Inspirasi Pagi


May 7, 2006

Toyota Way : prinsip adopsi teknologi baru

Toyota adalah salah satu perusahaan pembuat mobil terkemuka di dunia. Sistem produksinya mungkin bahkan bisa dikatakan terbaik. Dengan efisiensi luar biasa, Toyota mampu meraih laba yang mengungguli gabungan GM, Ford, dan Chrysler sekaligus. Salah satu kunci keberhasilan Toyota adalah prinsip dalam adopsi teknologi baru, seperti diceritakan Jeffrey K. Liker dalam buku The Toyota Way.

Di Toyota, demikian diceritakan Liker, teknologi baru diperkenalkan setelah terbukti lolos melalui pengujian langsung dengan melibatkan banyak orang di berbagai seksi.Ini berarti teknologi tersebut telah dievaluasi berdasarkan tiga hal : mendukung orang, proses, dan nilai-nilai (support people, process, and values). Bila teknologi baru dapat memberikan nilai tambah (add-value) kepada proses, maka teknologi tersebut lalu dikaji apakah akan menimbulkan konflik terhadap filosofi Toyota, seperti menghargai orang lebih penting daripada teknologi, diputuskan secara konsensus, dan berorientasi untuk mengurangi kesia-siaan (waste elimination). Bila teknologi tersebut melanggar filosofi Toyota, misalnya menyebabkan gangguan atas stabilitas, reliabilitas, dan fleksibilitas, maka teknologi tersebut akan ditolak, atau ditunda hingga problem-problem tersebut dapat dipecahkan. Sistem TI sangat penting bagi Toyota, namun Toyota selalu memandang teknologi sebagai alat, ada untuk mendukung manusia dan proses.

Sebagai contoh di Toyota service part, mereka masih menggunakan software kuno yang dibuat bertahun-tahun lalu. Jane Baseda, GM dan VP North American Parts Operations tidak melihat kebutuhan mendesak untuk modernisasi sistem itu, tentu saja dengan melakukan transisi secara gradual ke arah teknologi baru.

Sebaliknya, sebuah perusahaan Amerika pembuat spare part mobil yang menjadi supplier Toyota berusaha menerapkan ‘lean production system’ (yang ditiru dari Toyota’s Production System) dengan menerapkan sistem TI canggih. Sekelompok insinyur supply chain ditugaskan untuk membuat sistem yang mampu memantau seluruh rantai supply chain. Perusahaan itu menerapkan teknologi internet agar mampu ‘provide visibility into the supply chain’. Software supply chain canggih akhirnya dipasang. Software ini mampu memberikan informasi persediaan secara realtime melalui web.

Liker kebetulan diminta menjadi konsultan oleh perusahaan tersebut. Menurut Liker, perusahaan tersebut salah dalam memahami konsep ‘lean’ dari Toyota. Ini bukan masalah teknologi, namun masalah proses. Menurut konsep Toyota, terjadinya persediaan bukanlah karena tidak mudah dipantau, namun merupakan gejala dari proses yang buruk. Solusinya ada di proses. Secara analogi, ’supply chain visibility’ ibarat memasang video di lantai kerja pabrik, lalu Anda melihatnya dari tempat lain. Jelas ini tidak menyelesaikan masalah. Untuk meningkatkan produktifitas harus dengan memperbaiki proses kerja guna menghilangkan kesia-siaan (waste). Software secara sendirian tidak akan menghilangkan ‘waste’ itu.

Akhirnya melalui uji coba penerapan sistem Toyota yang benar, perusahaan itu mampu memotong hingga 80% inventory tanpa menggunakan bantuan teknologi informasi! Keberhasilan itu dicapai dengan penerapan sistem ‘kanban’ (manual pull system). Lead time (waktu tunggu) berkurang sebanyak sepertiga dari sebelumnya. Semua itu tanpa teknologi baru.

teknobis - khairul @ 2:29 am

4 Comments »

    Gravatar Image
  1. Toyota memang OK. Orang banyak meniru sebagian-sebagian saja dari praktek manajemen toyota, seperti Just-in-Time Inventory, kanban, atau hoshin kanri dalam filosofi planningnya. Tapi mengambil sepotong jurus dari seorang suhu hebat bukan berarti kita bisa menjadi sepertinya. Kuncinya saya kira bukan di teknik atau metode apa yang sedang dijalankan di toyota, tapi lebih ke kultur korporasinya yang luar biasa kuat. Tapi, kultur memang tidak bisa dikopi semudah kita mengambil teknik dan metodologi.

    Comment by hendro — May 8, 2006 @ 3:19 am

  2. Gravatar Image
  3. Saya sangat tertarik dengan TPS karena dewasa ini berbagai perusahaan automotif ingin mengadopsikanya dalam sistem perusahaannya masing-masing. Misal ada essay-essay tentang hal ini mohon untuk dikirim ke email saya. terima kasih sebelumnya

    Comment by amir — September 21, 2007 @ 7:02 am

  4. Gravatar Image
  5. saya ingin tahu bagaimana toyota mengimplement TQM dlm proses pengeluaran, jenis inspection, machine dan bagaimana Toyota menggunakan produk yang tidak digunakan, adakan direcycle ..jika recycle menjadi apa…t.kasih atas bantuan

    Comment by rohan — October 20, 2008 @ 5:09 am

  6. Gravatar Image
  7. aku bisa di attach nggak tentang sistem just in time inventory yang diterapkan di TOYOTA. aku sedang buat perencanaan JIT di farmasi nie. thanks ya…infonya

    Comment by pipit — December 12, 2008 @ 4:56 am

Leave a comment



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here