Inspirasi Pagi


June 16, 2006

Minority Report : perlunya skenario tandingan dalam kasus 3 kakak beradik

Terimakasih atas komentar rekan-rekan di tulisan sebelumnya. Istri saya juga tanya,” Mas, biasanya kalau nulis nggak emosi gini, apa karena teman…?” kira-kira begitu pertanyaan dia. Jawab saya : iya, memang saya menulis sambil menumpahkan emosi. Mungkin karena selama ini saya peduli (concern) dengan cara media memberitakan musibah terutama di TV berita kriminal (saya hanya langganan koran sabtu minggu), yang menurut saya sering keluar dari etika pemberitaan. Namun biasanya saya tidak mengikuti lebih lanjut berita seperti itu (pindah channel). Karena kali ini menyangkut seseorang yang saya kenal, maka kepedulian itu meningkat menjadi keinginan untuk menyampaikan kritik terhadap cara pemberitaan. Dan, itulah hasilnya, sebuah tulisan yang menurut istri saya jadi lain dari biasanya. Namun saya tegaskan, esensi tulisan sebelumnya itu adalah tentang bagaimana cara pemberitaan dan cara suatu berita dikembangkan.

Oh ya, maaf juga ke teman-teman Pikiran Rakyat, kebetulan koran Anda yang saya kutip karena itulah koran langganan kantor saya (dan begitulah kejadiannya siang itu). Setelah melihat liputan media lain di internet, eh ternyata judul mereka lebih bombastis dari judul Anda.

Selain itu saya melihat bahwa pemberitaan seputar kasus tersebut cenderung dikembangkan dari satu sumber utama, yaitu pengakuan si ibu (demikian yang ditulis BAP dan diliput media). Saya melihat alternatif lain sudah mulai diabaikan. Padahal menurut saya sumber utama tadi (si ibu) patut dipertanyakan kondisi mentalnya saat memberikan kesaksian. Kondisi ini menyebabkan penyidikan dilanjutkan berbasis sebuah SKENARIO tunggal. (more…)

richlife - khairul @ 11:37 am

Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here