Inspirasi Pagi


December 3, 2006

Poligami dan problem sosial

Aa Gym menikah lagi. Banyak ibu-ibu pemujanya patah hati. Ya, Aa Gym kan public figure, takutnya menjadi pembenaran banyak suami untuk ikut-ikutan menikah lagi.

YZ, seorang anggota dewan sedang dirundung petaka besar. Sebuah video diduga adalah video perselingkuhan dia dengan seorang artis. Berita ini ramai menghiasi layar kaca.

Kontak Jodoh, acara di SCTV, adalah ajang menjodohkan muda mudi yang dikemas dengan gaya reality show. Pesertanya cukup banyak, ada yang lalu jadian, ada juga yang pulang patah hati karena gayung tak bersambut.

Kebetulan istri sedang mengantar anak ke tempat saudara di luar kota, bengong sendiri, setel TV, ya beberapa berita itu yang sedang ramai saat ini. Saya tidak tahu bagaimana pendapat istri saat mendengar berita Aa Gym. Dia fans beliau. Namun saya ingat, kami pernah diskusi tentang poligami ini. Sebagai wanita jelas dia merasa berat untuk mendukung poligami. Sebagai muslimah jelas juga dia membenarkan. Memang terkadang kita punya anggapan stereotip, kalau membenarkan berarti setuju, kalau setuju berarti mendukung. Padahal boleh-boleh saja untuk membenarkan dan tidak mendukung.

Tentu saja sebagai orang Islam kita wajib membenarkan adanya hukum yang membolehkan poligami. Itu jelas hukumnya, dan mutlak kebenarannya. Jelas juga bahwa poligami bukan kewajiban dalam Islam. Tidak juga dalam bentuk anjuran. Yang saya tahu, ayat itu dimulai dengan kehati-hatian dalam mengasuh anak perempuan yatim.

Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap perempuan yang yatim , maka kawinilah wanita-wanita yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil , maka seorang saja , atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya. (QS 4 An Nisaa : 3)

Pada masa itu banyak janda-janda perang yang perlu disantuni, sehingga menikahi janda-janda juga merupakan solusi atas kehormatan masyarakat. Selain itu menikah merupakan anjuran untuk menciptakan kedamaian dalam masyarakat.

Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas lagi Maha Mengetahui. (QS 24 An Nuur:32)

Itu kalau kita menggunakan agama sebagai pijakan. Bagaimana dong dengan perasaan wanita?

Ya itu tadi, membenarkan, tidak perlu berarti mendukung. Itu kan sama saja dengan sikap saya yang sebaliknya, yaitu tidak membenarkan tapi malah mendukung, yaitu menanggapi kampanye penggunaan kondom untuk mencegah penyegaran AIDS. Saya sama sekali tidak membenarkan perilaku seks bebas. Itu haram, jelas. Tapi saya realistis untuk mendukung kampanye kondom, karena memang banyak orang yang masih gila dengan perilaku seks kotornya, lalu menulari orang-orang baik yang tidak tahu menahu, baik itu istrinya di rumah, atau orang yang mendapat transfusi darah darinya (dan istrinya yang tertulari). Saya tidak membenarkan perilaku seks bebas, tapi saya mendukung kampanye kondom (walaupun saya sangat risih dengan kampanye itu).

Dan itulah hasil diskusi kami, saya dan istri, bahwa kita harus dan wajib membenarkan poligami, dan itu tidak perlu diartikan bahwa saya, sang suami, sedang berencana untuk berpoligami.

Saya sendiri sering dititipi untuk mencarikan jodoh. Dan selama ini, sulit luar biasa! Di usia saya sekarang, banyak yang saya kenal juga menjadi single parent. Rasanya perlu mencari solusi atas masalah-masalah ini. Karena realitas tersebut, saya cenderung mendukung bagi mereka yang terbukti berpotensi mampu (akhlak maupun finansial) untuk berpoligami.

Anak saya juga perempuan. Kondisi yang akan dia hadapi untuk masalah jodoh kelak kurang lebih akan sama dengan kondisi sekarang. Saya berempati, bahwa masyarakat kita mengalami beban sosial yang berat dengan banyaknya perempuan yang sendirian. Saya berempati dengan mereka yang sendirian itu. Saya juga berempati dengan para wanita yang kebetulan suaminya sekarang ini kasar dan kejam terhadap dirinya.

Saya berdoa akan terciptanya masyarakat yang lebih dewasa dalam memandang poligami, agar tercapai masyarakat yang lebih tentram, agar lebih banyak anak yatim yang tersantuni, janda-janda yang terjaga kehormatannya, dan gadis-gadis yang menemukan pasangan berkualitas baik yang bisa menemaninya dalam perjalanan menapaki tangga menuju surga.

Dan itu semua, jangan diartikan besok saya mau berpoligami. :)

richlife - khairul @ 9:19 am

38 Comments »

    Gravatar Image
  1. sepakat..

    Aku gak mendukung poligami tetapi aku menentang pelaranga

    Comment by kunderemp — December 3, 2006 @ 2:34 pm

  2. Gravatar Image
  3. setuju banget..!!
    masyarakat umumnya memandang poligami hanya dari sisi seksnya saja, padahal poligami lebih dari sekedar itu, bagaimana tanggung jawab suami terhadap istri-istrinya baik secara materi maupun non materi dan itu sangat berat..!!

    Comment by rasyid — December 3, 2006 @ 3:54 pm

  4. Gravatar Image
  5. aku pun mendukung poligami selama itu bukan dilakukan pasanganku sendiri.

    what a hypocrite.

    Comment by jackazz — December 3, 2006 @ 4:24 pm

  6. Gravatar Image
  7. Poligami…?
    kok masih ada yah???

    Comment by nadine — December 4, 2006 @ 3:06 am

  8. Gravatar Image
  9. Marilah kita semua mengerti lebih dalam aturan Allah. Jangan berpikiran sempit dengan mengkonotasikan poligami dengan pengumbaran nafsu semata. Wanita banyak sekali yang menentang poligami, padahal aturan poligami itu untuk melindungi kaum wanita. Apakah kaum wanita lebih memilih untuk menjadi kekasih gelap daripada seorang istri yang sah? Alangkah dangkalnya kita berpikir, mencampur adukkan kewajiban dan tanggung jawab yang berat dalam berpoligami dengan nafsu seks.

    Comment by Irwin — December 4, 2006 @ 5:51 am

  10. Gravatar Image
  11. POLIGAMI ??

    SETUJU !!! saya setuju dengan adanya POLIGAMI asalkan istrinya pemain sinetron yang cantik2 spt: ratu veli, marshanda, dian sastro, andien, dan yang sejenisnya…. SETUJU SEKALI…!!!!

    Comment by Bobon's — December 4, 2006 @ 9:59 am

  12. Gravatar Image
  13. Poligami boleh aja, asalkan alasannya bukan karena nafsu syahwat, spt kecantikan, daripada punya kekasih gelap, melacur, dll. Nabi tdk serendah itu, tujuannya poligami jauhh lebih mulya daripada sekedar nafsu syahwat.

    Comment by GP — December 5, 2006 @ 2:21 pm

  14. Gravatar Image
  15. bukankah poligami jaman nabi dikarenakan byk laki2 yg meninggal krn korban perang……? kalo masalah wanita dijadikan kekasih gelap lalu poligami dibenarkan rasanya itu kurang tepat, laki2 pun hrs bertanggung jwb kenapa tdk mau menerima istri spt apa adanya.
    dan apabila seorang suami minta izin kpd istri utk menikah lg, dan istri tak memberikan izin…
    apakah wanita berdosa? sedangkan wanita solihah hrs patuh pd suami.
    sungguh berat cobaan wanita, semoga ibu2 yg dimadu diberikan keridhohan oleh Allah Swt.

    Comment by salmaa — December 5, 2006 @ 10:32 pm

  16. Gravatar Image
  17. Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap perempuan yang yatim , maka kawinilah wanita-wanita yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil , maka seorang saja , atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya. (QS 4 An Nisaa : 3)

    Jadi boleh “mengawini” (tanpa menikahi) budak-budak juga ya?

    Comment by Emanuel Setio Dewo — December 6, 2006 @ 2:26 am

  18. Gravatar Image
  19. of course kawin itu ya menikah bapak emanuel!

    Comment by salmaa — December 6, 2006 @ 3:05 am

  20. Gravatar Image
  21. Awal Bulan Desember 2006, Indonesia di gemparkan dengan dua berita yang saling kontra antara yang satu dengan yang lainnya. Pertama : Pemberitaan media massa yang mencuatkan kasus video porno seorang anggota DPR dengan inisial YZ yang dilakukan dengan seorang penyanyi dangdut ME. berita ini membuat kalangan aktifis perempuan menyesalkan, seperti apa yang di katakan oleh Ratna Surampaet. Kejadian ini juga telah menjatuhkan harga diri seorang wanita di hadapan masyarakat apalagi di hadapan Tuhan, kemudian setelah nasi menjadi bubur siapa yang harus disalahkan.. ..? YZ dan ME kah yang harus disalahkan yang dengan seenaknya saja merekam adegan sex untuk kepentingan pribadi….? Ataukah orang lain yang dengan sengaja menyebarkan video adegan tersebut kepada khalayak ramai….? Ataukah hukum yang ada di negeri ini yang disalahkan.. .? Apakah sudah tidak adalagi setitik perasaan moral pada setiap orang yang ada di negeri ini…..?
    Kedua : Pemberitaan tentang menikahnya Seorang Da’i kondang yang sering kita dengar dengan sebutan Aa’ Gym untuk yang kedua kalinya, dalam istilah hukum kita sering menyebut dengan istilah poligami. Dalam memandang poligami ini masyarakat banyak yang simpangsiur, dalam artian ada pro dan kontranya. Yang pro mengatakan bahwa poligami adalah sunnah, tetapi bagi yang kontra mereka mengatakan bahwa poligami telah melah melecehkan harga diri kaum hawa.
    Akan tetapi kalau kita lihat pada kejadian pertama sebenarnya siapa yang telah menghancurkan harga diri wanita…… …? Mari kita memandang dengan pikiran jernih dan sehat, dan jangan melihat hukum dengan sebelah mata.

    SELAMAT UNTUK Aa’ Gym

    YZ dan ME AKUI KESALAHAN KALIAN JANGAN SEENAKNYA AJA BICARA DI DEPAN MEDIA

    Comment by dado — December 6, 2006 @ 3:26 am

  22. Gravatar Image
  23. poligami ….:D anda menerapkan standar ganda deh kayaknya …

    syaratnya berat dunia akhirat, … tapi lagian buat apa bela2in poligami ?? yang perlu dijinakkan tuh bapak2 gatel yang pingin poligami dengan alasan dibuat2 sekedar nambah bini …. ga mikirin anak anaknya ntar …

    lagian yang mampu poligami yang kaya materi bukan kaya hati …setia satu pasangan seumur hidup itu udah konsekuensi menikah …

    Comment by yudi — December 7, 2006 @ 4:25 am

  24. Gravatar Image
  25. Puisi suami yg minta ijin poligami :

    Istriku,
    Jika engkau bumi, akulah matahari
    Aku menyinari kamu
    Kamu mengharapkan aku
    Ingatlah bahtera yg kita kayuh, begitu penuh riak gelombang
    Aku tetap menyinari bumi, hingga kadang bumi pun silau
    Lantas aku ingat satu hal, bahwa Tuhan mencipta bukan hanya bumi, ada planet lain yg juga mengharap aku sinari

    Jadi..
    Relakanlah aku menyinari planet lain, menebar sinarku
    Menyampaikan faedah adanya aku, karna sudah kodrati
    dan Tuhan pun tak marah…

    Balasan Puisi sang istri …

    Suamiku,
    Bila kau memang mentari, sang surya penebar cahaya
    Aku rela kau berikan sinarmu kepada segala planet yg pernah Tuhan
    Ciptakan karna mereka juga seperti aku butuh penyinaran dan akupun juga
    Tak akan merasa kurang dengan pencahayaanmu
    Tapi,
    Bila kau hanya sejengkal lilin yg berkekuatan 5 watt, jangan bermimpi menyinari planet lain!
    Karna kamar kita yg kecil pun belum sanggup kau terangi
    Bercerminlah pd kaca di sudut kamar kita, di tengah remang-remang
    Pencahayaanmu yg telah aku mengerti utk tetap menguak mata
    Coba liat siapa dirimu…
    Mentari atau lilin? Plis deh gitu lho ..

    —puisi ini saya dapet saat membuka http://www.mail-archive.com/brc@googlegroups.com/msg00086.html

    Comment by opin — December 7, 2006 @ 10:38 am

  26. Gravatar Image
  27. Seorang tokoh yang dikenal sebagai da’i
    Dalam hal wanita ternyata Aa Gym nggak beda ama pelaku poligami pada umumnya. Mereka sama – sama berlindung di balik “Islam” ( islam dalam tanda petik ).

    Istri pertamanya tidak ikhlas. Itu terlihat jelas dalam wawancara di televisi. Demikian pula anak-anaknya. Mereka terpaksa ikhlas. Habis mau apa lagi.

    Kasihan istrinya. Memang masih banyak wanita yang merasa wajib menerima apapun perlakuan suaminya.

    Adalah jauh lebih baik bila Aa Gym secara gentle mengakui bahwa beliau terpaksa kawin lagi karena tidak bisa menahan nafsu cintanya melihat wanita lain tersebut.

    Ada yang bilang bahwa istri pertama Aa Gym sedang menerima cobaan dari Allah, jadi memang harus sabar dan ikhlas. Padahal yang disebut “cobaan” itu bukan hanya urusan kesabaran saja, tapi bisa nggak dia pakai akal-pikirannya untuk keluar dari masalahnya atau pasrah saja diiming-imingi surga versi suaminya.

    Keikhlasan, kesabaran, kemampuan memaafkan memang jalan menuju surga. Maka ketabrak becak pun, bila ikhlas, juga bisa masuk surga.

    Ada pula yang bilang bahwa Aa Gym menikah bukan karena hawa nafsu.
    Wah kalau Aa Gym menikah tanpa rasa cinta, lebih kacau lagi. Disebut apa orang yang berhubungan suami-istri tanpa rasa cinta ?

    Sebetulnya Aa Gym, secara samar, sudah mengakui keterbatasannya dengan menyebut kawin laginya itu sebagai “emergency exit”. Artinya dia tak mampu membendung hasrat egonya dengan melukai hati anak dan istrinya.

    “Jagalah hati, jangan kau nodai,” itu senandungnya. Sayangnya justru beliau sendiri tak mampu membendung hasrat hatinya hingga perlu “emergency exit”.

    Al Qur’an memang tidak secara gamblang melarang poligami, tapi dalam Al Qur’an surah An Nisaa (4) : 129 dinyatakan : “ Kamu tidak akan dapat berlaku adil terhadap para istrimu, walau kamu sangat ingin berbuat demikian”. Aa Gym harusnya tahu dan mampu menghayati ayat tersebut.

    Harus dibedakan antara masalah poligami dengan kasus Aa Gym. Poligami boleh-boleh saja, asal memenuhi syarat. Masalahnya Aa Gym tidak memenuhi syarat. Anak dan istrinya tidak ikhlas.

    Dalam wawancara di televisi, istri pertama aa Gym selalu berujar, “ do’akan saya, agar bisa ikhlas,…do’akan saya agar mampu menjalani hidup bersama Aa”. Itu artinya dia dalam kondisi tidak ikhlas. Istri Aa Gym tidak ikhlas. Tapi terpaksa ikhlas.

    Pada umumnya wanita yang mengizinkan suaminya kawin lagi (berpoligami), memiliki ciri-ciri :
    1. Tidak paham sepenuhnya ajaran Islam, khususnya tentang hak-hak seorang istri (wanita).
    2. Wanita yang tidak mandiri. Sangat tergantung pada sosok laki-laki.
    Ciri-ciri no 2 tersebut nampak jelas pada diri istri pertama Aa Gym. Ini Wajar: anak banyak dan ketergantungan financial.

    Orang sering bilang,”Daripada zina, lebih baik poligami.” Pertanyaannya : Mengapa poligami dibandingkan dengan zina yang jelas-jelas salah dan dosa ? Bandingkan donk poligami dengan monogami. Ini ibarat orang tua ditanya, mengapa pukul anaknya yang nakal, dan dia menjawab: “Daripada saya bunuh !”

    Pengertian adil itu apa ? Sama rata, sama rasa, sama-sama ?
    Kalau itu ukurannya, maka : nggak makan satu nggak makan semua, kelaparan satu kelaparan semua, itu sudah memenuhi kreteria adil. Tapi apakah rumah tangga macam ini membahagiakan.

    Para pria pelaku poligami harusnya dapat lebih secara jujur mengakui bahwa ia jatuh cinta lagi, bahwa ia mencintai dirinya sendiri, bahwa kadar cinta kepada anak dan istri pertamanya memang sudah berkurang. Ngaku gitu aja koq repot.

    Janganlah mengaku-ngaku karena Allah, sunnah rasul, ingin menolong, mengangkat derajat wanita. Kalau ingin menolong, ya tolong aja. Kenapa harus dikawini. Kalau mau angkat derajat wanita, ya angkat aja. Kenapa harus dikawini.

    Dan tentang rasul dan para nabi, mereka tidak dapat dijadikan ukuran. Mereka adalah orang-orang yang terjaga hati dan perbuatannya. Dan mereka hidup di zaman dengan tatanan sosial budaya yang berbeda dengan kita sekarang.

    Diperbolehkannya menikah sampai empat dalam Al Qur’an bertujuan pembatasan, karena pada masa Al Qur’an di turunkan masyarakat Arab hobby menikah sebanyak-banyaknya, hingga banyak istri dan anak-anak yang terlantar, nggak keurus.

    …..

    Jadi bukannya yang sudah monogami dianjurkan berpoligami. Pernikahan ideal adalah monogami. Namun bila jatuh cinta lagi dan nggak bisa tahan diri, boleh nikah lagi asal izin anak-istri, anak istri ikhlas (tidak melukai hati mereka) dan… ADIL !
    Tetapi patut direnungkan QS. An Nisaa (4) : 129 , yang menyatakan: “Kamu tidak akan dapat berlaku adil terhadap para istrimu, walau kamu sangat ingin berbuat demikian…”

    Comment by Sang Kelana — December 14, 2006 @ 4:16 am

  28. Gravatar Image
  29. Poligami mempermudah surga bagi istri yg dimadu? Anak2 korban poligami jg menderita dipermudah juga ya sorganya?
    Menurut saya cara berfikir begitu yang sangat aneh. Logika yg kacau balau. Logika aneh yg mungkin disebabkan karena jiwa yg telah tergadaikan kepada rasa takut yang luar biasa.

    Poligami itu dari jaman dulu sampe sekarang umumnya didorong oleh syahwat. Buktinya, istri kedua umumnya lebih cantik/sexy dari istri pertama.
    Berfikir bahwa poligami itu mengurangi perawan tua dan janda2 juga keliru, karena tadi itu, yg laris pasti yg masih muda/cantik/sexy/kaya. Yg lain tetap aje jadi perawan tua dan janda.

    Comment by Teman Lama — December 24, 2006 @ 2:02 am

  30. Gravatar Image
  31. ajaran munafik

    Comment by mewek — January 17, 2007 @ 7:00 am

  32. Gravatar Image
  33. Assalammualaikum wr wb, Saya sangat prihatin dengan pandangan2 miring tentang poligami, saya juga tidak poligami. Tetapi saya menyayangkan saudara2 kita berpandangan picik, menandakan pengetahuan tentang akhidah keislamanya perlu kekafahan, coba yang renungkan, apakah saudara saudari sudah mempunyai ilmu yang kaffah tentang Islam???, Kenapa saudara saudari tidak pernah protes, sms, memerangi, unjuk rasa, berdoa,kepada kedzaliman berjamaah Korupsi, prostitusi, perjudian, kebohongan publik, pelacuran, penindasan kaum miskin dll…..apa sumbang sih anda … yang diperbuat untuk melawan kedzaliman ini, subhanallah… berdoa(adalah selemah-lemahnya iman)…. Kenapa kita sibuk dengan POLIGAMI yang jelas itu adalah halal. Ya Allah…Ya Allah21x….bukalah pintu hidayah saudara saudariku yang selau ghibah, terhadap kaum muslim sendiri… inilah salah satu tanda2 kehancuran umat Islam, ..Kembali…Kembali..ke hakekat KeIslaman kiat . Wassalam

    Comment by Bambang Wedar — January 31, 2007 @ 12:51 am

  34. Gravatar Image
  35. jangan larang poligami (menikah lebih dari satu sesuai dengan ketentuan agama). tapi dibedakan dulu arti poligami, nikah, zinah dan selingkuh. biar gak ruet

    Comment by aunur rohman — April 16, 2007 @ 8:23 am

  36. Gravatar Image
  37. G SETUJU BGT!!!!APAPUN ALASANNYA
    nabi melakukan itu karna menolong orang
    bukan kayak jaman sekarang tujuannya g baik semua

    Comment by tina — April 22, 2007 @ 4:26 am

  38. Gravatar Image
  39. kenapa kok cuma dukung poligami semata tanggung ,padahal di dalam Al Qur’an suci telah dihalalkan menyetubuhi budak wanita (lihat QS 23:5-6),nah jadi tugas kita bukan hanya pro poligami,tapi bagaimana kita bisa hidup seperti jaman Nabi lagi di mana budak-budak melimpah ruah,bukankah Maryam Al Qibtiyah itu budak Mesir yang muda ,ranum dan cantik. Bukankah shafiyah janda berusia 15 tahun, dan Juwairiyah janda cantik berusia 17 tahun. kalo cuma Aa’ Gym menikah dengan janda yang berusia 30an kok direpotin.kalo dalam rumah tangga nabi SAW saja biasa ada konflik,misalnya pernah nabi SAW kedapatan meniduri Maryam Al Qibtiyah di rumah Hafshah, dan Hafshsah marah lalu turn ayat At Tahrim, baca tuh Tafsir Ibnu katsier, Al Maragih,Al Azhar yang berbahasa Indonesia karangan Hamka.Saudaraku tetap berpegang pada manhaj Nabi yang shahih itu,Go to hell Kafirin YAHUDI(jangan disebut lagi kata barat kafir poligami, tapi ta’adudzzawjat,ingat jangan gunakan kata poligami lagi,itu bahasa kafir)

    ::: Saudara Ahmed, tulisan Anda sekilas seperti orang yang mengerti banyak tentang Islam, tapi kesan saya tulisan Anda ini seakan ditujukan untuk menjelekkan Islam (tanpa rasa hormat kepada Rasulullah saw). Sori nih, ‘nada pesan’ tulisanmu itu kurang ajar sekali menggambarkan rumah tangga Rasulullah saw. Tidak mungkin orang yang ‘mencintai’ beliau memilih diksi seperti itu. Apakah memang Anda sengaja berlaku demikian (alias : musang berbulu domba, pura-pura memuji padahal mencela)? Khairulu

    Comment by ahmed shahi kusuma — May 13, 2007 @ 6:15 am

  40. Gravatar Image
  41. Alhamdulillah, makin banyak yg poligami saya makin senang, kalau perlu jangan cuma 2 istri …, kalau bisa ya empat lah, itu lebih adil untuk wanita. Karena perbandingan laki dan wanita 1:7 jadi kalau cuma 2 istri ya kurang adil ! apalagi sekarang wanita2 sudah pada telanjang dijalan..! kan kasian yaa! itu kan pengin juga punya suami. Kalaupun setiap laki2 beristri 4, ternyata masih banyak wanita yg belum punya pasangan…, kasiaaaan deh, masa mau jadi pelacur..! atau sekedar pemuas nafsu diluar nikah!?! iiihh kasian betul betul dong nasibnya wanita.

    Comment by jaya — May 24, 2007 @ 7:11 am

  42. Gravatar Image
  43. setuju dengan poligami, asal sesuai dg yg dilakukan Rasulullah, bukan wajah cantik, muda, tubuh sexy tapi janda2 tua n miskin

    Comment by yanti — June 6, 2007 @ 7:41 am

  44. Gravatar Image
  45. mbak yanti (nomor 22), afwan yach! kayaknya anti nggak paham ya,baca komentarku nomer 20,jelas-jelas “sesuai dengan Rasulullah SAW” itu artinya menikah dengan janda-janda cantik,muda dan sexy seperti Shafiyah yang 15 tahun,atau Juwairiyah yang 17 tahun,apalagi Maryam Al Qibtiyah yang merupakan kado dari penguasa kafir Mesir, sampai di tafsir, rasulullah dimarahin hafshah karena MENIDURI maryam di ranjangnya.Ada lagi saat Shafitah yang didapat dari ghanimah sampai maka terbakar cemburu para istri nabi yang bahenol-bahenol itu. Pun akhirnya sekedup Shafiyah nyungsep di tanah.nabi bisa menyetubuhi Shafitah langsung tanpa masa iddah. Kenapa sich anti nggak kaffah membaca sirah? wanita cantik maksimal 4 yes,budak tak terbatas yes! Allahu akbar! Apakah anti mau mengingkari sirah Nabi yang Haq?

    ::: Saudara Ahmed, tulisan Anda sekilas seperti orang yang mengerti banyak tentang Islam, tapi kesan saya tulisan Anda ini seakan ditujukan untuk menjelekkan Islam (tanpa rasa hormat kepada Rasulullah saw). Sori nih, ‘nada pesan’ tulisanmu itu kurang ajar sekali menggambarkan rumah tangga Rasulullah saw. Tidak mungkin orang yang ‘mencintai’ beliau memilih diksi seperti itu. Apakah memang Anda sengaja berlaku demikian (alias : musang berbulu domba, pura-pura memuji padahal mencela)? Khairulu

    Comment by ahmed shahi — June 7, 2007 @ 1:09 pm

  46. Gravatar Image
  47. gw maw dipopligami, asal bini yg kedua lebih jelek dr gw ,lebih tua, lebih gendut dan lebih buruk dr gw, dan dikawinin krn kasian hidupnya sagt menderita krn gak ada yg maw ngawinin!!! ok??

    Comment by divi — October 15, 2007 @ 1:14 pm

  48. Gravatar Image
  49. poligami? hemm … abiqu kemarin mau poligami ,,, tapi, ///
    punya umi dua …
    tapi kayaknya poligami ntar aja deh … syariat yang prinsipil ja kok belum klop di hati ya, emm maksudnya yang kecil2 kadang suka macet..
    tapi emang klo syariat pake indikator perasaan mulu ngga bakal jalan2 ya
    ‘aduh lieur’

    Comment by khansa — October 17, 2007 @ 12:57 pm

  50. Gravatar Image
  51. Aa Gym mengajarkan bahwa kita harus menerima kondisi yang diberikan Allah apa adanya. Bersyukur atas pemberian Allah mah… kuncinya, biar bapak di PHK, rumah digusur, semua kehendak Allah ma ikhlas…! Faktanya, beliau tidak sabar atas “ujian” Allah diberi istri Teh Nini yang berbuah dada kecil, tidak bahenol seperti bekas model, Elfarida Rini, yang Allahuakbar semlohay banget ! Aa’ Gym ajarin lagi kita tentang bersyukur……..EGP!

    Comment by Ahmed Shahi Kusuma — February 11, 2008 @ 4:26 am

  52. Gravatar Image
  53. bahasa menunjukkan jati dirinya… (semoga allah senantiasa melindungi kita dari kejahatan hati dan lidah)… juga jari-jari yang mengetiknya.

    Comment by uwak arief — February 13, 2008 @ 10:25 am

  54. Gravatar Image
  55. Yaa akhi, shodaqta bi kalimatin dzalika,syukron ! bagaimana dengan kewajiban bersyukur ? Afala tatafakkar, ya akhi ? Bandingkan dengan ustd. Ja’far Umar Thalib yang berpoligami karena beliau zuhud tidak dengan menggunakan kendaraan kekayaan untuk mengelabui umat

    Comment by ahmed shahi kusuma — February 26, 2008 @ 3:44 am

  56. Gravatar Image
  57. membahas poligami memang tidak akan habis2nya ada yang mencela dan ada juga yang mendukung, tapi tetap aja kita ingat bahwa walau bagaimanapun Allah telah membolehkan berarti tetap ada hikmah dibalik itu jadi kenapa kita manusia harus tidak membolehkan? Apakah kita lebih tahu dari Allah? Na’udzubillah. Saya setuju dengan pak Kahirul membenarkan itu harus tapi menjalani itu tergantung diri masing2.

    Comment by rita — March 7, 2008 @ 6:37 am

  58. Gravatar Image
  59. Komentar no 26 dan 28 dari saudara ahmed shahi menurut saya tidak mencerminkan kepribadian seorang muslim. Anda muslim?sy ragu,bahasa anda sangat kasar(spt gaya2 di indonesianfaithfreedom)! Sono, urus aja dirimu sendiri! Masalah poligami kita kembalikan ke pelaksananya, wong yg ngejalani dia, bahagia/tidak jg dia, dan yg kelak mempertanggungjawabkan jg dia sendiri.Heran, semua orang jadi merasa tau ttg hukum2 poligami dan merasa mjd urusannya jk ada yg berpoliklinik - eh poligami, pdhl kan ga lebih dari komentator sepakbola. Empati boleh aja, tapi janganlah sampai digembar-gemborkan sana-sini yg jadinya malah semakin jauh dari surga-Nya dan tetaplah khusnudhon. Memang mgkn Allah mau mengetahui seberapa baik(?) akhlaq orang indonesia. Saat itu kan ada 2 perkara:poligami Aa Gym dan adegannya ME-YZ. Eh..yg ternyata banyak dipergunjingkan adalah yg pertama… Enak tuh Aa Gym, pahala mengalir trus krn banyak digosipin. Poligami adl solusi utk suatu permasalahan dimana jumlah cewek dan cowok dah gak sebanding, untuk menstabilkan tatanan sosial (memenuhi kebutuhan ekonomi dan sexual secara halal, adanya nasab yg jelas siapa bapak&ibunya, dll), dengan aturan dlm Al Quran yang sangat ketat dan berat->ADIL. Lha kalo dunia dah banyak ceweknya kayak gini apa msh ada yg akan menyarankan poliandri??Dan setiap pemimpin pasti akan dimintai pertanggungjawaban atas yg dipimpinnya. Begitu juga pemimpin rumah tangga, semakin banyak istri makin beratttt pula tanggungjawab di padang makhsyar kelak. So bagi yang takut ga bisa adil–monogami ajah, bagi yg merasa mampu (krn yg bisa adil cuman Rasulullah krn selalu dipantau Allah alias ma’shum) maka boleh menikahi 2,3, atau 4. Gitu aja kok dibikin runyam….

    Comment by hamba — April 18, 2008 @ 2:28 pm

  60. Gravatar Image
  61. udah ga usah sok alesan poligami buat nyelametin janda2 sndirian.. ini di indonesia..bukan di medan perang.
    Mungkin alasan2 ini yg membuat gw jg sendirian smpe skrg,
    begitu gw deteksi ada laki2 yg ga punya skema rencana hidup rumah tangga (alias kawin krn kebelet napsu biologis), lsg gw anter ke pintu keluar.

    perempuan sendirian jg ga jadi masalah kok,insya Allah… mari kita menyesuaikan zaman.

    Wallahualam.. Allah Maha Adil dan Maha Penyayang.

    Comment by Aya — May 27, 2008 @ 11:34 am

  62. Gravatar Image
  63. santai ajalah, memang sudah kodratnya jantan kadang punya betina lebih dari satu. Manusia juga kan hewan yang punya akal. bahkan bisa lebih rendah dari binatang. Menentang kodrat, membuat orang lebih rendah dari binatang. Santai ajalah, gak usah komentari orang lain. perbaiki diri sendiri baru lihat orang lain.

    Comment by udi — June 10, 2008 @ 11:58 am

  64. Gravatar Image
  65. poligami itu merupakan bukti lelaki yang kurangmenghargai wanita yang adalah istrinya. Poligami itu hanya untuk orang-orang yng bernafsu rendah.
    manamungkin tidur dengan wanita yang satu besok dengan yang lain..itu tidak bermoral. kalau mau nolong kaum hawa yang tidak mampu, tolong aja, bukan dikawinin.

    Comment by Muaalffi — July 12, 2008 @ 7:09 am

  66. Gravatar Image
  67. Pelancaran Kelab Poligami Ikhwan”

    Majelis Pelancaran
    Kelab Poligami Ikhwan
    “Suami untuk dikongsi, bukan untuk diperebutkan”

    Astaka Taman Tasik Titiwangsa, KL
    Sabtu 15 Ogos 2009
    09.00 - 12.00 tengahari

    Saksikan Juga Persembahan :
    Teater Muzikal Islam
    dari Kumpulan
    “Generasi Harapan”
    (Adik beradik dari keluarga berpoligami)

    JOM…
    Masuk Percuma & Jamuan Disediakan

    Penaung Bersama :

    Global Ikhwan & Yayasan Kebajikan dan Perkhidmatan Perubatan Malaysia (YKPPM)

    Info lengkap hubungi
    012-2013512
    019-5579306
    019-2645313

    Comment by adnan b — August 11, 2009 @ 2:11 am

  68. Gravatar Image
  69. Kelab Poligami Ikhwan

    Comment by adnan b — August 12, 2009 @ 1:07 am

  70. Gravatar Image
  71. Lebih baik berpoligami dari berbuat maksiat! Cuba lihat pelacur-pelacur sanggup menjadi yang ke 100, 1000 dll dari berpoligami. Jalan ke neraka sanggup jadi yang ke berapa pun tak kisah, tapi jalan ke syurga jadi yang ke 2 pun agak keberatan. Oleh itu, lebih baik jadi yang ke 2, 3 atau 4 secara halal dari yang haram. Juga, dikatakan manusia itu dijadikan berpasang-pasang, mungkin anda adalah pasangan yang ke 2, 3 atau pun ke 4. Selamat berjaya berpoligami kerana Allah S.W.T.

    Comment by Idrus — August 15, 2009 @ 4:14 pm

  72. Gravatar Image
  73. Poligami adalah kebijaksanaan dan keindahan. Menjadi tidak bijaksana dan indah lagi, bila dalam berpoligami terselip niatan-niatan yang jauh dari nilai terbaik yang diajarkan Allah kepada kita. Begitu pula dalam menilai syariat poligami.

    Comment by Before Die — September 10, 2009 @ 1:53 am

  74. Gravatar Image
  75. poligami gag ada dalam hukum manapun atopun dalam kitab suci…jaman sekarang poligami hanya melampiaskan hawa napsu seks…banyak kok yang kena rayuan para lelakibelang dgn dalih di anjurkan oleh agama islam…weks…namanya aja pligami tentu aja zinah dan dosa

    Comment by myolieta — October 19, 2009 @ 2:57 pm

Leave a comment



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here