahkan semua merasakan aliran darah yang mengalir …Alhamdulillah rasanya segar sekali …
Ada pelatihan bulan rutin di Mesjid Baitul Ihsan Bank Indonesia…http://prayudy.multiply.com/calendar/item/10001
Comment by Prayudy W — March 1, 2006 @ 10:38 am
Alhamdulillah rekan kita sdh dapat menikmati indahnya dialog langsung dengan Allah maksudnya ruhnya sholad sudah didapat, kalau syaran bagi rekan yg belum khusuk coba sebelum sholad tenangkan dulu dan yakini bahwa kita benar-benar menghadap Allah (bagi yg sdh haji datangkan seolah-olah Ka’bah didepan kita), setelah tenang pikiran kita baru niat sholad dan takbir…., bacaansholat di cernah maknanya dan khusus unt Surat Alfateha direnungkan tiap ayat dimaknahi serta dihayati….dan syukur bacaan lainya juga sama….insyaAllah akan didapatkan ruhnya sholat….selamat mencoba
Comment by M Wakhid — March 8, 2006 @ 1:52 am
sy juga merasakan sprt yang dialami anda, hatta bila membaca penulisanmu,hati begitu tesentuh dan air mata memenuhi ruang kelopak mata. alhamdulillah..sy pun telah ditakdirkan bertemu buku latihan khusyuk solat di kedai buku fajar ilmu baru,kuala lumpur dan mendapat nikmat yg sama sprt anda.Jiwa jadi tenteram sejak allah mempertemukan saya dengan buku ini dan mengetahui ttg sang aku dan kaedah utk khusyuk dlm solat.Ingin sekali saya bertemu dan menuntut latihan ini dr abu sangkan..malangnya jauh. Moga pembaca di malaysia juga dpt manafaatnya dan ilmu tersebar boleh menyatukan umat islam di seluruh dunia.
Comment by yang — March 13, 2006 @ 12:11 am
Sangat sangat terkesan atas tulisan bapak semoga saya sudah mencobanya meski belum sebaik bapak * terimakasihatas info bapak kita tak ingin lepas dari rahmatNYA dan jadi tak mungkin lepas dari tangan-tangan Alloh SWT dan selalu rindu akan kebesaran dzat dan keagungan beliau yang tiada tara.
Comment by Santoso — April 8, 2006 @ 2:50 am
membaca terjemahan bacaan diantara dua sujud, yang mas tulis, saya gemetar dan tiba-tiba menitihkan air mata.
subhanallah !!!
Comment by Arif hamba Allah — April 11, 2006 @ 3:10 am
alhamdulillah, pak khoirul bisa khusyu’ tanpa ikut pelatihan dari abu sangkan. Saran saya ada buku abu sangkan sebelumnya yaitu BERGURU KEPADA ALLAH, mudah2an membantu sholat khusyu’. Walaupun khusyu’ itu hidayah, tapi hidayah dapat datang terus menerus, insya Allah.
Comment by antondp — April 16, 2006 @ 8:57 pm
alhamdulillah Allah telah mengizinkan saya untuk menonton VCD Berguru kepada Allah dan Rahsia Menuju Shalat Khusyu oleh Abu Sangkan. Sungguh gembira kerana dapat juga mempelajari kaedah praktikal dari Abu Sangkan tanpa bersusah payah utk pergi ke Indonesia. Harga pun tak mahal rm 29.50 dan boleh didapati di Fajar Ilmu, K.Lumpur. Kalau di Indonesia, hubungilah Gybraltar 021-68036400. Mudah-mudahan Allah sentiasa merahmati kehidupan kita di dunia dan akhirat.
Comment by yang — April 19, 2006 @ 12:44 pm
subhanallah….
saya lagi menangis pas nulis komentar ini, terutama tadi pas baca bacaan “robbighfirlii” beserta terjemahannya tanpa sadar air mata menetes..
subhanallah..
Comment by agung — April 21, 2006 @ 9:55 am
Subhanallah
sungguh pengalaman yang luar biasa.Semoga pengalaman anda dapat saya praktekkan
Comment by bah — April 30, 2006 @ 2:15 pm
Subhanallah………
Allahuakbar………..
its so fantastic can learn in short time
very good really..
thanks..
alhamdulillah..
Comment by dr.sahli — May 4, 2006 @ 3:42 pm
untuk yang tertarik dengan sholat khusyu’ saya ajak Anda untuk ke Masjid Baitul Ihsan Bank Indonesia Thamrin tiap pekan ke 3 jam 13.00-16.00 ust Abu Sangkan. insya Allah manfaat.
Berlatihlah dalam sholat sunnah, insya Allah kekhusyu’an akan terbawa dalam sholat jamaah sehingga jamaah terbawa dalam khusyu’.
Untuk yang apatis coba rendahkan diri Anda ke Allah bukan ke Abu Sangkan, smoga Allah memberi Anda kekhusyu’an. Kawan saya (alumni LIPIA) yang sebelumnya menganggap klenik dan imajinatif, kini malah ikut menyebar sholat khusyu’ setelah tawadu’ merasakan ilmu ‘remehan’ ini.
Semoga khusyu’ menjadi awal dari akhlak karimah kita sepanjang hari.Amiin
Ingat: rahmat Allah itu sangat nyata, untuk yg ulama & menganggap ini hanya imajinasi, bedah kitab Anda dan coba amalkan semua bacaan ruku (apakah sampai 5 menit?) sedangkan ruku rosul bisa setara dengan 1-2 juz lamanya, lalu setelah semua bacaan itu selesai apakah rosul bengong???
Comment by a_hafizh — May 5, 2006 @ 11:03 am
Rul,
Bisa pinjem bukunya? Nanti kalau ke Jakarta di bawa.
Comment by hendro — May 8, 2006 @ 2:54 am
Pelatihan Sholat Khusyu Gratis:
http://groups.yahoo.com/group/dzikrullah/message/1016
Comment by benu — May 10, 2006 @ 9:30 am
kekhusukan dlm sholat adalah hidayah Allah, dgn kepasrahan dan kerelaan kita menyiapkan diri utk menerima khusuk itu. khusuk tdk perlu dicari, kita cukup menerima saja dalam kerelaan & kepasrahan, kita tdk bisa mengolah khusuk dgn berbagai rasa, analogi, definisi atau perumpamaan krn khusuk adalah tak terbatas,seluruh jiwa dan tubuhpun gemetar dan tersungkur TAK BERDAYA dihadapan SANG MAHA TAK TERBATAS…. YA ALLAH, SAMBUTLAH AKU..YA RABB..YA RABB
Comment by pirie — May 11, 2006 @ 7:16 am
Saya baru saja beli bukunya. Sedang saya baca, nih. Insya Allah segera saya praktikkan. Tapi, bagaimana, ya, aplikasinya untuk sholat berjamaah bila panjang pendek gerakan masing-masing anggota tidak sama?
Comment by Yono — June 8, 2006 @ 4:50 am
baru hari ini tadi saya baca buku itu baru buka web site ini, memang saya sedang mencoba shalat khusu, dan memang terasa berbeda, tapi begitu dzikir ko jadi ngantuk ya???, tapi saya akan selalu coba, mudah - mudahan kenikmatan itu dapa saya rasakan, amien
Comment by agie — June 12, 2006 @ 9:23 am
ALHAMDULILLAH..
Comment by dhany — June 15, 2006 @ 8:38 am
Alhamdulillah mas Khairul. Semoga Allah senantiasa menganugerahkan kekhusukan sebelum, ketika, dan setelah sholat. Ketika sholat, kita menghadap Dia. Ketika tidak sedang sholat, kita menghirup udara yang membawa sifat Dia Yang Maha Menghidupkan, memijak bumi yang mewakili sifat Maha Menopang, selamanya kita dilingkupi dan mengandung sifat-sifatNya. Sholat khusuk, akan mengkhusukkan hari-hari kita. Amin.
Comment by Ismail Fahmi — June 15, 2006 @ 12:09 pm
kalau subuh lebih utama sholatnya jamaah, lipat 27 , kalau mau sholat yang lama lebih bagus dalam sholat malam, bangun jam 2 atau jam 1, kemudian sholat seperti nabi sampai pagi, kalau kuat, tapi kalau khusyu, Insya Allah kuat. Sholat wajib selain ada hakikatnya juga ada syariahnya. Kalau sholat subuh sendirian karena mementingkan ‘khusyu pribadi’ itu malah jauh dari tuntunan rasul.
Comment by norma — June 28, 2006 @ 7:00 am
Friend, aku menjenguk blogmu lagi. Oh ya, no 65 itu Norma Arbia Juli Setiwan. Aku tahu karena karena alamat website lafadz qurannya…
Comment by Israr Ardiansyah — July 5, 2006 @ 9:10 am
Subhanallah.. saya menangis membaca pengalaman anda yang menusuk lubuk hati.. kesan saya juga akan 2cd ini:
- Berguru Kepada Allah - Rahasia menuju Shalat Khusyu’ yg sangat menarik..
Comment by nurningsih — July 26, 2006 @ 7:35 pm
saya setuju dengan Norma (65). Jadi solusinya adalah shalat wajib secara berjamaah. Setelah itu nikmati shalat sunnah sendirian berlama-lama. Saya baca buku tentang shalat shubuh, memang mestinya berjamaah.
Comment by khairulu — July 27, 2006 @ 12:40 pm
letaknya khusuk itu dimana, setahu saya setiap orang ketika ia membaca alfatihah saja pikirannya udah dimana-mana,nabi sendiri pernah ketika ia sholat diwaktu sujud ia di tunggangi oleh cucunya maka ia perlama sujud beliau dalam artian tdk khusuk
Comment by eka — August 15, 2006 @ 9:07 am
Saya pernah mengalami sholat dengan khusyuk, tapi dari puluhan ribu sholat yang kukerjakan sejak aku belajar sholat sampai sekarang, mungkin baru 5-10 kali saja. Itupun mungkin pas aku lagi kena cobaan ataupun lagi punya keinginan yang susah kuraih. Aku sudah baca bukunya abu sangkan, tapi kesibukan membuatku belum selesai membacanya dan kurang konsen pula. Cuma aku tertarik di bagian belakang buku ini ternyata ada kursus praktek sholat khusyuk. Aku ingiiiiiiin sekali ikut. tapi gimana dan dimana. katanya abu sangkan mau diundang pula untuk memberi kursus.
Comment by anik pujiati — August 25, 2006 @ 8:07 am
solat itu satu kerja ketaatan yg sgt besar dibuat dalam keadaan sedar oleh seluruh pancaindra, hati , fikiran dan nafsu. Mulanya dari berwuduk,sedar apa dilakukan dan terasa pengaliran air.Selesai wuduk berdoa secara sedar,mohon dari Allah agar dapat solat dgn khusyuk dan dibersihkan hati dari lalai dan gangguan syaitan. Putuskan perhubungan dgn duniawi dan bina hbgn dengan Allah. Mulut membaca, otak menterjemahkan, hati merasa sentimennya seperti tawaduk semasa rukuk dan seperti apa yg diceritakan oleh saudara khairul, pancaindera dijaga betul, insyaAllah solat akan menjadi lebih tenang dan khusyuk. Gangguan syaitan dan nafsu yang memikir duniawi memang ada tapi kita mohon perlindungan Allah dan cuba untuk elak hati, fikiran, nafsu dan pancaindra dari lalai. Insyaallah solat menjadikan kita taat dan dapat mencegah mungkar dan sedar diri kita sebagai hambaAllah yang tidak memiliki apa-apa dan sentiasa berharap pada Allah s.w.t.
Comment by ummi amy — August 28, 2006 @ 4:08 pm
Subhanallah.. sebuah keindahan dalam nikmatnya keimanan.
Beberapa kali saya mengalami apa yg anda alami.
Berangkat dari sana, saya menyadari saat terjalin komunikasi spritual antar makhluk dan pencipta, segala sesuatu menjadi tak kasat mata dan semakin sulit dijelaskan. Karena bersifat gaib (rohani). Pada point ini kita mencoba melewati gerbang gaib dalam kalbu rohani kita. Dan ini adalah wilayah di mana setan mulai bekerja dengan semakin “serius” dan mungkin yang akan turun adalah syetan dengan level yang lebih tinggi.
Godaan2 akan semakin besar karena mungkin kali ini wilayah ruh (gaib) kita yang akan diserang. Pertarungan antara benar-salah dan beriman-musryik semakin menjadi-jadi di sini. Mungkin karena setan menyadari menggoda anda secara jasmani semakin kecil kemungkinan sukses-nya.
Di wilayah ini jurang pemisah antara “benar dan salah” semakin tipis. Pengalaman spiritual akan semakin sulit untuk anda jelaskan ke orang lain. Jadi sebaiknya jangan. Simpanlah untuk anda sendiri. Bisa jadi ada orang-orang di forum ini yang belum siap menerima-nya (mungkin spt saya), sehingga malah mengkondisikan sholatnya seperti pengalaman anda melalui imajinasinya. Dan itu sungguh “berbahaya”.
Berhati-hatilah. Banyak-banyak menyebut nama Allah dan terus berdzikir. Jangan pernah berhenti memohon perlindungan Allah. Sucikan diri dan hati anda dan persiapkan ruhani anda dengan mengimplementasikan keimanan anda dalam kehidupan sehari-hari. Dari point ini ke depan, hati anda semakin dituntut untuk semakin “bersuci”.
Sekedar berbagi cerita.
Beberapa waktu belakangan ini saya selalu was-was sebelum sholat. Ada semacam ketakutan di dalam hati. Saya selalu menyempatkan diri ganti baju yg lebih bersih dan lebih baik. Ber-wudhu dengan menggosok bagian tubuh saya sedemikian lama sambil terus menyebut nama Allah. Menyingkirkan gambar-gambar di sekelling tempat saya sholat.
Semua itu karena satu hal. Saya sangat takut bila saat Sang Khalik yang menciptakan saya “melirik” ke saya, saya dalam keadaan yang tidak suci dan lali. Saya sungguh sedemikian takut hal itu terjadi. Dan saya semakin sering menyebutkan, “Aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk.”
Comment by wahyu — August 31, 2006 @ 4:46 am
untuk saudara wahyu, mungkin boleh membantumu. Was-was adalah pekerjaan syaitan dan janganlah dilayani perasaan tersebut. yakinkan diri dengan penumpuan semasa berwuduk dan menyakini kebersihan diri,pakaian dan tempat. Allah tidak menyusahkan hambanya,yang penting abaikan perasaan was-was. Untuk menjauhi syaitan, kita baca ayat pelindungan seperti auzubillah….,surah an nas dan sebagainya tapi kita mesti tinggalkan juga tempat/suasana yang tidak Allah redhai. Kalau saudara was-was, baca ayat dan abaikan perasaan was-was tersebut. Moga dapat membantu masalahmu.
Comment by ummi amy — September 19, 2006 @ 8:21 am
proses instant menuju ke sana tentu tidak akan semudah pemahaman kita terhadap penjabaran saudara kita tadi.Akan tetapi paling tidak bisa memberikan sedikit pencerahan mengenai tips mencari ketenangan yang hakiki.
Comment by dedy mardi — September 29, 2006 @ 10:04 am
alhamdulillah ada orang yang mau bebrbagi kenikmatan sholat khusyu`,bisa buat motivasi nih. semoga kita semua diberikan kekuatan dan kemudahan dalam pencapaian sholat khusyu, amien. sama tolong baca surat al ankabut ayat terakhir, semoga bermanfaat.terima kasigh
Comment by wahyudi — October 3, 2006 @ 7:11 am
Alah……… biasa2 aja deh…. pada intinya sebenarnya bukan pada sholatnya. Sholat hanyalah menguatkan niat dan menjernihkan pikiran untuk sholat yang sesungguhnya. Sholat tidak hanya diatas selembar sajadah ukurannya hanya satu sekian meter persegi. Tapi sajadah seorang moslem adalah jagad raya beserta isinya. Maka dari itu biasa2 aja lah, nangis itu bukan ukuran kekhusyukan sholat. Ingat!! Fawaylullil Musholliina Alladzina hum An sholaatihim saahun..
Comment by Kholilulloh — October 17, 2006 @ 6:44 am
Alhamdulillah semoga kita dapat mengambil hikmahnya.
Yang terpentin juga LAKUKAN DENGAN IKHLAS
Comment by priadi — October 19, 2006 @ 4:53 am
selamat bila sudah berhasil mencapai tahap ini
Comment by hebiryu — October 21, 2006 @ 1:18 pm
Subhanallahi walhamdulilah. saya setuju bahwa shalat khusyu’ ITU MUDAH. Jadi bagi kita yang ingin menerima sekali lagi MENERIMA kekhusyu’kan (bukan MENCARI Kekhusyu’kan) harus dengan sikap pasrah dan ikhlas. Ikhlas aja sulit ? TIDAK, Ikhlas itu juga mudah..mudah dan sangat mudah. Arahkan mindset kita. Otak kita untuk mengatakan bahwa berbuat baik, ikhlas, khusyu’ itu MUDAH. Jangan pernah bilang SULIT.SUSAH.TIDAK BISA. Jangan !
Orang yang shalat seakan-akan khusyu’ dengan mengangkat kedua pundak dan kelihatan kaku, shg terlihat khusyu’, ini malah apa yg disebut oleh sebagian Ulama sebagi khusyu’ Munafik. Seolah-olah khusyu’. kelihatannya khusyu’ padahal pikirannya tertuju kepada selain ALLAH.
Shalat Khusyu’ itu MENERIMA, BUKAN MENCARI. PASRAH.
Teknisnya ikuti gravitasi bumi tempat kita berpijak. Bumi berputar pada porosnya. ROTASI. Bumi ber-revolusi terhadap Matahari adalah DINNUL ISLAM. Pasrah sesuai kehendak ALLAH. itulah ISLAM. “ASLAMA-YUSLIMU-ISLAMAN”
Untuk anda yg telah menerima Shalat Khusyu’, saya ucapkan selamat. Dan semoga anda bisa istiqamah. Laa Tahzan InnaAllaha ma’anna.
Comment by Ponco — December 6, 2006 @ 3:31 am
aduh ….!!!gmana yach aku udah coba berkali kali tapi ga bisa someone bantu aku dong aku bener2 pingin merasakannya
Comment by abdul aziz — December 16, 2006 @ 9:57 am
pikiran aku tuh sulit tuk konsentrasi,padahal aku yakin allah benar2 melihatku, gmana yach ? ajari aku dong
Comment by abdul aziz — December 16, 2006 @ 10:04 am
Subhanallah…walhamdulillah…walaailahaillallahu…allahu akbar…
Untuk wahyu no.72
Benar sekali, seseorang yang sudah sampai pada taraf tersebut akan merasa kehilangan jika kesempatan sholat jamaahnya tidak diperoleh atau jika terjebak pada situasi keterpaksaan yang untuk melaksanakan sholat yang dibutuhkannya itu harus dilaksanakan dengan kekuatan dan pengorbanan yang lebih besar. Pada tataran itupun sering hati kita dikelitiki oleh rasa was-was yang amat mengganggu, misalnya sudah betulkah wudlu saya ?, sudah sucikah pakaian dan tempat sholat saya ?, Apakah makanan yang saya makan itu sudah halal ? Dst, dst. Nah pada saat inilah kita harus maju satu langkah lagi. Yakinkah pada kecenderungan hati nurani yang pertama, laksanakan yang terbaik sesuai dengan ilmu yang pernah kita peroleh lalu yakinkan itulah yang terbaik seraya tetap dalam dzikrullah, serta senantiasa memohon bimbinganNya.
Selanjutnya …kita akan maju lagi pada tahapan yang semakin seru dan menarik.
Nikmatilah.
Insya Allah, Rahmat, Barokah, Taufiq dan Hidayah Allah akan senantiasa menyertai kita. Amiiiin.
Yang benar hanyalah dari Allah.
Comment by Ardi — January 5, 2007 @ 11:18 am
Saya orang yang susah menangis.. Pengen merasakan tangisan dalam sholat tapi jarang berhasil. paling kalo berhasil setetes dua tetes saja, saya ingin menangis tersedu sedu dihadapan Nya, karena itu pasti akan melegakan hati saya.
Kalo menurut saya, sholat berjamaah tetep ,karena itu lebih utama. kalo pengen lama cari masjid yang agak pelan sholatnya, atau antum yang memposisikan diri sebagai imam. nah untuk menikmati sholat sendiri yang dalam seperti itu, ada waktunya, yaitu saat sholat sunnah, terutama saat sholat tahajjud…
Saya Niken di Batu hijau
Comment by Niken — January 22, 2007 @ 7:27 am
Buku yang dimaksud, adalah luar biasa, bagi sudara2ku yang belum bisa mencapai khusu’ dibuku itu lengkap diuraikan, yang paling penting adalah Niat, Diresapi didalam hati, sehingga kita melaksanakan bukan raga kita saja yang melaksanakan sholat, tetapi roh kita juga melaksanakan sholat. Jika saudara2 kita ingin lebih dalam lagi mengerti tentang DIRI KITA siapa, Apa tujuan keberadaan KITA di muka bumi ini, saya referensikan buku luar biasa “Berguru Kepada Allah oleh Abu Sangkan” saya bukan terkait dengan mengiklankan buku ini, tidak ada hubungan, tetapi saya sangat terinspirasi. Semoga umat di dunia semakin banyak golongan2 kebaikan yang membuat “Jaringan Positif”, saya pribadi sudah jenuh melihat “kemadlaratan berjamaah”, dan apabila saudara2 kita sudah berjalan dengan Roh kita, insya Allah tidak perlu khawatir dengan kedzaliman, kemunafikan, kebohongan, kesombongan, korupsi dll, Allahu Akbar menuntun kita pada jalan yang baik. Silahkan mencari jalan Spiritual…. Nikmat Luar Biasa,…..Dunia adalah surga bagi orang-orang Mukmin, …apalagi Sorga Akhirat. Wassalam
Comment by Bambang Wedar — January 31, 2007 @ 12:33 am
Asaalamualaikum. maha suci Allah yang menggenggam alam dalam kekuasaannya. tiada yang dapat ku ucapkan selain,rasa syukur yang teramat sangat, dengan pelatihan sholat khusuk menambah kekhusuan kita semua untuk bersujud bermunajat serta bercinta dengan kekasih abadi kita yakni Allah SWT. Salamun koulammirrabbirrahiim.Wassalamualaikum
Comment by ikbal — February 24, 2007 @ 12:50 pm
Subbahanallah…!!
Allhamdulillah….sholat yg seperti itu yg saya ingin pelajari…ingin sekali rasa nya bisa mendapatkan kenikmatan atas khusuk nya sholat…
saya membaca ” sesungguh nya ke-khusuk-an sholat itu bukan dicari tetapi akan datang sendri karna itu anugrah dri ALLAH pada hamba nya yg menemui Nya ”
Aghstagfirullah…
itu yang selama ini saya salah lakukan…
terima kasih yaa…buat yg tulis blog diatas…
semoga bisa sholat seperti itu trus…Amin..
Comment by Rully — February 25, 2007 @ 10:59 am
Bagus,kebetulan aq lgi cari rahasia shalat biar khusuk.
jadi coba cari referensi.
thanks
Comment by Kuswandi — February 25, 2007 @ 11:07 am
sholat yang sedang dibahas ini masih belum menunjukkan rasa khusuk bila kita masih mengutamakan hal hal lain. Untuk mencapai tingkat khusuk masih banyak fase demi fase yang harus kita jalani. wonng pada masa rasul saw dulu para sahabat rasul juga pernah kena tegur oleh Allah SWT. Konon kita ini buru-buru sudah menetapkan bahwa sholat yang kita jalani sudah khusuk. para akh/ukhti coba cari lagi referensi buku yang lain berjudul beruntunglah orang-orang yang khusuk karangan ulama timur tengah sono. mudah-mudahan bisa menambah wawasan kita.
wallahu’alam .
Comment by abu reza — February 27, 2007 @ 2:40 am
Masyaallah apa yang kalian bincangkan, mengapa aku tidak mengetahuinya
Comment by Jundi — March 2, 2007 @ 4:05 pm
Nah ilmu begini nih yang saya cari dari dulu bisa menikmati sholat tanpa beban lagi. Alhamdulillah………
Kalau ingin lebih detailnya ya monggo klik saja http://www.dzikrullah.com/ atau
http://groups.yahoo.com/group/dzikrullah/
Comment by Edy oil city — March 8, 2007 @ 8:23 pm
Subahanallah…
Alhamdulillah…ini yang sy cari dari dulu, sholat yang benar2 khusyuk. Tp perlu diperhatikan juga situasi dan kondisi disekitar kita ketika waktu sholat juga mendukung loh, menurut sy sholat yang benar2 bisa khusyuk adalah ketika sholat isya’, sholat malam (tahajjud), dan sholat shubuh yang dilakukan di rumah atau masjid.
Syukron atas tipsnya mas, insyallah akan sy praktekan:)
wassalam.
Comment by w@tea — March 9, 2007 @ 3:02 am
Subhanallah, sekali baca buku karangan Abu Sangkan, saya praktek, dan hasilnya… tidak terasa mulai dari takbir sampai salam memakan waktu sekitar 30 menit.. hehe… seperti mimpi, tapi sholatnya nikmaaaat banget. Mudah-mudahan berguna buat yang lain juga. Amiiiin.
Comment by been — March 12, 2007 @ 5:05 pm
Allahuakbar !, Alhamdulillah, saya sangat bersyukur membaca artikel ini, dalam upaya saya belajar menghayati bacaan doa setelah sholat, saya telah diberikan petunjuk oleh Allah, yang secara kebetulan pada saat saya membuka-buka internet menjumpai artikel ini, insyaa Allah saya akan coba mempraktekkan usaha yang dilakukan seperti yang ditulis didalam artikel ini, semoga Allah selalu memberikan bimbingan dan perlindungan didunia, sampai kita bertemu dan
berkumpul di Surganya Allah SWT, Amiin Yaa Robbalaalamin.
Comment by Widodo — March 20, 2007 @ 9:16 am
saya baru mengikuti latihan jadi lom bisa membedakanya..
tapi aq yakin bahwa aq bisa dan akan berusaha semaksimalmungkin
Comment by dhika — April 12, 2007 @ 7:33 am
Dulu shalatku tergesa-gesa. Sadar tapi belum bisa atasi. Setiap akan shalat hati kecil mohon kepada Allah agar diberikan hidayah. Sekarang sudah gak tergesa-gesa lagi. Sejak kapan perubahannya? Gak tau, gak terasa. Selanjutnya pingin shalat khusyu. Alhamdulillah ketemu artikel ini. Penasaran…pengen beli bukunya ah…
Comment by dwi — May 21, 2007 @ 8:17 am
FYI, saya lihat ada yang posting “Pelatihan Shalat Khusyu” dalam bentuk file pdf di situs Kaskus.
Comment by Firmana — May 22, 2007 @ 7:58 pm
patraf its ok,salam aja tuk semuanya, semoga qt ada dalam ridlo Allah SWT Buat selamanya, special salam buat Salim Bachreisy, doa dan kasih sayang mas masih dapat akurasakan dalam situasi dan kapasitas apapun,terima kasih, hanya itu yang dapat kami sampaikan dari rekan2 d Kuningan,maap kami baru bisa berjuang hanya dengan mendoakanmu.salam
Comment by kuningan — May 28, 2007 @ 11:58 am
Subhanallaaah, memang seharusnya ketika kita sholat khusu’ yaitu betul2 menghadirkan jasad ini ketika sholat. tidak hanya gerak saja tapi, kita tidak memahami arti dari sholat itu sendiri. Sehingga selepas sholat bacaan2 yg ada di dlm sholat itu ita terapkan dlm kehidupan sehari2. Jadi setiap aktivitas kita selalu terikat dg aturan2 Allah, dan senantiasa berjuang untuk kembali menegakkan kalimat tauhid LAAILAHA ILLALLAH, dg penerapan syari’at islam scr kaffah dLm naungan KHILAFAH ISLAM yg akan memuliakan manusia.
Comment by izzah A — May 29, 2007 @ 2:32 am
saya dapet link ini dari temen yang memang doyan mencari pencerahan. sptnya menarik.. nanti cari bukunya ah..! anyway, thanks a lot buat sharingnya!
Comment by devonian — August 13, 2007 @ 7:24 am
Subhaanallaahi Bukrataw Wa Ashiilaa, salah satu kuncinya memang adalah memahami dan menghayati arti dari bacaan2x dalam Shalat. Selama ini, Shalat saya hanya ritual belaka, instan dan kilat. Tetapi saya bertekad menghayati arti dari bacaan2x tersebut walau mengambil waktu yang lama didalam Shalat saya. Suatu kali akhirnya memang menangis saya sewaktu Shalat Isya, bagaikan anak kecil menangis menyesal dan mengharap didepan Ibu atau Bapaknya. Syukron atas tips -nya
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Comment by Fari Nasution — August 29, 2007 @ 3:56 pm
saya pengen banget tuch mas…terlalu sulit untuk mencari arti sebuah khusu’. dalam pikran kita hanya berbagai masalah dan aktifiatas kita saja. kalau saya baca artikel mas khairul , shalat khushu’ cenderung hanya bisa dilakukan sendiri. karena kita bisa mengontrol gerak tubuh kita serta bacaan dalam sholat kita , trus bagaimana dengan sholat berjama’ah? bukankah sholat berjama’ah lebih baik di lakukan dari pada sholat sendiri. bagaimana jalan keluarnya ? mohon bimbingannya…
Comment by iwanpudjo — September 1, 2007 @ 7:27 pm
waaaaww….
eh mav, subhanallah….
jujur smp sekarang shalat khusyu` belum bisa saya laksanakan….
kalo gak salah, ayah aku juga ikut tulis buku ini….
Comment by yaya — September 20, 2007 @ 7:47 am
yah…semoga saya juga bisa shalat dengan khusuk…amien
Comment by iqbal — September 21, 2007 @ 1:32 am
sungguh ingin kudapatkan shalat khusyu
Comment by anggono — October 8, 2007 @ 9:35 pm
suatu kenikmatan memang sholat khusyuk itu, jiwa kita jadi tenang, nyaman dalam peluk mesra keimanan itu sendiri. Saya adalah pendamba rasa itu, walau sejati sholat hanya untuk mencari ridlo Alloh semata tetapi kesungguhan dalam mendapat sholat yang khusyuk mungkin akan jadi pintu seorang hamba yang dhaif ini mendapat ridloNya. salam buat semuanya yang mendamba cinta dan peluk Kekasih, karena tiada kekasih yang tak mencintai kekasihnya. Mudah-mudahan lewat sholat yang khusyuk kita juga mampu berama sholih yang lebih nyata. Wa aqimisholaah wa atuzzakaah. sholat dan beramal. menguatkan tiang agama ini dan kemudian menabur rahmah bagi seluruh alam semesta. Assalamu’alaikum warahmatulloh,….
Comment by u2d — October 25, 2007 @ 12:47 pm
udh ngerasain enaknya shalat ya mas… bruntung banget.
aq cm skali aja dulu, itupun shalat sunnah dhuha.
klo skrg susah banget, shalat slalu buru2, pdhal gak ada yg dikejar. pengeeen banget bs nangis dlm shalat gr2 sadar udh bnyak dosa, tp gak bs2, pdhal aq tau dosaku bnyak banget..
nnti aq cubain tipsnya mas, mkasi mas.. mdh2an ALLAH slalu melimpahkan Rahmat-Nya bagi smua yg slalu mnjaga kekhusukan shalatnya.
Comment by wali — November 5, 2007 @ 10:54 am
Woo keren banget..peneeeennnn banget bisa khusyu…
Comment by slamet — November 12, 2007 @ 7:54 am
sy sdh beli bukunya sekitar 4 bln yg lalu, tp belum masuk bagian inti krn sibuk kerja (sok sibuk !), tp belakangan sy kembali mencari-cari kembali pegangan hidup krn beban krj yg sy anggap sgt memberatkan. Setelah membaca page ini, sy kembali bersemangat u mempelajari dan melaksanakannya, apalagi sdh disebutkan inti yg sdh dipraktekkan oleh Pak Khairul.
Semoga Alloh memberikan hidayah dan petunjuknya.
Comment by Fathir Ma'ruf — November 22, 2007 @ 7:22 am
Beruntung bangeet ya bagi yang udah bisa sholat khusyu….
mudah-mudahan saya juga bisa. Amin………….
Comment by Syamsul Anwar — December 10, 2007 @ 5:25 am
Alhamdulillah. Cerita anda mirip dg saya, dan saya kira masih banyak yg punya cerita yg sama. Itulah fitrah ruh kita yang mencari Tuhannya. Kenapa kita tidak merasakan hal itu ketika sholat. Cari jawabannya sendiri, shalat lah dan mintalah petunjuk kepada Allah. Allahumma a’innni ‘ala zikrika wa syukrika wa husni ibadatik ” ya Allah ajari hambamu ini berzikir … (tarik nafas sebentar) ajari hambamu ini bersyukur … (tarik nafas sebenta)… ajari hambamu ini beribadah dengan benar (tarik nafas sebentar) setiap tarikan nafas ingat2 sekejap apakah kita shalat ? adakah yg tinggal ? bayangkan bagaimana jadinya kita tanpa penglihatan atau salah satu panca indera yg lain .. bayangkan rezeki yg sdh anda dapatkan selama ini sudahkah kita berterima kasih …kalau iya apa tanda terimakasih kita itu ? pantaskah ?
Kalau anda meresapi insha Allah anda akan menangis sejadi2nya dan insha Allah akan dibukakan jalan sesuai niat anda ( mencari Allah ). Buku Abu Sangkan Alahamdulillah banya menolong kita membuka mata hati pikiran kita, tapi itu belum cukup tanpa kita praktekkan, Alhamdulillah lebih baik lagi bila di peraktekkan bersama para ahli ibadah yg sudah mengalami khusu’ dg shalatnya, itulah yg saya lakukan sekarang. Sudah kurang lebih satu bulan alhamdulilla pertemuan sesama saudara2 se-praktik pelatihan shalat khusu’ di Batam sudah membuahkan hasil. Saya sedikit demi sedikit mengenal diri saya ( si Aku / si Ruh / si Bashiro ) takbiratul ikram sudah agak lancar silatun ( tangan seperti bergerak sendiri waktu takbir dan itu tidak saya gerak2 an dan itu saya sadar se sadar2nya ). Tidaklah sesuatu berlaku instant bersabarlah nanti juga akan lancar yg penting niat dan kemauan dan latihan dalam shalat. Ada yang bertanya atau berdiskusi silahkan email saya di firman.email@gmail.com insha Allah dgn pentunjuk Allah semata bisa saya jawab bila tidak saya akan tanyakan kepada yang lebih tau sedikit dari saya. Allah tidah akan merobah suatu kaum sebelum ada usaha dari kaum itu sendiri, jadi mari berusaha cari.
Comment by Firmansyah — December 27, 2007 @ 9:37 pm
Subhanalloh….Jazakalloh atas sharingnya. Semoga Alloh mengaruniakan sholat yang khusyuk kepadaku..
Comment by amanah — December 31, 2007 @ 6:33 am
Asl. Wr. Wb. Saya bersama Isteri pernah mengikuti pelatihan di Masjid BI sebanyak tiga kali, kemudian mengikuti pelatihan di PT BA Tanjung Enim (Juga bersama Isteri)yang langsung oleh Bp.Abu Sangkan, namun hingga sekarang masih juga belum dapat merasakan / menikmati indahnya Sholat Khusu’. Apakah ada saran atau petunjuk lain yang harus kami lakukan. Wasslm. Wr. Wb.
Comment by SANTOSO — January 2, 2008 @ 4:04 am
doain moga cepet2 bisa nyusul
Comment by kuthux — January 13, 2008 @ 3:42 pm
Bagus. Tidak ada jeleknya Shalat khusyu begitu.
Tapi jangan lupa salah satu konsep shalat: yaitu MENEGAKKAN AGAMA.
Sabda Baginda:”Barang siapa mendirikan sholat, maka ia mendirikan agama. Barang siapa meninggalkan shalat maka ia meruntuhkannya.”
Sabdanya lagi”Shalat adalah tiang agama.”
Nah, pertanyaanya. Bagaimana shalat khusuk yang kita nikmati secara “egois” atau “prifat” dapat menjadi tiang tegaknya agama Islam.
Trus, jangan lupa pula konsep quran tentang sholat. yang tidak cuma bicara kekhusu’an saja.
Comment by aji — January 19, 2008 @ 3:11 am
Thanks ceritanya, Pak. Baru tahu sekarang ada tulisan ini. Semoga saya bisa nyusul, Pak. Kondisi sekarang gimana, Pak? Apakah masih terus bisa mewujudkan pengalaman sholat yang seperti ini?
Comment by budi sulis — January 19, 2008 @ 3:53 am
Beberapa hal yang perlu diluruskan dalam islam, dimana islam = ajaran setan
Kontradiksi, Pertentangan dan Ketidakkonsistenan Alquran
By: St. Jodi L. Parson Rajagukguk, SH
Copyright © September 27, 2007
Umat Muslim menggunakan cara berpikir yang berputar-putar tak berujung pangkal ketika berurusan dengan Alquran. Umat Muslim telah memutlakkan kebenaran Alqurannya, padahal seharusnya masih memerlukan pembuktian.
Contoh Dialog:
Muslim : Alquran tanpa salah
Non Muslim : Mengapa Alquran tanpa salah, mengapa hal itu benar?
Muslim : Karena Alquran yg mengatakannya demikian
Non Muslim : Tetapi mengapa Alquran itu benar?
Muslim : Karena Alquran tanpa salah
Saudaraku, kita tidak perlu berputar-putar dalam satu lingkaran tanpa ujung pangkal, tetapi harus menyerahkan Alquran dapat diuji secara ilmiah dan kritis.
Perhatikan hal ini!
“Jika Alquran benar, maka Alquran akan bertahan dalam setiap pengujian. Tetapi jika Alquran salah, maka lebih baik mengetahuinya sekarang daripada terus mengimaninya secara buta.”
Alquran mengatakan dirinya berasal dari Allah, terjaga dari semua kesalahan, dan hal itu merupakan bukti pewahyuan. Alquran berani menantang manusia dengan berkata: ” Maka apakah mereka tidak memperhatikan Alquran, kalau sekiranya Alquran bukan dari sisi Allah tentulah mereka dapati banyak pertentangan di dalamnya.”(Qs. 4:82).
Konsekuensi dari klaim/pernyataan Alquran ini adalah…satu saja (satu ayat saja yg bertentangan) atau satu kesalahan yg ditemui dalam Alquran, maka sudahlah cukup untuk menggugurkan keberadaan Alquran sebagai Wahyu Allah. Inilah Rumus Terjitu!!
KONTRADIKSI/ PERTENTANGAN/ KETIDAKKONSISTEN AN ALQURAN:
Antara lain:
Siapakah yg pertama kali menjadi Muslim? Muhammad (Qs.6:14,163) .
Hal ini bertentangan dengan:
Sampai disini sudah ada 10 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 10 pertentangan.
Bisakah Allah Muslim dilihat oleh manusia dan apakah Muhammad (Mhd) melihat Allahnya? Ya, Mhd dapat melihat Allahnya ( Qs.53:1-18, Qs.81:15-29) .
Hal ini bertentangan dengan:
Qs.6:102-103 dan Qs.42:51) mengatakan bahwa Mhd tidak dapat melihat Allahnya.
Sampai disini sudah ada 4 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 14 pertentangan.
Apakah pemberi peringatan (Rasul) dikirim kepada semua manusia sebelum kedatangan Mhd? Ya, Allah Muslim telah mengirim pemberi peringatan (Rasul) kepada setiap orang ( Qs.10:47, 16:35-36, 35:24).
Hal ini bertentangan dengan:
Hal ini menimbulkan pertanyaan: “Bagaimana dengan Hud dan Sahih yg nyata2 juga telah dikirim sebagai pemberi peringatan ke Arab? Bagaimana juga dengan Kitab yg telah diberikan kepada Ismael? Dll ( Qs.11:50, 11:61).
Sampai disini sudah ada 18 pertentangan ayat. Jadi total sudah ada 32 pertentangan.
Apakah yg menjadi makanan orang2 di Neraka? Makanan orang2 yg ada di Neraka adalah Dhari atau pohon berduri (Qs.88 :6).
Hal ini bertentangan dengan:
Sampai disini sudah ada 2 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 34 pertentangan.
Bisakah malaikat2 menyebabkan kematian/penderitaa n terhadap manusia? Alquran menyerang mereka yg menyembah selain Allah Muslim, seperti malaikat, nabi. Mengapa? Karena malaikat dan dan nabi tidak bisa menciptakan, memberi kehidupan atau bahkan menyebabkan kematian atau penderitaan.
Hal ini bertentangan dengan:
Sampai disini sudah ada 4 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 38 pertentangan.
Bisakah umat Muslim menikah dengan orang Non-Muslim? Alquran melarang umat Muslim menikahi wanita penyembah berhala dan kafir juga musyrik serta menganggap orang di luar Islam adalah binatang yang paling jahat dan buas (Qs.2:221, 8:55, 9:28-33).
Hal ini bertentangan dengan:
Qs.5:5 yang ternyata memperbolehkan Umat Muslim untuk mengawini/menikahi wanita Kristen.
Sampai disini sudah ada 1 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 39 pertentangan.
Apakah Allah Muslim akan menganugerahi imbalan yg baik atas perbuatan2 baik orang Non-Muslim? Tidak ( Qs.9:17, 9:69).
Hal ini bertentangan dengan:
Qs.2:62 menjanjikan bhw Umat Kristen (Non-Muslim) akan diberi penghargaan atas perbuatan baik mereka.
Sampai disini sudah ada 2 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 41 pertentangan.
Berapa banyak Ibu yg dimiliki seorang Muslim? Hanya satu, yaitu wanita yg melahirkan mereka dan tiada yg lain ( Qs.58:2).
Hal ini bertentangan dengan:
Sampai disini sudah ada 2 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 43 pertentangan.
Mengenai pembagian harta warisan dalam Hukum Kewarisan Islam. Qs.4:11-12 dan Qs.4:176 menyatakan bahwa jika seorang lelaki Muslim meninggal dan ia meninggalkan 3 puteri, 2 orangtua, dan isteri..maka pembagian harta warisannya adalah 2/3 dari harta warisan yg diberikan kepada 3 puterinya secara bersamaan, 1/3 dari harta warisan diberikan untuk orangtuanya ( Qs.4:11) dan 1/8 untuk isterinya (Qs.4:12).
Hal ini bertentangan dengan:
Jika lelaki Muslim meninggal, maka pembagian harta warisannya adalah ibunya menerima 1/3 dari harta warisan (Qs.4:11), isterinya menerima ¼ dari harta warisan ( Qs.4:12), dan 2 saudara perempuannya menerima 2/3 dari harta warisan (Qs.4:176), dan ditambah lagi hingga 5/12 dari harta warisan yang tersedia/ada.
Sampai disini sudah ada 6 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 49 pertentangan.
Berapa banyak malaikat yg berbicara kepada Maryam? Beberapa malaikat (several angels) (Qs.3:42, 3:45).
Hal ini bertentangan dengan:
Malaikat yg berbicara kepada Maryam adalah hanya satu malaikat (Qs.19:17-21) .
Sampai disini sudah ada 3 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 52 pertentangan.
Berapakah 1 hari dimata Allah Muslim? 1 hari dimata Allah Muslim = 1000 tahun (Qs.22:47, 32:5).
Hal ini bertentangan dengan:
1 hari dimata Allah Muslim = 50.000 tahun (Qs.70:4)
Sampai disini sudah ada 3 pertentangan ayat, total sudah ada 55 pertentangan.
Ada berapa golongan/groupkah orang2 yg ada pada akhir zaman? Ada 3 golongan/group (Qs.56:7).
Hal ini bertentangan dengan:
a. Qs.90:18-19 mengatakan bahwa ada 2 golongan/group yg ada pada hari Penghakiman/ Akhir Zaman, yaitu golongan kanan dan golongan kiri.
b. Qs.99:6-8 juga mengatakan bahwa akan ada 2 golongan/group yg ada pada hari Penghakiman/ Akhir Zaman, yaitu golongan yg berbuat baik dan yg berbuat jahat.
Sampai disini sudah ada 3 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 58 pertentangan.
Berapa harikah yg dibutuhkan Allah Muslim untuk menghancurkan orang2 Aad? Satu hari (Qs.54:19).
Hal ini bertentangan dengan:
Qs.41:16 dan Qs.69:6-7 mengatakan bahwa waktu yg dibutuhkan Allah Muslim untuk menghancurkan orang2 Aad adalah beberapa hari.
Sampai disini sudah ada 2 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 60 pertentangan.
Berapa harikah masa Penciptaan? Bila anda menjumah hari penciptaan dlm Qs.41:9 (4 hari), Qs.41:10 (2 hari) dan Qs.41 :12 (2 hari), maka total hari Penciptaan adalah 8 hari.
Hal ini bertentangan dengan:
Qs.7:54, Qs.10:3, Qs.11:7 dan Qs.25:59 jelas menyebutkan bahwa Allah Muslim menciptakan langit dan bumi adalah dalam waktu 6 hari.
Sampai disini sudah ada 4 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 64 pertentangan.
Cepat atau lambatkah Penciptaan itu? Allah Muslim menciptakan langit dan bumi dalam 6 hari (Qs.7:54, Qs.10:3, Qs.11 :7 dan Qs.25:59).
Hal ini bertentangan dengan:
Allah Muslim mencipta secara “spontan” dan langsung jadi (Qs.2:117).
Sampai disini sudah ada 4 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 68 pertentangan.
Manakah yg lebih dahulu diciptakan: langit atau bumi? Pertama, bumi dulu yg diciptakan, lalu kemudian barulah langit ( Qs.2:29).
Hal ini bertentangan dengan:
Qs.79:27-30 yg menyebutkan bahwa yg diciptakan terlebih dahulu adalah langit, kemudian bumi.
Sampai disini sudah ada 1 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 69 pertentangan.
Bagaimanakah proses penciptaan terjadi? Dalam proses penciptaan langit dan bumi diciptakan dengan suka hati atau terpaksa ( Qs.41:11).
Hal ini bertentangan dengan:
Qs.21:30 menyebutkan bahwa langit dan bumi pada mulanya diciptakan telah bersatu padu, kemudian baru dipisahkan.
Sampai disini sudah ada 1 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 70 pertentangan.
Dari manakah manusia itu diciptakan? Dari Segumpal Darah (Qs.96:1-2).
Hal ini bertentangan dengan:
Sampai disini sudah ada 11 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 81 pertentangan.
Bolehkah menjadi perantara/orang yg bersyafaat atau tidak pada Hari Penghakiman/ Akhir Zaman? Boleh (Qs.20:109, 34:23, 43:86, 53:26).
Hal ini bertentangan dengan:
Menjadi perantara/orang yg bersyafaat pada Hari Penghakiman/ Akhir Zaman adalah tidak boleh (Qs.2:122-123, 2:254, 6:51, 82:18-19).
Sampai disini sudah ada 16 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 97 pertentangan.
Dimanakah Allah Muslim dan tahtaNya? Allah Muslim lebih dekat daripada urat leher manusia (Qs.50:16).
Hal ini bertentangan dengan:
Sampai disini sudah ada 4 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 101 pertentangan.
Siapakah sumber malapetaka? Sumber malapetaka adalah Setan di “dalam” diri manusia atau gangguan (Qs.38:41).
Hal ini bertentangan dengan:
Sampai disini sudah ada 3 pertentangan, jadi total sudah ada 104 pertentangan.
Apakah Allah Muslim memerintahkan untuk melakukan kejahatan/perbuatan keji? Tidak! (Qs.7:28, 16:90).
Hal ini bertentangan dengan:
Allah Muslim memang memerintahkan untuk melakukan kejahatan/perbuatan keji (Qs.17:16, Qs.5:33, Qs.8:12, Qs.8:17).
Sampai disini sudah ada 8 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 112 pertentangan.
Salah satu dari 99 Nama dari Allah Muslim adalah MahaBenar
Hal ini bertentangan dengan:
Allah Muslim menjuluki diriNya sebagai “Sebesar-besar Penipu Daya / Penipu Ulung Penipu yg Hebat” (Qs.3:54).
Sampai disini sudah ada 1 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 113 pertentangan.
Allah Muslim adalah Jalan yg Lurus (Qs.19:36).
Bertentangan dengan:
Allah Muslim juga berwenang untuk menyesatkan manusia/siapa saja yg dikehendakiNya untuk disesatkan (Qs.4:88).
Sampai disini sudah ada 1 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 114 pertentangan.
Allah Muslim itu MahaKuasa (Qs.2:20), bertentangan dengan: Allah Muslim itu juga ditolong manusia (Qs.47:7).
Sampai disini sudah ada 1 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 115 pertentangan.
Allah Muslim itu Maha Mengetahui (Qs.4:24), bertentangan dengan: Allah Muslim juga belum mengetahui (Qs.9:16).
Sampai disini sudah ada 1 pertentangan, jadi total sudah ada 116 pertentangan.
Allah Muslim itu Mahakaya (Qs.2:263), bertentangan dengan: Allah Muslim meminjam kepada manusia (Qs.5:12).
Sampai disini sudah ada 1 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 117 pertentangan.
Allah Muslim itu Esa/Satu/Tauhid (Qs.112:1), bertentangan dengan: Allah Muslim itu lebih dari satu/jamak, karena setiap kali berfirman kepada nabiNya, kepada manusia, kepada malaikat maka Allah Muslim selalu berkata: “KAMI” (Lihat Qs.4:47, 6:92, 12:2, 13:37, 14:1, 15:6, 17:2, 18:7, 19:40, 20:55, 21:71, 29:15, 36:12, 40:78, 46:16, 49:13, 56:57, 66:12, 72:16, 80:25-27, 90:4, dll).
Sampai disini sudah ada 21 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 138 pertentangan.
Apakah malaikat itu pelindung? Tidak ada pelindung selain Allah Muslim (Qs.2:107, 29:22).
Hal ini bertentangan dengan:
Sampai disini sudah ada 8 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 146 pertentangan.
Apakah semua yg ada di langit dan bumi tunduk kepada Allah Muslim? Ya (Qs.30:26).
Hal ini bertentangan dengan:
Ternyata Setan/Iblis tidak tunduk kepada Allah Muslim (Qs.7:11, 15:28 -31, 17:61, 20:116, 38:71-74, 18:50)., bahkan orang2 Non-Muslim pun menolak taat dan tunduk kepada Allah Muslim sampai hari ini!
Sampai disini sudah ada 6 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 152 pertentangan.
Apakah Allah Muslim mengampuni dosa syirik?Dosa syirik dianggap dosa yg paling buruk dari segala dosa, tetapi penulis Quran tidak dapat memutuskan apakah Allah Muslim akan mengampuni dosa syirik atau tidak ( Qs.4:48, 4:116).
Hal ini bertentangan dengan:
Sampai disini sudah ada 4 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 156 pertentangan.
Siapakah yg mewahyukan Alquran? Sosok Allah Muslim (Qs.53:2-18) .
Hal ini bertentangan dengan:
Awas! Harap lihat Alquran dalam bahasa aslinya, dan tidak dikaburkan/ dicampur adukkan oleh istilah/sisipan dari “penterjemah” yg menyamaratakan/ menggantikan “Ruhul Qudus” “Jibril” dan “Malaikat”.
Sampai disini sudah ada 5 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 161 pertentangan.
Apakah Ibrahim menghancurkan berhala-hala? Ya (Qs.21:51-59) .
Hal ini bertentangan dengan:
Ibrahim tidak menghancurkan berhala, tetapi berdiam diri dan meninggalkan para penyembah berhala tersebut (Qs.19:41-49, 6:74-83).
Sampai disini sudah ada 2 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 163 pertentangan.
Tentang Raja Firaun: Apakah Raja Firaun menjadi Muslim atau menolak menjadi Muslim? Raja Firaun bertobat (menjadi Muslim) dan diselamatkan.
Hal ini bertentangan dengan:
Qs.4:18 mencatat bahwa “Tidaklah tobat itu (diterima Allah Muslim) dari orang2 yg mengerjakan kejahatan…dst. .” Dengan kata lain, Raja Firaun tidak mungkin menjadi Muslim dan bertobat.
Sampai disini sudah ada 1 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 164 pertentangan.
Apakah ayat2 Alquran/Firman Allah dapat diganti? Firman Allah adalah sempurna dalam kebenaran dan keadilan dan tiada seorangpun yg dapat mengganti Firman Allah ( Qs.6:115).
Hal ini bertentangan dengan:
Nyata-nyatanya Allah Muslim dan Muhammad juga mempertimbangan bahwa perlu juga untuk mengganti beberapa kalimat (Firman) Allah dengan yg lebih baik ( Qs.2:106, Qs.16:101).
Sampai disini sudah ada 2 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 166 pertentangan.
Apakah hukum bagi orang yg melakukan perbuatan keji? Didera (dipecut) sebanyak 100 kali, baik pria maupun wanita ( Qs.24:2).
Hal ini bertentangan dengan:
Pertanyaan: Mengapa penghukuman untuk pria dan wanita adalah sama dalam Qs.24, tetapi berbeda di Qs.4? Jadi disini ada 2 pertentangan ayat. Total sudah ada 168 pertentangan.
Siapakah yg menderita akibat dari konsekuensi dosa? Alquran menyatakan bahwa setiap orang bertanggung jawab terhadap dosa yg diperbuatnya masing2 ( Qs.17:13-15, 53:38-42).
Hal ini bertentangan dengan:
Anehnya, Alquran menyalahkan orang2 Yahudi pada zaman Mhd karena dosa yang telah mereka lakukan 2000 tahun sebelumnya oleh orang2 Yahudi ketika menyembah Patung berhala Lembu Emas (Qs.7:152).
Sampai disini sudah ada 2 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 170 pertentangan.
Disebut apakah kota Mekah? Umat Muslim berani mengatakan kota Mekah adalah kota suci dan rumah Allahnya Muslim.
Hal ini bertentangan dengan:
Qs.17:1 mengatakan bahwa kota Mekah adalah “al-Masjidil Haram”. Jadi kota Mekah adalah kota haram dan rumah Setan terkutuk.
Jadi disini sudah ada 1 pertentangan keyakinan dari umat Muslim, jadi total sudah ada 171 pertentangan.
Apakah orang2 Kristen/Nasrani akan ke sorga? Ya (Qs.2:62, Qs.5:69)
Hal ini bertentangan dengan:
Orang2 Kristen/Nasrani tidak akan ke sorga (Qs.3:85).
Sampai disini sudah ada 2 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 173 pertentangan.
Apakah Raja Firaun tenggelam di laut atau selamat ketika mengejar nabi Musa dan umat Israel? Raja Firaun selamat (Qs.10:92).
Hal ini bertentangan dengan:
Jadi, disini sudah ada 3 pertentangan ayat yg saling bertentangan, jadi total sudah ada 176 pertentangan.
Khamar (Arak): Baik atau Jahat? Meminum Khamar ( Arak) adalah perbuatan setan/iblis (Qs.5:90, 2:219).
Hal ini bertentangan dengan:
Sampai disini sudah ada 3 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 179 pertentangan.
Jin dan manusia, apakah diciptakan untuk menyembah Allah Muslim atau neraka? Jin dan manusia diciptakan hanya untuk melayani Allah Muslim ( Qs.51:56).
Hal ini bertentangan dengan:
Jin dan Manusia, beberapa di antara mereka diciptakan untuk menempati neraka jahanam (Qs.7:179).
Jadi, disini sudah ada 1 pertentangan, jadi total sudah ada 180 pertentangan.
Siapakah yg menyesatkan manusia? Setan (Qs.4:119-120, 5:42 ).
Hal ini bertentangan dengan:
Jadi, disini sudah ada 4 ayat yg saling pertentangan. Total sudah ada 184 pertentangan.
Salah satu dari nama Allah Muslim adalah Mahatahu (Qs.4:24).
Hal ini bertentangan dengan:
Qs..4:142 berkata: “Sesungguhnya orang2 munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka.” (Allah ditipu?!)
Jadi disini sudah ada 1 pertentangan ayat, total sudah ada 185 pertentangan.
Apakah umat Muslim akan masuk ke neraka? Ya, umat Muslim sudah ditetapkan pasti akan mendatangi (masuk) ke neraka ( Qs.19:17).
Hal ini bertentangan dengan:
Allah Muslim adalah jalan yg lurus (Qs.19:36) dan Quran adalah jalan yang lurus (Qs.5:16). Aneh! Pertanyaan: Jika Allah Muslim dan Quran adalah jalan yg lurus, lalu mengapa umat Muslim ditetapkan harus masuk ke neraka?
Sampai disini sudah ada 2 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 187 pertentangan.
Allah Muslim tidak menyukai orang2 yg melampaui batas/sewenang- wenang (Qs.5:87).
Hal ini bertentangan dengan:
Jadi, di sini sudah ada 2 pertentangan ayat, dan total sudah ada 189 pertentangan.
Allah Muslim adalah Petunjuk Jalan yg Lurus (Qs.19:36).
Hal ini bertentangan dengan:
Jadi, disini sudah ada 3 pertentangan ayat. Total sudah ada 192 pertentangan.
Allah Muslim membenci orang kafir, orang yg berbuat sewenang-wenang dan orang syirik (Qs.8:55, 4:48, 4:116).
Hal ini bertentangan dengan:
Allah Muslim menangguhkan (menahan) penghukuman terhadap orang2 kafir sehingga dosa2 mereka semakin bertambah?! (Lihat Qs.3:178).
Jadi, disini sudah ada 4 pertentangan ayat, total sudah ada 196 pertentangan.
Alquran mengatakan: “Tidak ada paksaan dalam agama Islam…” (Qs.2:256)
Hal ini bertentangan dengan:
Sampai disini sudah ada 16 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 212 pertentangan.
Hal ini bertentangan dengan:
Qs.4:29: ” …Janganlah kamu membunuh dirimu sendiri, sesungguhnya Allah Maha Penyayang kepadamu.”
Sampai disini sudah ada 1 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 213 pertentangan.
Masih banyak sekali kontradiksi, pertentangan dan ketidakkonsistenan Alquran. Tetapi karena mengingat banyaknya, maka cukuplah sampai point ke-50 ini saja.
Kesimpulan:
Ini berarti:
Sholat adalah ritual yang menista Tuhan
Kenapa sholat saya katakan menista Tuhan?
Karena Tuhan bukan patung berhala, yg tergila-gila pada penyembahan.
Sosok yang sangat gila disembah adalah SETAN. Setan tidak peduli pada tingkah laku penyembahnya, asal para penyembah itu bersedia setia cuma mau menyembahnya saja, setan girang banget.
Setan dalam Bibel adalah sama dengan Allah SWT dalam Alquran.
Atau bila dibalik, Allah SWT memiliki tabiat yang sama dengan tabiat Setan dalam Bibel.
Mengenai ini, bisa dibaca di:
Tuhan dalam Alquran adalah Setan
http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=13268
Bila sholat memang ditujukan kepada setan, no problem. Dan ini sangat miris sekali, sebab dengan demikian Islam adalah agama penyembah setan.
Tapi masalahnya adalah, Muslim selalu menganggap ritual nyembah-nyembah dalam sholat itu ditujukan kepada Tuhan Pencipta. Nah, inilah letak penistaannya.
Saya tegaskan di sini, bahwa:
1) Ritual sholat adalah menghina Tuhan, karena Tuhan yg sesungguhnya tidak tergila-gila pada masalah penyembahan. Ini penghinaan yang luar biasa sekali kurang ajarnya. Apa sih yang Tuhan utamakan? Perilaku hidup umatNya, itulah yang menyenangkan Tuhan dan itulah yang Tuhan ridhoi.
2) Ritual sholat adalah sama dengan menganggap Tuhan itu sosok pribadi yang sangat idiot, girang banget kalau disembah-sembah, sehingga tidak peduli pada keadilan dan kebenaran. Dengan demikian, bangsa Arab menganggap Tuhan itu botol dan buta rohani. Ini sikap yang sangat kurang ajar dan menghina. Tuhan yang sejati tidak lebih mengutamakan penyembahan ketimbang keadilan dan kebenaran. Penyembahan hanyalah efek samping dari ketundukan, dan bukanlah sesuatu yang diutamakan, apalagi sampai mengandung pahala. Tuhan tidak pernah menjanjikan pahala bagi orang yang nyembah-nyembah diriNya, justru setan-lah yang menjanjikan pahala bagi orang yang bersedia nyembah-nyembah dirinya.
Bandingkan 2 catatan berikut:
SETAN dalam Bibel menjanjikan pahala bagi siapa yang mau menyembahnya
“Jikalau Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milik-Mu.” (Lukas 4:7)
ALLAH SWT dalam Alquran, menjanjikan surga bagi siapa saja (termasuk pada penjahat) asal cuma setia menyembahnya saja
Seorang Pencuri dan Pezinah akan masuk surga, asal cuma menyembah Awloh saja seumur hidupnya. (Sahih Bukhari 9.93.579)
Siapa saja yang hafal 99 nama Awloh, dijamin masuk surga (Sahih Muslim, Book 035, Number 6475)
Coba, kalau saya sebagai manusia secara pribadi bisa merasakan kekurangajaran Islam dalam memperlakukan Pencipta-Nya, bukankah terlebih lagi Dia sebagai pihak yang diperlakukan demikian oleh Muslim?
Bangsa Arab itu kurang ajar, sudah keterlaluan dan sangat menghina sekali. Sekarang ini saya percaya, kalau bangsa bebal itu sedang dalam proses “penggemukan” untuk hari penyembelihan. Bangsa Arab dengan enaknya menerima upeti dari segala bangsa yang berhasil dikibulinya, mereka juga menikmati kekayaan alam berupa tambang minyak bumi yang Tuhan berikan. Ini hanya untuk memberi kesan adil kepada manusia, bahwa hukuman Tuhan di neraka adalah sebanding dengan kenikmatan hidup yang Tuhan berikan bagi orang jahat. Inilah iman saya.
Comment by abdullah jamin — January 31, 2008 @ 9:50 am
pahami makna dan ayatNya serta mengingatNya di sertai ikhlas Insya Allah di jamin khusuk
Comment by adhy — February 1, 2008 @ 10:14 am
buat 116.
setiap agama, pasti bisa dicela oleh orang di luar agama tersebut. cara saya sederhana. anggap semua agama tidak meyakinkan (hanya klaim sepihak oleh agama itu sendiri). Maka diantara kitab yang tidak berubah selama ratusan tahun, Qur’an masih yang paling mudah dilacak hingga ke kitab yang asli.
saya mengimani Quran. juga sudah nengok-nengok ngebandingin keyakinan ‘tetangga’. kesimpulannya, ya Islam.
catatan : sholat dalam kapasitas menyembah Tuhan itu adalah taraf awal keimanan/ketundukan hamba kepada pencipta. Kemudian sholat naik level, menjadi pengingat yang menjaga diri dari maksiat, karena selalu diingatkan kembali asal muasal si hamba. Pada level yang lebih tinggi, sholat dipandang sebagai kesempatan istimewa untuk berdialog dengan Tuhan. Tuhan tidak memerlukan ibadah hambanya. Hambanya lah yang memerlukan sarana ibadah untuk berdekat-dekat secara istimewa dengan Tuhan.
Walau kurang tepat, mari kita gambarkan kebutuhan sholat dengan makan. Bagi orang dewasa, sangat mudah memahami bahwa makan itu untuk kepentingan kesehatannya sendiri. Tapi bagi anak kecil, makan adalah gangguan dari kesenangan bermainnya. Anak kecil dipaksa-paksa makan oleh ibunya. Menginjak lebih dewasa kita mulai terbiasa makan, secara terjadwal dan rutin, dengan tujuan menjaga kesehatan diri. Pada tingkat yang lebih tinggi, makan menjadi hal yang spiritual, ada rasa syukur di situ, ada kenikmatan yang disadari, bahkan terkadang acara makan diistimewakan. Demikian pula dengan sholat. Bagi pemula (seperti balita) sholat adalah gangguan yang terus dipaksakan untuk ditelan. Makin lama dia makin tahu makna sholat. Mereka yang maksiat dan terus sholat, masih ada harapan untuk lebih terjaga. Paling tidak ada pergulatan batin untuk selalu kembali kepada kebaikan. Pada tingkatan yang lebih tinggi, sholat betul-betul spiritual. Menangis rasanya bila tidak ada kesempatan untuk sholat. Sholat adalah ‘makanan’ ruh kita. Kita yang butuh sholat, bukan Tuhan.
Mereka yang masih memandang sholat sebagai upacara penyembahan, berarti masih ‘balita’ dalam memandang agama sebagai kebutuhan hakiki manusia.
Comment by khairul — February 3, 2008 @ 4:44 am
Assalamu’alaikum
WaD Dhe ciEY ShALat iTuH pENtieNK bHanGEdz….WalOpuN sOMetiME Dhe sERing TeLAt ShalAT hOHoHo… (^^)
tAA_piE, INSYAALLAH Dhe ShAlAt 5 WaqTuuuu….
Wassalamu’alaikum…
Comment by dHeA_MooSLieM — February 6, 2008 @ 12:26 pm
Sebelum saya baca buku itu, saya sudah seringkali bila sholat selalu menangis, apalagi bila tahajud sampai sesenggukan (kdg saya sampai malu bila ketahuan orang) saya merasakan memang Allah dekat sekali dg kita (bahkan dlm satu firman-Nya- “…lebih dekat daripada urat lehermu”. Saya sendiri tidak tahu apakah itu yang dinamakan khusyu?semoga saja betul demikanlah sholat yang khusyu.
Comment by joe — February 6, 2008 @ 2:01 pm
terimeh kasih atas sarang nya
Comment by muhammad amrin — February 19, 2008 @ 5:14 am
Waduh komentarnya abdusyaiton ( abdullah jamin) ko ngga nyambung ama tulisan ini..kalau mau tau tentang islam nih saya kasih link2 nya..
http://mualafmualaf.tripod.com/
http://www.mualaf.com/
irenahandono.or.id/
http://forum.swaramuslim.net/forum.php?which=mainforum4
buka dulu nih link2 ini baru kita bicara qur’an..kalau mau nyesatin orang, belajar dulu biar ngga kelihatan bodohnya dalam nyitir ayat terus saya sarankan pelajari dulu injil dengan baik insya Allah pasti binggung..
Comment by abu khalid — February 20, 2008 @ 3:45 pm
assalamu’alaikum,,membaca cerita yg diatas tadi membuat saya kembali berpikir,sebenarnya shalat khusyu mungkin bg sebagian orang butuh bimbingan,tp klu kita sadari lagi semua itu berpulang lg kepada kita..aku seorang mualaf tp jujur kenikmatan menjadi seorang muslim tak bisa diungkapkan dengan seuntai kata..tapi aku bahagia telah mengenal ALLAH dan mencintai ALLAH,dengan menjaga shalat ku..
Comment by sindi — April 1, 2008 @ 8:31 am
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenang.(Ar Ra’du:28)
makasi sharingnya, smoga cinta kita pada Allah tak tertandingi oleh suatu apapun.
Comment by sabrina — April 30, 2008 @ 6:33 pm
Wah lihat yang comment diatas jd bingung + ketawa,
la gimana ?
Orang gak tahu al-Qur’an kok mbahas Qur’an
Jadi ketahuan bodohnya ?
So .. klo mau tanya sesuatu,tanyalah sama yang lebih tahu
Jangan sok tahu?
Oke .. Trima Kasih
Salam buat semua …
Comment by Gus No — May 9, 2008 @ 1:27 am
Ass. wr. wb. Utk pengelola blog ini, postingan no. urut 116 yang menjelek-jelekan agama Islam tanpa alasan yang jelas, sebaiknya dihapus saja. Kalau si penulis tidak suka Islam, pasti dia akan jelek-jelekan Islam dengan berbagai cara. Menjelek-jelekan merupakan sifat Setan / Iblis…..
Comment by Iwan — May 13, 2008 @ 9:06 am
subhanallah jiddan….mudah2an kita selalu mendapatkan shalat yang khusyu’ selalu, tidak hanya mendaptkan 1X atau 2X karena hanya waktu shalat itulah kita dapat berjumpa dengan sang pemilik cinta Allah swat….dan kita dipertemukan dibawah redhonya.
Comment by iffah — May 27, 2008 @ 2:02 am
makasih saya mau mencobanya.
Comment by surya — June 4, 2008 @ 6:20 am
Mau sholat yang khusyu? ga usah bayar pake praktek2 segala.Cukup qolbi kita niat dan zikir menyebut Allah ikhlas kita sholat karena Allah tidak mengharap apa2 karena yg memberikan kekhusyu’an hanya Allah SWT. Laa Hawlaa wa laa quwwata illabillah. Agama kok di jual2.
Comment by Buana — June 15, 2008 @ 8:23 pm
bagus jga………………
Comment by kurnia robi — June 17, 2008 @ 7:27 am
shalat khusu’ itu tentunya harus diawali dengan nat yang tulus. namun hal itu sangat mudah diucapkan tapi sulit untuk diaplikasikan. khusu’ itu tempatnya ada di hati. khusu’ itu hanya allah swt yang tahu. saudaraku ane minta tips-tips yang sederhana untuk mengaplikasikan shalat khsyu’. mohon di balas segera! sukron
Comment by ade asmari — June 18, 2008 @ 9:26 am
jadi sedih, ternyata selama ini saya belum bisa melaksanakan sholat seperti itu,kadang sangat malu untuk meminta padaNya,malu pada diri sendiri karena terlalu banyak dosa yang telah dilakukan dan akankah Dia akan mengampuni kesalahanku,
Terimakasih mas ,telah memberikan inpirasi untuk semakin mendekatkan diri pada Nya
Comment by dewi — June 20, 2008 @ 5:22 am
Saya adalah muslim yang tersesat, sejak kecil dibesarkan di lingkungan Agamis, sekolah di Madrasah dan Pesantren, Tp kini malas-malasan Sholat, sering tidak sholat dan berbagai maksiyat lainnya. ….Aku ingin kembali tetapi tidak tahu harus dari mana memulai. mohon bimbingan pada semuanya.
Comment by Karebet — June 23, 2008 @ 7:48 am
terima kasih atas pengalaman dan tipsnya… insyaallah akan sangat berguna untuk saya…
Comment by zamboze — July 18, 2008 @ 5:43 pm
buat 116
Dalam pengantarnya Buku Komunitas Kristiani edisi Pastoral Katolik mengatakan: Kitab Suci tidak jatuh dari surga. Kitab-kitab itu dikumpulkan dengan penuh kesabaran dari abad keabad oleh bangsa Israel. Selama 18 abad dari zaman Abraham sampai dengan zaman Yesus bangsa Israel menyeleksi dan mengga-bungkan kedalam Kitab suci. Dengan cara itu terbentuklah bagian Perjanjian Lama.
Bangsa Israel mengalami krisis iman maka Yesus datang untuk tujuan itu. Tetapi bangsa Israel ada yang menolak terhadap kehadiran Yesus, kematiannya dan kebangkitannya. Peristiwa kebangkitan Yesus menyebabkan para rasul berkhotbah dan lahirlah komunitas-komunitas Kristen pertama. Kesaksian-kesaksian ditulis dan disahkan oleh otoritas gereja dan membentuk apa yang disebut Perjanjian Baru. Apa buktinya kalau firman Allah telah diubah ?
Ada berapa ayat sebagai contoh,
1. Dalam Perjanjian lama Kitab Imamat 11:7 tentang babi.
(pakai ayat bibel edisi lama spt yg disebutkan dalam rahmatan lil alamin)
Dalam Alkitab bahasa sehari-hari dikatakan :
11:7-8 Jangan makan babi. Binatang itu haram, karena walaupun kukunya terbelah, ia tidak memamah biak. Dagingnya tak boleh dimakan dan bangkainya pun tak boleh disentuh karena binatang itu haram.
Dalam Alkitab terjemahan terbaru dikatakan :
Imamat 11:7-8 Demikian juga babi hutan, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu. Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan bangkainya janganlah kamu sentuh; haram semuanya itu bagimu.
Dalam Alkitab edisi Katolik dikatakan :
Matius 3:17 lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”
Dalam Alkitab edisi Advent dikatakan:
Matius 3:17 lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”
Adakah dalam Bibel ayat-ayat dengan kata-kata tak sopan ?
Ada, beberapa ayat sebagai contoh;
Yehezkeial 23:1 Datanglah firman TUHAN kepadaku: 2 “Hai anak manusia, ada dua orang perempuan, anak dari satu ibu. 3 Mereka bersundal di Mesir, mereka bersundal pada masa mudanya; di sana susunya dijamah-jamah dan dada keperawanannya dipegang-pegang.
Yehezkiel 4:12 Makanlah roti itu seperti roti jelai yang bundar dan engkau harus membakarnya di atas kotoran manusia yang sudah kering di hadapan mereka.”
Yehezkiel 16:7 dan jadilah besar seperti tumbuh-tumbuhan di ladang! Engkau menjadi besar dan sudah cukup umur, bahkan sudah sampai pada masa mudamu. Maka buah dadamu sudah montok, rambutmu sudah tumbuh, tetapi engkau dalam keadaan telanjang bugil.
Kidung agung 7:7-8 Sosok tubuhmu seumpama pohon korma dan buah dadamu gugusannya. Kataku: “Aku ingin memanjat pohon korma itu dan memegang gugusan-gugusannya. Kiranya buah dadamu seperti gugusan anggur dan nafas hidungmu seperti buah apel.
Adakah dalam Bibel ayat-ayat yang bertentangan ?
Ada, beberapa ayat untuk contoh :
Yohanes 1:8 Tidak seorangpun pernah melihat Allah
1Tomitius 6:16 Seorangpun tak pernah melihat Allah
Keluaran 33:20 tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup
Bertentangan dengan
Keluaran 33:11 Tuhan berbicara dengan Musa dengan berhadapan muka seperti seseorang berbicara kepada temannya
Keluaran 24:10 Lalu mereka melihat Allah Israel
Matius 10:5-6 Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.
Bertentangan dengan
Matius 28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus
Adakah ayat dalam Bibel bertentangan dengan ilmu pengetahuan ?
Ada, beberapa ayat sebagai contoh :
Imamat 11:4-7 Tetapi inilah yang tidak boleh kamu makan dari yang memamah biak atau dari yang berkuku belah: unta, karena memang memamah biak, tetapi tidak berkuku belah; haram itu bagimu. Juga pelanduk, karena memang memamah biak, tetapi tidak berkuku belah; haram itu bagimu. Juga kelinci, karena memang memamah biak, tetapi tidak berkuku belah, haram itu bagimu. Demikian juga babi hutan, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu.
Perhatikan ayat-ayat diatas !
Unta, karena memang memamah biak, tetapi tidak berkuku belah. Kuku unta seperti kerbau tetapi ada sepatunya dibawah. Jadi kalau dilihat dari bawah seperti telapak kuda. Pelanduk, karena memang memamah biak, tetapi tidak berkuku belah. Pelanduk adalah binatang sebangsa kijang atau kambing, jadi kukunya belah seperti kambing. Kelinci, karena memang memamah biak, tetapi tidak berkuku belah. Kelinci sebangsa binatang pengerat seperti tikus, marmot jadi tidak memamah biak. Yang memamah biak adalah seperti sapi, kerbau, kambing dll.
Tentang penciptaan alam semesta
Kejadian 1:1-19 Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. : Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi. : Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. : Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama. Berfirmanlah Allah: “Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air.” Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian. Lalu Allah menamai cakrawala itu langit. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua. : Berfirmanlah Allah: “Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering.” Dan jadilah demikian. Lalu Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Berfirmanlah Allah: “Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi.” Dan jadilah demikian. Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari ketiga. Berfirmanlah Allah: “Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun, dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi.” Dan jadilah demikian. Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang. Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi, dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semua-nya itu baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keempat.
Perhatikan ayat-ayat diatas !
Allah menciptakan bumi. Bumi belum berbentuk kosong tetapi sudah ada samudra dan roh Allah melayang-layang diatas permukaan air. Samudranya dimana, airnya dimana sedangkan bumi masih kosong belum berbentuk.
Hari pertama Allah menciptakan siang dan malam. Hari kedua Allah menciptakan darat dan laut. Hari ketiga Allah menciptakan tumbuh-tumbuhan. Hari keempat Allah menciptakan matahari.
Belum ada matahari tetapi sudah ada siang dan malam, apa mungkin ?
Belum ada matahari sudah ada tumbuh-tumbuhan, apa bisa hidup ?
Kesimpulannya adalah dalam Bibel banyak ayat-ayat yang tidak sesuai denganj ilmu pengetahuan. Tapi Orang Kristen membela diri dalam buku Kitab suci Komunitas Kristiani edisi Pastoral Katolik hal 195 mengatakan: Kitab Suci bukanlah kitab yang mengajarkan ilmu pengetahuan.
Comment by yuyu — July 19, 2008 @ 6:58 am
ALHAMDULILLAH……………..
SETLAH PULANG DARI ITIKAF SELAMA 3 HARI……..
SAYA MERASA BENAR-BENAR YAQIN ADANYA ALLAH……..
ALHAMDULILLAH……..ALLH TLAH MEMBERIKAN HIDAYAH KPD SAYA HINGGA SAYA MENJADI RAJIN DALAM MENJALANKAN SHALAT 5 WAKTU DAN SELALU BERZIKIR………
Comment by RICO — July 30, 2008 @ 8:03 am
insya Allah aku akan mencobanya jujur saya menangis saat membacanya betapa maha besarnya kuasa tuhan ya Allah lindungilah hambamu dari perbuatan maksiat dan insyaAllah aku akan mencobanya……….trima kasih
Comment by sandydewi — September 1, 2008 @ 7:39 am
SUBHANALLAH….ya Allah
Comment by rossa dwi pratiwi — September 1, 2008 @ 7:42 am
ya Allah betapa banyaky dosa ku pdamu yang slama ini aku gk akan prnah mlaukan sholat stlah saya membaca btpa rasany saya ingin sperti klian yg rjin sholat saya udah tua umur saya 30an
Comment by kunto — September 1, 2008 @ 7:48 am
Assalamu’alaikmm wr .wb
saya tamara saya yg slama ini udh mlakukan sholat tapi gk ada yg rasany khusu’ saya ingin mlakukan sholat dgn khusu’dan tuma’ninah trima kasih anda telah memmotivasi saya untuk mlakukan sholat dgn khusu’ saya akan mencoba trima kasih…………………………..
Comment by lawrenza reza tamara — September 1, 2008 @ 7:56 am
Selama bulan Ramadhan ini di Metro TV ada acara Indahnya Sholat, berisi Pelatihan Sholat Khusyu’ oleh Ust. Abu Sangkan setiap hari pkl 17.05 - 18.00.
Sekedar berbagi informasi. Thanks.
Comment by Qisthon — September 6, 2008 @ 10:25 am
Ana bisa sholat dgn berlinangan air mata aja dah alhamdulillah, gak p
pitoyo marhaban wrote:
> Assalamualaikum Warahmatullahi Wabaraakaatuh
>
> Ana mempunyai jamaah di Bekasi,Jatiasih, bermula komplex tersebut tidak ada Musholla, dengan semangat ukhuwah maka terwujudlah Mushalla yang kecil tapi Bagus, akan tetapi 1 orang jamaah tatkala Mushalla Jadi bahkan tidak pernah Shalat berjamaah lagi sampai hari ini, sudah sekitar 3 Tahun.
> 2 Tahun yang lalu Jamaah tersebut Memberi Buku Dengan Judul ” Berguru Kepada Allah ” Karya Abu Sangkan. ke ana.
>
> Telah Ana Baca .
> Isinya pertama adalah Tasawuf Imam Ghazali,Mengenai Hati yang tentu menarik.
> Baru kemudian masuk ke Ajaran Sholat Khusyu yang Abu Sangkan ajarkan disini mulai tidak ada panduan kecuali Arahan Abu Sangkan.dan terakhir buku ini membahas masalah AL Halaj tokoh Wihdatul Wujud yang kemudian diikuti Syekh Siti Djenar yang dipaparkan tanpa kesimpulan.
>
> Kesimpulan Membaca : Ini adalah Torikot Wihdatul Wujud, yang banyak diyakini kalangan torikot sehingga timbul apa yang diistilahkan Ilmu Laduni, Yaitu Ilmu yang langsung datang dari Allah mirip Wahyu tapi bukan membawa syariat baru, Atau Istilah Kasyaf atau terbukanya Hijab seorang Hamba dengan Tuhannya,Dengan Syurga,dengan Neraka pokoknya yang berkaitan dengan yang ghaib.
>
> Bahayanya : Sholat Khusyu disini seperti meditasi,menyebut Allah sebanyak-banyaknya dimulai dengan apa yang dinamakan Patrap I,Patrap II dan Patrap III, yang murni ajaran Abu Sangkan, adalah menyimpangkan Sholat Khusyu Para Aulya yang mana para Aulya bertambah Khusyu dengan interaksi dengan bacaan Quran yang panjang sebagaimana contoh Rosul S A W,dengan Qiraat dan Tajwid yang indah ini semua diabaikan oleh Jamaah Abu Sangkan, mereka merasa transendential ( kesurupan )tatkala
> mengikuti patrap-patrap tersebut. Sehhingga muncul tidak usah belajar Al Quran toh bisa Khusyu apalagi menghafal Al Quran kok repot banget, pada akhirnya tidak bisa khusyu tatkala berjamaah yang bising apalagi ada suara anak-anak.
>
> Pengalaman : ana sendiri terlahir dari lingkungan torikot, guru Ana tatkala dzikir diwaktu ana masih kecil sering transendential dan bisa melihat Syurga dan Neraka, Ayah ana semoga Allah memberi ampunan tatkala ingin ke Makkah maka malamnya dzikir sudah sampai ke Makkah.
> Sewaktu ana masih kecil oh itu hebat sekali, tetapi tatkala kita telaah dengan ilmu agama, hal tersebut adalah tipuan jin yang membuat pelakunya mencukupkan diri dengan hal yang seprti itu
>
> Kesimpulan : Ajaran ini adalah Reinkarnasi Ajaran AL HALAJ maupun Syekh Siti Jenar untuk menfatwakan Sesat maka para Ulama seharusnya mulai menelaahnya.agar ummat tidak tersesat.
>
> Shollu kama roaitumuni Usholly .indahnya Sholat Rosul dan para shahabat yang mulia,baca sirah Nabawi tatkala rosul SAW mau wafat Shahabat Sholat Shubuh yang sangat indah dipimpim Abu Bakar Assidik ra.dirakat kedua Rosul Mulia membuka tirai kamarnya, beliau tersenyum indah melihat Sholat yang begitu indah,Abu bakar pun surut memberi kesempatan Nabi untuk turun dan memimpin Sholat, Tapi Rosul Mulia hanya tersenyum menunjukkan kebahagiaan,Sholat Shahabat yang menjadikan mereka kampiun Amar Ma’ruf Nahi Munkar,senyum terakhir beliau untuk kita semua.
> Sholatlah kamu sebagaimana aku Shalat, Sabda beliau Quran bacaannya
> ,Fiqh panduannya, Ulama pembimbing kita karena Ulama warasatul Anbiya.
>
> Wallahu Alam,Robbana la tuziq qulubana ba’da id hadaitana wahablana minladunka rahmatan innaka antal wahhab.
>
> Wassalamualaikum
Comment by pitoyo marhaban — October 15, 2008 @ 9:43 am
Tolong berikan Tips nya yang lebih detail agar sy bisa sholat khusu. sy sdh memiliki buku sholat khusuk dari Abu Sangkan. Wassalam
Comment by Usmah — October 16, 2008 @ 1:35 am
wajar jika kita merasakan kekhawatiran untuk kehilangan rasa yang kita senangi. terlebih dalam sholat, ie sholat khusuk. tetapi Allah telah berjanji, bila kita mendekatinya sambil berjalan, maka Allah akan menghampiri kita dengan berlari.
Comment by alief pujo arafyanto — October 18, 2008 @ 7:22 am
Assalamu alaikum wr.wb aku udah punya bukunya tapi tdak ada vcd serta mempraktekannya, Alhamdullillah aku udah sedikit dapat merasakan nikmatnya shalat akan tetapi aku belum pernah mengikuti pelatihan langsug krn aku didaerah, oleh karena itu aku butuh info dimana bisa dapat VCDnya
Comment by zakir,spd — November 1, 2008 @ 12:38 pm
Sebagian dari pelatihan itu bagus…., krn membimbing kita berusaha utk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Tapi ada baiknya MUI juga mempelajari lebih mendalam…dan mengkritisi…., sehingga mungkin ada koreksi, baik sedikit atau banyak terhadap metoda yang diusulkan Ustadz. Abu Sangkan, agar metodanya makin baik dan benar serta diridhoi Allah SWT.Amin.
Comment by Iwan — January 10, 2009 @ 5:17 am
ini merupakan rekayasa orang-orang kafir yang benci dengan islam. sebenarnya isi dari ini semua sangat tidak masuk akal alias giilaa. kalau anda tidak percaya dengan pernyataan saya ini anda bisa langsung mengkaji AL-QURAN dan AL-HADITS secara mendalam…
Comment by ZULKIFLI — February 18, 2009 @ 2:03 am
subhanallah!!!!!!!!
anda diberi hadiah terbesar dari Allah sbg seorang mukmin. mudah2an Allah tetap membiarkan anda dalam
keadaan seperti itu. doakan juga saya agar bisa mendapat bingkisan dari Allah. amin
Comment by rizka amelia — February 21, 2009 @ 8:55 am
Komentar Abdullahjamin syaiton itu menunjukan dirinya setan dan iblis…..yang ingin menghancurkan kebenaran….Makanya Banyak Baca biar isi kepala Abdullah ada isinya….Semoga nanti jikalau engkau meninggal tidak pernah akan melihat surga sesungguhnya….Allahu Akbar3X……abdullah Jamin baru masuk kristen yah….norak loh…gaya bahasa elo basi dan menunjukan kebodohan dan kedunguan diri elo….yesus dianggap Tuhan kok keluar dari lubang kemaluan Wanita…Jangan gila dong?kebusukan orang kristen kalau tidak bisa memurtadkan orang islam yakni seperti elo jadi gila dan dungu serta darahnya halal untuk dibunuh? kalau elo dan agama elo sesat ya udah elo telan aja pil pahit elo itu kenapa elo dikasih pikiran waras tidak untuk berpikir…dungu
Comment by Puji Rahayu — March 31, 2009 @ 5:43 am
tx,mau berbagi pengalaman tentang sholat khusyu anda. Sy pun sudah membeli buku itu, tapi baru serius dibaca kemarin sore. Sy sedang berjuang untuk bisa mencapi khusyu, semoga ALLAH membimbing sy jg.Pengalaman anda menambah semangat saya. Skl Lg big tx
Comment by ariyati — April 3, 2009 @ 6:30 am
Saya terkesan dengan kalimat ” khusu itu anugrah bukan diciptakan ” Subhanallah.
Comment by onie — April 12, 2009 @ 3:58 am
Allahu Akbar, jika kita benar2 mendapatkan kekhusyukan itu dari allah, subhanallah
Comment by edha — April 29, 2009 @ 5:54 am
sukses dengan shalat kusyuk amin
Comment by rdyanto — May 21, 2009 @ 2:45 am
mmhh..kemarin abis liat buku yang dimaksud di toko buku tapi nggak jadi di beli..setelah baca tulisan ini kayaknya ntar siang tak beli dech…and komentar saya setelah tulisan ini saya baca mmmh..kayaknya bener juga tuch lha wong setelah baca aja saya hampir nangis…thanks ya bro atas tipsnya…
Comment by Luthfi_Anwari — June 8, 2009 @ 5:46 am
Alhamdullah, semua Alloh yang mengatur….,saya kasih kunci lagi biar tambah khusuk Insaallah, sebelum sholat berdoa dengan sungguh “minta izin padaNYA untuk diijinkan bertemu denganNYA, diberi bimbingan, kekuatan , minta diberi rasa khusuk, rasa cinta/kasih sayang kedalam hati kita. jangan mencari kusuk tapi mintalah dengan sungguh padaNYA pasti DIA akan memberikan dengan ditandai ada perasaan tenang, damai, pasrah, iklas dan ada perasaan begitu rindu, cinta, sayang yang begitu kuat hanya padaNYA,baru niat sholat!!!!!aminnnnn…..
Comment by trikurnianto — June 10, 2009 @ 2:58 am
Makasih Mas atas pencerahannya………
Buat Pak A. jamin ; mungkin anda belum pernah baca Al-Qur’an yang sebenarnya, yang anda baca cuma Bukunya Parson Rajagukguk. Al-Qur’an isinya/tafsirnya gak seperti itu.
Comment by amir — June 17, 2009 @ 1:36 am
saya sebelumnya belum pernah nyoba,coalnya saya shalat menurut kemauan saya,mungkin akan saya coba
Comment by erich — July 20, 2009 @ 10:35 am
alhamdulillah, insya ALLAH kita bisa sama2 mengalaminya.
Comment by sofuani bachsin (fani) — July 31, 2009 @ 8:58 am
Saya baru mulai membaca ebooknya. Mudah-mudahan mendapatkan manfaat.
Comment by Indra Hasbi — August 1, 2009 @ 11:01 am
baru baca awalnya aja saya nangis…tengahnya apalagi…akhirnya makin menjadijadi…apalagi kalo ngerasain sendiri segimana nikmatnya…Subhanallah deh kayaknya…
pernah ngerasain..apalagi kalo tahajud…tapi dasar setan laknatullah, terus aja ganggu padahal tengah malem looohh…
Comment by unie — August 14, 2009 @ 2:51 pm
benar banget mas aku juga mengalami yang mas alami….Allah..Allah..Allah…
Comment by joni — September 14, 2009 @ 6:44 am
subhanallaah. Mudah2an saya pun mendapatkannya. Buat no. 116 semoga anda mendapat hidayah dari Allah
Comment by Risna — September 14, 2009 @ 9:17 pm
Subhanallah….
Perubahan paradigma Khusyuk dari sekedar konsentrasi pikiran menjadi ke perubahan sikap “ihsan” itu kiranya yang penting…sehingga sholat khusyuk diperoleh?. Semoga aku bisa….ya Allah, help me….untuk selalu dekat denganMU
Comment by Abi Athar — October 3, 2009 @ 3:46 am
Bapak Abdullah Jamin,Bapak 116…..
Sebenarnya dalam hati anda sendiri merasa bahwa anda sendiri tidak yakin dengan apa yang anda yakini sekarang, Betul?.(coba tanya ke hati nurani anda…Betul kan?).jadi silakan mencari2 jalan yang benar,sehingga hati anda menjadi sejuk. Paling tidak sejuk untuk diri anda sendiri. Silakan terus mencari, mumpung masih ada waktu…agar anda tidak merugi nantinya…..
Comment by Untuk 16 — October 3, 2009 @ 4:02 am
Mudah2an kita dapatkan kekhusyuk-an itu
Amin.
Comment by Al Maskury — October 14, 2009 @ 4:13 am
Khusus untuk pendapat Bpk Abdullah Jamin, rekan2 gak usah kepancing/emosi untuk mempermasalahkan semua itu, kalau kita emosi/kepancing syetan pasti akan senang dan kita berarti telah masuk perangkap Syetan Laknatullah….
Kita do’akan saja Bpk. Abdullah Jamin…. Mudah2an Allah memberi Hidayah agar saudara/rekan/temen/sahabat kita Bpk. Abdullah Jamin itu di ampuni dosanya n ditunjukan kejalan yang benar/lurus….. Amin Amin Amin Ya Robbal Alamin
Comment by Al Maskury — October 14, 2009 @ 4:19 am
Amin… Sy sependapat.
Comment by Aries — October 14, 2009 @ 4:25 am
Ane ikut setuju/sependapat dgn 166, mari kita doakan aja bersama-sama….
Semoga Allah selalu bersama kita… Amin
Comment by Ari — October 14, 2009 @ 4:29 am
Komentar Abdullahjamin ingin memutar balikan fakta n kenyataan yang ada yang datangnya dari Allah SWT.., tujuannya pasti akan menghancurkan aqidah umat islam… jangan2 dia itu yahudi…! Semoga hidayah akan diturunkan
Allah untuk Abdullahjamin n Semoga diampuni segala dosa n kesalahannya…. Amn
Comment by Suci's — October 14, 2009 @ 4:36 am