Es Krim Kunyah
Tips mendinginkan kepala dari kepenatan naiknya BBM.
Beli es krim. Kebetulan yang saya pilih adalah Neopolitan produk Campina. Ini yang isinya tiga rasa, strawberry, vanilla, dan coklat. Model 3 in 1 gitu loh.
Kemudian beli roti tawar yang enak. Favorit istri saya adalah merek Sari Roti jenis roti tawar kupas, yaitu putih saja yang sudah dihilangkan tepinya yang warna coklat itu.
Oke. Bahan sudah tersedia, lakukan langkah berikut :
- Ambil sehelai roti tawar kupas
- Buka es krim, korek dengan sendok. (favorit saya adalah bagian pertemuan strawberry dengan vanilla, jadi dua rasa sekaligus)
- Lapiskan es krim di salah satu sisi roti tawar dengan ketebalan cukup. Oleskan dengan takzim, ibarat Spongebob membuat Krepy Petty dengan penuh perasaan
- Lipat roti tawar, sehingga es krim menjadi lapisan di tengah seakan sandwich gitu loh
- Tarik nafas panjang sebentar, hembuskan spontan (trik mencapai kondisi rileks dengan cepat)
- Setengah pejamkan mata…
- Gigit rotinya dan kunyah pelan-pelan
Hmm….. lezatnya… (ucapkan syukur dalam hati atas karunia kenikmatan ini)
Selamat mencoba.



dingin-dingin empuks dwong….
Comment by ricky — November 12, 2005 @ 3:25 am
Hm… skali-kali memang harus begini: memanjakan diri sendiri
Comment by Imponk — November 12, 2005 @ 7:54 pm
ES KRIMNYA SUDAH HALAL?
Dear friend,
Cek dulu apakah Campina itu sudah halal atau belum. Seingatku, ada merek es krim yang juga menjual produk dengan rasa Rhum di dalamnya.
Prinsipku cukup sederhana: kalau salah satu produsen menjual salah satu produk dengan substansi haram, aku juga akan meragukan kehalalan produk lainnya.
(Jangan lupa, es krim itu dibuat dari campuran susu, gula, telur, tepung, FLAVOURING dan GELATIN..!)
Menambahi tulisanmu di Sepia.blogsome.com, salah satu metode beriman yang sederhana adalah mencoba selalu makan yang halal. Aku yakin sepenuhnya, kalau kita membiasakan makan dan minum yang halal, maka insya Allah kita akan terjaga dari segala sesuatu yang merusak hati dan tubuh kita…
Salam!
Comment by Israr Ardiansyah — December 13, 2005 @ 12:54 pm
tks fren.
ada yg bisa bantu nih?
kalau gitu sementara es krim nya Walls dulu deh.. tee no net.. tee no net… ti no na no ni net…
Comment by khairulu — December 13, 2005 @ 1:29 pm
Kalau tip ku lain seh! untok mendinginkan suhu badan yang sedang hangat,aku terus kakamar mandi dan merendamkan kaki ku kadalam ember atau baldi kurang lebeh 30 minit atau 60 minit sambil dudok atau berdiri saja dengan membaca koran,ngak perlu keluar wang, untok tabungan.Icream juga ngak perlu beli cukup dengan producksi sendiri,ambil ketulan ice,susu segar dari perisa kegemaran (chocklat,strawberry,vanilla dll) lalu di blend dan masokkan susu perisa kegemaranan anda,harus diingat ketulan icenya harus di bland sampai larut.Masokkan bahan2 yang diblend tadi kapeti ice lebih kurang 20 minit setelah itu ice cream kunyahnya sudah bisa dijilat eeeemmmmm shok sekali.
Comment by Budiarto — December 25, 2005 @ 4:42 am
FLAVOR yg diragukan mungkin rum ya? betul rum itu memang adalah sejenis minuman keras khas amerika latin yg dibuat dari tebu. Tapi ditoko bahan kue bisa dipilih rum yg asli atau rum buatan. Kalau rum buatan mah cuma permainan bahan kimia doang, dibuat supaya aroma dan rasanya mirip rum beneran, yah kayak rasa strawberry gitu lho, masak sih pakai buah strawberry beneran? jadi jangan langsung memvonis kata haram pada produk makanan yg ada rasa rumnya. Trus mengenai GELATIN, nggak semua es krim pakai GELATIN. GELATIN itu fungsinya adalah stabilizer, supaya es krim tetap lunak. Stabilizer bisa dibuat dari tumbuhan atau hewani, kalau GELATIN itu hewani, bisa dari tulang babi, bisa tulang sapi, nah yg tulang babi yg haram. Ada juga stabilizer yg dari tumbuhan, misal agar-agar, atau serbuk selulosa. Kalau sudah berbentuk es krim, nggak bisa bedain, mana yg pakai GELATIN babi, GELATIN sapi, agar-agar atau selulosa. Sama-sama lembut dan nikmat.
Comment by Firdaus — December 27, 2005 @ 12:54 pm
Thanks buat Bung Firdaus yang sudah menambahkan keterangan mengenai gelatin dan flavouring.
Soal gelatin sebenarnya sama dengan soal daging. Pertanyaan sederhananya adalah: apakah semua daging selain babi adalah halal? Tentu tidak kan? Ada sapi yang disembelih tidak pakai bismillah, ada ayam yang ditusuk jantungnya. Semuanya dihukumi sama dengan babi: haram. Nah, dengan prinsip kehati-hatian, bukankah lebih baik kalau kita berlepas diri dari hal yang meragukan (misalnya: Beef Gelatin dalam ingredients) menuju yang meyakinkan (Certified Halal beef Gelatin). Saya pernah punya pengalaman tidak enak dengan salah satu produk permen kunyah empuk yang memasang tulisan halal di kemasannya. Eh, setelah dilakukan penyelidikan oleh tim dari IPB, ternyata produsen permen tersebut tidak mengambil sumber gelatinnya dari sumber yang bersertifikat halal. Satu hal yang saya pelajari banyak di Indonesia adalah: jangan mengasumsikan bahwa semua daging non babi di Indonesia adalah halal, meskipun yang jual adalah muslim. Lihat dulu di mana dan bagaimana hewan itu disembelih…(he he he rumit ya?) Simpelnya, kalau kita tidak tahu sumber gelatinnya, mending cari yang kita tahu sumber dan statusnya kan? Toh sudah ada gelatin halal..
Soal flavouring, bukan sekedar rasa Rum atau Whiskey lho, brother..Flavouring ini harus dilihat dari metode ekstraksi dan produksinya. Kalau produksinya melibatkan unsur khamr (misalnya untuk mengekstraksi), maka tentu saja produk itu akan masuk ke kategori yang meragukan.
Tentu saja kita tidak akan mudah untuk menyatakan sesuatu itu haram. Tetapi, jangan mudah pula untuk menyatakan atau percaya sesuatu itu halal. Kebetulan, sekarang saya sedang menimba ilmu di negeri orang di mana ada warung kebab yang menulis halal meat tetapi juga menjual Ham kebab:)))
Oh ya, sedikit berbagi info, silakan gabung juga di mailing list yang sudah saya ikuti selama 6 tahun: Milis Halal-Baik-Enak di Yahoogroups yang dulu dimoderatori oleh pakar kimia flavouring/food technology Dr. Anton Apriantono yang sekarang menjadi menteri pertanian.
Comment by Israr Ardiansyah — January 2, 2006 @ 10:53 pm
Walah! Mas Israr ini bikin buyar kekhusyukan saya membayangkan kenikmatan mas khairul makan es krim. Jadi pikiran yang bekerja analisa rum, gelatin, halal, haram dll.
Comment by benu — February 7, 2006 @ 3:50 am
ribet
Comment by rinjani — February 7, 2007 @ 7:43 am
Setuju! Sedikit ekstra hati-hati memang perlu supaya kita tidak rugi di kemudian hari. Komentar no [9] tipikal milik orang yang hanya bisa berteriak vokal kalau sudah menjadi korban– tidak beda dengan beberapa orang yang baru bicara soal lingkungan, manajemen pelayanan publik dll kalau sudah mengalami sendiri!
Comment by Tien — March 1, 2007 @ 2:35 am
halal. lihat aja di label nya ada tanda halalnya kan? dan label tsb didapat bukan cuma asal nempel doang, tapi dari audit menyeluruh meliputi semua aspek produksi dari perusahaan campina sendiri. update halal terakhir campina kalau tidak salah adalah bulan kemarin dari MUI. So enjoy es krim campina! juga produk2 lain seh.. serasa sales campina gini.. huehehe
Comment by aji — June 16, 2007 @ 10:00 am
eskrim yang ada di indonesia pasti halal, gw berani jamin!!! secara MUI sudah memperketat pengawasan untuk bahan-bahan terutama raw materialnya yang masih impor.
Comment by gun, S.Si. — October 22, 2007 @ 1:40 pm
boleh juga dicoba, apalagi buat para ice cream holic. he…
Comment by prita — March 3, 2008 @ 5:34 am
Mengenai Es Krim CAMPINA janganlah dikhawatirkan kehalalan nya dan thoyiban, karena semua produk kami telah mendapat sertifikat HALAL MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI), dan produk rhum raisin sudah 5 tahun tidak diproduksi, sejak kami mendapatkan sertifikat HALAL MUI. Malah saat ini dari hasil uji SUCOFINDO terbukti bahwa Campina adalah satu-satunya es krim di Indonesia yang kandungan susunya paling padat dan paling banyak. AMin.
Comment by adji — September 3, 2008 @ 3:26 pm
Waks? rhum raisin Campina sudah 5 thn gk diproduksi? Pantesan sy cari ksana kmari gk nemu2, padahal lg kangen banget sama Campina yg rhum raisin..
Ada rencana dari campina gk utk kluarin rhum raisin yg menggunakan rhum buatan spt di komen no [6]?! beharap mode on ^_^
Comment by finaly — October 13, 2008 @ 3:19 am
Campina pake gelatin atau ga sih?pake yg nabati atau hewani
Comment by Ahme — November 30, 2008 @ 1:19 am
Ada yang butuh gelatin halal gak? terbuat dari kulit sapi dan sudah mendapat sertifikasi MUI, monggo mampir ke http://www.cvbtt.com
Comment by Tito Pradono — August 10, 2009 @ 8:46 am