Sukses Bisnis Telepon Pedesaan
Bisakah bisnis telekomunikasi berguru pengalaman ke bisnis bank?
Bisa, kalau bank itu adalah Grameen Bank. Bank dari Bangladesh ini populer sebagai bank inkonvensional, dan menjadi lebih populer lagi ketika pendirinya, Dr. Muhammad Yunus, terpilih sebagai penerima Nobel Perdamaian 2006. Grameen menjalankan kegiatan perbankan dengan cara yang berbeda daripada bank lainnya. Perbedaan utama adalah pada keyakinan bahwa orang miskin adalah nasabah bank yang baik. Mereka tidak perlu menyiapkan agunan untuk mendapatkan kredit. Kemudian terbukti Grameen benar. Tingkat pengembalian mencapai 99%, jauh lebih tinggi daripada kebanyakan bank. Sejak berdiri tahun 1976 Grameen Bank telah mengucurkan kredit 4 milyar dolar (40 trilyun rupiah) kepada 7 juta masyarakat miskin di 73.000 desa. Grameen Bank kemudian mendirikan Grameen Phone yang menjadi operator seluler terbesar di Bangladesh. Program Grameen Phone yang terkenal adalah Village Phone Lady, yaitu perempuan desa yang berkeliling menyewakan telepon seluler Grameen. Sekitar 25 ribu Phone Lady melayani sekitar 40 ribu desa. Walaupun jumlahnya sedikit, Phone Lady menyumbangkan 19% keuntungan GrameenPhone . Konsep Phone Lady yang merupakan inovasi ini kemudian ditiru di berbagai negara Afrika yaitu Rwanda, Uganda, dan Kamerun. (more…)


