Toyota adalah salah satu perusahaan pembuat mobil terkemuka di dunia. Sistem produksinya mungkin bahkan bisa dikatakan terbaik. Dengan efisiensi luar biasa, Toyota mampu meraih laba yang mengungguli gabungan GM, Ford, dan Chrysler sekaligus. Salah satu kunci keberhasilan Toyota adalah prinsip dalam adopsi teknologi baru, seperti diceritakan Jeffrey K. Liker dalam buku The Toyota Way.
Di Toyota, demikian diceritakan Liker, teknologi baru diperkenalkan setelah terbukti lolos melalui pengujian langsung dengan melibatkan banyak orang di berbagai seksi.Ini berarti teknologi tersebut telah dievaluasi berdasarkan tiga hal : mendukung orang, proses, dan nilai-nilai (support people, process, and values). Bila teknologi baru dapat memberikan nilai tambah (add-value) kepada proses, maka teknologi tersebut lalu dikaji apakah akan menimbulkan konflik terhadap filosofi Toyota, seperti menghargai orang lebih penting daripada teknologi, diputuskan secara konsensus, dan berorientasi untuk mengurangi kesia-siaan (waste elimination). Bila teknologi tersebut melanggar filosofi Toyota, misalnya menyebabkan gangguan atas stabilitas, reliabilitas, dan fleksibilitas, maka teknologi tersebut akan ditolak, atau ditunda hingga problem-problem tersebut dapat dipecahkan. Sistem TI sangat penting bagi Toyota, namun Toyota selalu memandang teknologi sebagai alat, ada untuk mendukung manusia dan proses. (more…)