Inspirasi Pagi


November 10, 2006

Bikin sendiri Asesmen untuk mengukur kecocokan diri dengan pekerjaan

Bosan? Jenuh? Merasa tertekan dengan situasi pekerjaan?

Mungkin itu akibat bawaan alami kita tidak sesuai dengan tugas pekerjaan.

Kalau Anda hobinya riset, lalu disuruh kerja melobi orang, pasti nggak enjoy. Sebaliknya, kalau Anda sukanya mengkoordinir orang, lalu disuruh tugas perencanaan, mungkin sama sebelnya.Bisa dikatakan : the right man, in the wrong place!

Indah sekali bila kita bekerja ‘bagai burung di udara, bagai ikan dalam air’. Tapi memang menentukan seseorang agar tepat pada tempatnya bukanlah hal mudah.

Iseng-iseng saya bikin tool buat assessment diri sendiri. Judulnya : SEPIA Modus Quick Test. Idenya adalah : tiap diri kita itu punya bawaan alami yang akan sukses untuk mengerjakan tugas jenis tertentu. Misalnya saya sendiri, mudah bosan kalau melakukan hal yang rutin. Bahkan ngajar kuliah dengan materi yang sama pun cenderung bosan, sehingga biasanya mengganti lagi materinya.

Lalu saya membuat SEPIA modus assessment test. Tujuannya untuk melihat pola kecenderungan diri dalam menggunakan berbagai kecerdasan yaitu IQ, EQ, SQ, juga PQ dan AQ. Biar rame diberi tokoh-tokoh kartun dari film Doraemon.

Ternyata ada juga yang coba, lalu penasaran dengan tafsiran hasilnya. Awalnya saya nggak begitu sibuk, sehingga masih rajin jawab permintaan analisis itu. Makin lama menjawabnya makin terlambat, berhubung biasanya hanya bisa santai akhir minggu (dengan Telkomnet Instant 100 rupiah/menit). Itupun kalau lagi ‘mood’ ngeblog. Akhirnya jadi nggak enak sendiri karena telat jawab.

Solusinya : ayuk dibikin saja analisis online.

Kebetulan bulan Juni 2006 lalu ikut mengisi acara master Mind Motivation. Acara Diknas Bandung yang disponsori Telkom Speedy (kantornya Mas Kuncoro tuh!), dan diorganisir IZI Consulting bandung.

“Berapa, 15 ribu siswa? Wah, gimana ngasih analisisnya?” begitu pikir saya waktu panitia bilang bahwa acara ini akan mengundang semua siswa SMU Bandung, dan mereka minta tes bakat.

“Tes bakat? Waduh, psikolog saja bisa kewalahan kalau segitu banyak…” Akhirnya dipakailah tes SEPIA Modus sebagai ganti tes bakat. Memang tes ini bisa untuk menganalisa kecenderungan cara bertindak seseorang. Jadi bisa digunakan untuk mengetahui kira-kira apa pekerjaan yang cocok buat dia.

Tapi 15 ribu responden jelas benar-benar masalah. Akhirnya muncul ide untuk membuat analisis tipikal responden. Kan sampelnya banyak nih.

Dan memang, sampelnya banyak karena kira-kira 11 ribu siswa datang memenuhi gedung Sabuga ITB sampai tumpah-tumpah keluar. Dan seperti diduga, ketika tes berlangsung terjadilah kekacauan, mana jawabannya banyak yang ngawur pula.

Akhirnya masih tersisa sekitar 5000 jawaban yang agak benar cara menjawabnya. Dari data tersedia itu kemudian dilakukan analisis untuk membuang data-data outlier. Hasilnya sebanyak 4852 jawaban dipandang bisa dipakai untuk analisis statistik.

Dari data itu kemudian dilakukan Cluster Analysis, dengan hasil tipikal sebanyak 5 kelompok. Kemudian setelah diteliti secara sampel, maka dapat diberikan label pada tiap kelompok tersebut.Setelah semua responden diberi label kelompok, maka dengan menggunakan Word bisa dibuat template analisa. Beres, 4852 siswa mendapatkan analisis hasil tes mereka. Dan saya, terbebas dari ‘dikerjain’ teman untuk memberi analisis pada ribuan orang. hmmmm…

Ada 5 kelompok tipikal yang muncul. Saya beri label : Mentor, Creator, Executor, Connector, dan Planner. Masing-masing punya profil yang berbeda.

Saya sendiri ternyata masuk kelompok Creator+Connector. Makanya selama ini memang saya males-malesan kalau proyek yang ditangani tidak ada unsur kreasinya sama sekali. Rasanya sangat terpidana kalau melakukan tugas rutin tanpa tantangan keingintahuan. Sebaliknya, ada kenikmatan ketika ngutak-atik situs dan bikin-bikin hal baru.

Beberapa waktu kemudian…

Tiba-tiba situs sepia yang saya kelola melonjak kunjungannya. Ternyata tes online Doraemon yang dipasang di situ mendadak banyak yang pakai. Heran juga, masak tiba-tiba jadi rame begini? Lalu suatu pagi ada 2 orang yang menelpon, minta konsultasi hasil tes SEPIA modus. Katanya tes ini mirip tes penempatan karyawan di suatu instansi. Wah! Jadi ini toh sebabnya…

Memang banyak yang nanya di situs, dan seperti biasa saya lambat menjawabnya. Lalu pikir-pikir, kenapa tidak saya buat online analisis sekalian? Kan ada hasil riset 4852 responden itu?

Lalu saya buat analisis diskriminan terhadap kelompok hasil analisis klaster. Karena teknik multiple discriminant analysis tidak memunculkan Cutting Score secara langsung, maka terpaksa dibuat trik sendiri.

Mula-mula dibuat analisis diskriminan antara 2 kelompok. Misalnya kelompok 1 vs 2, 1 vs 3, 1 vs 4, dst. Sehingga dari 5 kelompok diperlukan 10 analisis diskriminan. Dengan demikian didapat 10 rumus prediksi berdasar analisis diskriminan.

Kemudian bila ada profil SEPIA Modus dari seorang responden, profil tersebut akan diuji dengan 10 rumus tersebut. Maka bisa dikalkulasi peluang terbesar responden tersebut untuk dikelompokkan ke grup yang tepat.

Hasilnya : oke!

Selanjutnya tinggal sedikit web programming dengan PHP.

Sejauh ini respon dari yang memakai cukup antusias. Alhamdulillah. Paling tidak berjam-jam mikir dan mrogram bisa bermanfaat bagi orang lain.

Pikir-pikir, kalau respondennya bisa dipilih secara serius, sebuah perusahaan bisa membuat placement test lebih akurat dengan metode ini. Misalnya kita ingin menempatkan sales yang merencanakan di meja (strategi) dengan yang terjun ke lapangan. Tinggal kita undang sales2 terbaik dari kedua tipe kelompok tersebut, lalu kita jadikan sample model. Selajutnya kita bisa lebih yakin untuk placement karyawan baru. Ini kan mirip teori Modelling nya NLP (Neuro Linguistic Programming) Anthony Robbins. Cuman kali ini kita bantu pakai statistik. Hmm… asyik juga.

Mungkin Anda juga tertarik coba bikin? Atau coba ikut asesmen diri sendiri maupun bawahan Anda? Atau asesmen tim Anda, supaya tahu keunggulan masing-masing anggota tim?

Ini link nya : SEPIA Modus Quick Test.

Coba saya tebak : kemungkinan Anda adalah Doraemon+Nobita, dengan tipikal kelompok Creator. Bener?

teknosos - khairul @ 9:04 am

4 Comments »

    Gravatar Image
  1. klo usaha pasi bisa selesaikan masalah dengan baik..oce

    Comment by maharani yanitasari — April 21, 2007 @ 10:58 pm

  2. Gravatar Image
  3. Hi mas khairul…kok tebakannya bisa persis sich?? Terimakasih atas kreasi mas. Saya bersyukur bisa nyasar ke website ini sebelum terlambat.

    Comment by wim — January 16, 2008 @ 7:16 am

  4. Gravatar Image
  5. By the way I’m so sorry nich….belom nemuin assesmen yang unik kayak gini kayaknya mau nich dibagi ilmunya…..Thank’s

    Comment by Norfaidah T.M. — June 30, 2008 @ 6:21 am

  6. Gravatar Image
  7. saya coba melihat website untuk test bakat yang anda maksdukan tapi ndak bisa2 kanpa ya? apakah masih bisa fungsi? Saya sangat tertarik untuk mengetahui test bakat ini

    Comment by adlan — January 31, 2009 @ 1:38 am

Leave a comment



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here