Dua makhluk aneh
“Berapa pak?”
“Dua ratus empat puluh.”
“Loh, kok sama saja dengan bikin yang baru?”
Hari Rabu ini saya membatalkan kuliah statistik buat ngurus perpanjangan SIM. Besok sudah susah karena jadwal yang padat hingga minggu depan. Terpaksalah kuliah 1 jam kali ini diliburkan. Mahasiswa senang, dosen bahagia.
Tiba-tiba saya sudah di SAMSAT ngurus SIM. Kata Ahyani, teman yang baru saja ngurus SIM, kalau perpanjangan gampang, nggak usah ‘dibantu’. Berbekal informasi itu maka dengan pede saya mau mencoba ngurus sendiri. Dan terjadilah dialog tersebut dengan seorang petugas yang menawarkan bantuan.
Pagi itu, karena saya tahu akan menghadapi keruwetan bisnis SIM, maka saya ingat untuk berdoa semoga mendapat kemudahan. Dan alhamdulillah, tepat di sebelah saya ada orang yang juga ingin mengurus perpanjangan, dan sama herannya dengan saya atas biaya perpanjangan yang mahal. Cuma beda 10 ribu dengan ngurus baru (lewat bantuan).
Ya sudah, kami sepakat ngurus sendiri berdua. Tes kesehatan, bayar 10 ribu. (more…)


