Inspirasi Pagi


June 13, 2006

Polisi dan Pers hanya mencari sensasi dalam musibah meninggalnya 3 kakak beradik?

Teman saya di Salman diberi ujian yang sangat berat dari Allah, semua putranya (3 orang) meninggal serentak pada hari Jumat kemarin. Saya turut berduka dan simpati yang mendalam kepada teman saya itu. Beberapa hari ini saya sering tercenung, bagaimana beratnya dia menanggung ujian tersebut? Bagaimana menghadapi rumah yang tiba-tiba sunyi dari tawa dan tangis anak-anak? Ya Allah ya Rabbi, kuatkanlah hatinya dengan kesabaran dan keimanan.

Perasaan saya terus galau beberapa hari ini tiap kali teringat musibah itu. Sampai tiba-tiba siang tadi saya membaca harian Pikiran Rakyat, dan saya sangat terpukul. Judul beritanya kurang lebih adalah “Tiga bocah kakak beradik dibunuh ibunya?” Masya Allah, dalam kondisi menanggung duka, keluarga teman saya itu sekarang diteror oleh polisi dan pers. Tanpa menunggu lewatnya masa berduka sedetikpun! (more…)

richlife - khairul @ 2:46 pm

June 9, 2006

xfruits

gara2 mas Puji, jadi ngotak-ngatik xfruits.com.

namun sejauh ini belum berhasil. :)

teknosos - khairul @ 9:05 am

June 6, 2006

Permadi, Soros, Kiyosaki, dan teori ekonomi

Apa yang sama dari mereka : ramalan.

Permadi meramal bahwa musibah berikutnya di Indonesia akan terjadi di Jakarta. Soros meramalkan pada awal 2005 bahwa ekonomi Amerika akan lesu tahun 2007. Kiyosaki juga meramal Amerika akan kewalahan dengan para pensiunan generasi ‘baby boomer’ yang akan mulai menarik tabungan pensiun mereka di tahun 2009/2010.

Siapa pun di antara mereka yang benar, Indonesia jelas akan mengalami imbas ekonomi yang dahsyat. Bahkan bisa terjadi krisis ekonomi tahap ke dua.

Negara ini adalah negara yang juara dalam hal utang luar negeri. Guncangan ekonomi dunia - atau anggap hanya ekonomi Amerika - dengan serta merta akan mengguncang ekonomi Indonesia. Itu berarti saya juga akan terkena imbasnya.

Saya berniat sengaja menjadikan tulisan ini sebagai catatan rencana menghadapi ketidakpastian ekonomi. Menurut buku-buku yang sempat dibaca, ketidakpastian dunia bisnis akan berakibat masyarakat menyimpan uangnya. Yang paling lazim adalah menyimpan di bank, valas, properti, atau logam mulia. Menurut anjuran salah satu buku, pada kondisi valas sedang tidak stabil maka penyimpanan yang relatif paling aman adalah emas. karena itulah saya mulai mengamati benda aneh satu itu yang manfaatnya kurang jelas, tapi diminati banyak orang.

Emas memang menjadi backup dari peredaran uang yang dikeluarkan suatu negara. Awalnya jumlah uang beredar harus dibackup oleh emas dengan jumlah yang senilai. Namun suatu ketika aturan ini diperlonggar menjadi satu emas menanggung sekitar uang 3 kali lipat nilainya. Tentunya jaminan negara atas uang yang beredar menjadi rentan bila tiba-tiba semua masyarakat mengembalikan uang tersebut dan minta diganti emas. Karena itu lazimnya nilai mata uang sebuah negara bergantung pada kredibilitas negara itu (pemerintah) yang menjaminnya. Pelan-pelan biasanya nilai uang yang beredar terkoreksi karena inflasi. (more…)

richlife - khairul @ 11:10 am
« Previous Page

Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here