Inspirasi Pagi


June 22, 2006

Hikmah dibalik musibah

Rekan saya banyak yang tertarik mendiskusikan musibah yg tertulis di dua tulisan sebelum ini. Salah satau teman saya akhirnya menyimpulkan bahwa kita -terutama suami- perlu lebih memperhatikan istri. Teman saya saat mendengar kabar ttg musibah itu sedang di Solo. Dia pun cepat-cepat pulang ke bandung. Dia berujar, “Pernah istri saya protes, kok saya lebih memperhatikan anak-anak dibanding ibunya…”. Teman sempat kaget mendengar hal itu, dia kira selama ini tidak ada masalah ttg hal itu. Bukankah wajar suami istri berfokus pada kepentingan anak-anak? Kali ini dia sadar bahwa ucapan istrinya itu punya makna yang mendalam.

Kita - eh saya - sering merasa bahwa kehidupan dengan pasangan kita normal-normal saja. Istri ngurus anak, suami kerja. Taken for granted. Kenyataannya kita sebagai pasangan perlu selalu ‘menyegarkan’ kembali romantisme kita sebagai pasangan. Yah, sesekali nonton bareng berdua saja. Yah, sering-sering ngobrol tentang minat masing-masing (bukan tentang anak melulu). Bukankah seringkali suami berkesempatan pergi ke luar kota, bahkan ke luar negeri, karena tugas, namun tidak bisa membawa istri? Enak sekali menjadi suami yang jalan-jalan terus sementara istri hanya sibuk dengan hal yang monoton..?

Saya tercenung dengan pendapat teman tersebut…

richlife - khairul @ 9:46 am

9 Comments »

    Gravatar Image
  1. ya betul, memang banyak suami yg suka lupa utk memberi perhatian kepada istrinya karena sibuk dgn pekerjaan dan anak. saya juga termasuk yg suka begitu, menganggap istri sudah mengerti, paham dan rela menerima keadaan seperti itu, padahal istri juga manusia bisa stress, bosan, dll. :)

    Comment by agusset — June 22, 2006 @ 10:38 am

  2. Gravatar Image
  3. padahal bukankah dulu kita yang memilih dia untuk menjadi pasangan hidup selamanya . Ya istri memang harus mendapat porsi . Untung istri saya cerewet untuk urusan beginian hehehehe . Ttg kasus tsb..hmm bisa jadi !

    Comment by tukangKoding — June 22, 2006 @ 4:43 pm

  4. Gravatar Image
  5. Silahkan lihat curhatan saya pak
    http://rahard.wordpress.com/2006/06/25/la-la-la-means-i-love-you/

    Comment by Budi Rahardjo — June 24, 2006 @ 11:54 pm

  6. Gravatar Image
  7. Betul.. pertanyaan “kok anak aja sih yg dipikirin?” pernah dua atau tiga kali ditanyakan istri saya. Saya pikir2, ya gak salah dia bilang begitu, sudah ngelahirin bayi, ngurus anak, kerja (istri masih kerja euy), eh ketemu suami yg disayang anak. Opo ora nesu?? :)
    Mas Khairul, alhamdulillah saya ketemu sampeyan via dunia maya secara tak sengaja membaca SEPIA. Jika sampeyan lupa, saya Dian Adhitya PN’94. Lama tak bertemu, tahu2 sampeyan sudah mendesain ilmu. Semoga sukses selalu, dunia wal akhirat.. amiin..

    Comment by Dian Adhitya Nagara — August 28, 2006 @ 9:38 am

  8. Gravatar Image
  9. no 4 Dian. aku ra lali ambek awakmu. Ludruk cak….

    Comment by khairulu — September 4, 2006 @ 6:54 am

  10. Gravatar Image
  11. wah ketemu ambek peno cak! Gini cak,kesalahnnya terletak pada percayanya kita pandangan serba dunia,mungkin saja ibu Anik itu maqomya tinggi lho seperti nabi Khidir yang membunuh anak kecil,lalu nabi Ibrahim yang membunh anknya satu,lah kalo ibu anik 3 berrati 3 kali lebih hebat ketimbang nabi Ibrahim as kepasrahannya pada Ilahi ? Jalan keluarnya ya lewat tambah istri toh, dan mengakkan negara Islam karena jelas membahagiakan dunia wal akherat, Amin Allahumma amin.Kalau kita menikah lagi banyak anak Insya Allah kafirin akan takut sama kita, Tul nggak cak!

    Comment by ahmed shahi kusuma — June 7, 2007 @ 1:25 pm

  12. Gravatar Image
  13. Setelah saya membaca semua komentarnya Ahmed Shahi Kusuma, saya sampai pada kesimpulan bahwa dia adalah orang yang berusaha mengadu domba Islam dengan non-Islam dengan memlintir tafsir sejumlah ayat dan hadis. Dia memang belajar Al Quran dan hadis–tetapi di balik itu–ada nada kebencian dan sinis di dalam kalimatnya yang dia kemas seolah-olah keluar dari seorang yang ber-Islam kaffah

    Comment by Bukan Ahmed Shahi Kusuma — August 6, 2007 @ 2:44 pm

  14. Gravatar Image
  15. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. kayfa taqul ana ghoiru muslim ? wallahu ya’lamu ma fi suduriy! Antum dulu kan yang berpikir bahwa polisi adalah gila? Antum terlalu emosi ketika umat islam wabil khusus min qoumin harokiya, terjebak kepada tindakan kriminal! hal2 seperti ini cak yang tidak bisa ana terima. Kita terlalu membenci suatu kaum hatta tiada keadilan obyektifitas, sesuatu yang dikehendaki Allah sendiri untuk bertindak adil, dan sering kita menggunakan kriteria kelemahan manusia bagi ghoiru muslim untuk menunjukkan izzul islam, walakin kita tidak bisa menerima kelemahan kita ( hatta dalam nilai inheren islam itu sendiri).Setiap ada masalah selalu kita menyalahkan rumah orang lain, apakah kita sering tidak melakukan kesalahan ? Contoh apabila kita mendengar peristiwa terorisme di antara kita sendiri ( bayna akhawaikum ),maka kita salahkan yang lain sebagai fitnah,provokasi,agenda zionis, makar dan sebagainya! ya akhi, sesungguhnya terorisme ada dalam semua agama ! Kewajiban kita saat ini adalah mengedepankan Islam yang berendah hati secara aktif bersama umat lain yang percaya dalam kemanusiaan religius untuk menunjukkan Allah kita adalah Rahman-Rahman bukan peradaban lapuk ribuan tahun yang sudah memfosil

    Comment by ahmed shahi kusuma — August 13, 2007 @ 4:18 am

  16. Gravatar Image
  17. Afwan … ya akhi… kalo tulisan saya disalahmengerti dengan antum yang terdidik!. Saya hanya tidak rela ( seperti kata Mohammad Abduh) Islam mahjub bi ‘lmuslimin. Kalau dalam dunia Kristen jelas ada juga orang yang mencari kekayaan dengan cara menjual ayat dan tersandung kasus perempuan, yaitu Jimmy Swaggart. Islam sungguh suci, semoga antum tidak salah paham lagi. Justru kalo ada yang salah tawwa shoubil haq !kan… tapi jangan membela orang-orang yang bodoh dalam memahami Islam .Hal jazu ul ehsan illa ehsan ! Afwan!

    Comment by ahmed shahi kusuma — May 28, 2008 @ 11:43 am

Leave a comment



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here