Domain nama pribadi, properti berharga?
Ada rasa menyesal, sesaat setelah beli domain baru. Menyesal karena beli domain sebenarnya adalah liabilitas (bayar tiap tahun, lama-lama lebih besar daripada biaya kartu kredit. domainku sudah banyak, eh masih nambah lagi).
Tapi kemudian ada pembenaran. Kalau posting di blog gratisan, kadang susah memberitahu teman untuk menemukan informasi dengan cepat. Situs ini memang bukan situs buat merekam perjalanan diri (bukan diary). Situs ini isinya adalah info-info yang semoga bermanfaat untuk orang lain. Lagian, pada dasarnya saya orang yang menyukai privacy, dan blog adalah hal yang berkebalikan dari itu (tampaknya saya tidak akan cerita kalau sakit perut di blog ini, kecuali ada info obat yang mujarab utk sakit perut itu).
Jadilah saya membeli : khairulu.com untuk memudahkan memberitahu teman ketika mencari artikel tertentu (biasanya tentang pijit kehamilan). Selama ini susah sekali mengeja blogsome lewat pembicaraan telpon dengan teman (jadinya lewat SMS). Sekarang mungkin lebih mudah.
Situs ini tujuan utamanya untuk merekam link yang menarik. Juga seputar hal-hal sederhana yang susah diposting ke SepiaSun.com (situs itu terlalu serius… hehe).
Sebenarnya yang lebih perlu domain nama pribadi ya sohib Budi Rahardjo yang punya buanyak blog itu. Kan Asyik kalau ada portalnya.
Jadi, mulai sekarang Anda bisa akses situs ini lewat : khairulu.com
Ngomong2, sudahkah Anda beli domain nama sendiri?
Keburu diambil orang loh. Kelak domain akan jadi properti yang mahal. Saya beli di GoDaddy.com karena relatif murah, selain itu ada kupon diskonnya. Saat mau cekout terakhir (review pembelian) di bagian bawah ada kolom kupon. Isi dengan : chris3 , atau : digg . Chris3 diskonnya lebih besar. Jatuh harga domainnya jadi 7 dolar. Bandingkan dengan Netsol dan Dotster yang sekitar 15 dolar. Lumayanlah hematnya.



di idwebspace cuma 60 rebu.
Comment by Biho — February 3, 2008 @ 1:35 pm
Liabilitas kan bisa diubah jadi aset. Dan Pak Khairul ahlinya mengubah liabilitas jadi aset yang paling berharga. Kita tunggu ya, transformasi liabilitas jadi asetnya. Goodluck Pak.
Comment by angger — February 4, 2008 @ 3:28 am
Selamat atas pembelian domainnya. Langkah yang patut dicontoh. Berarti eksistensinya di internet sudah ada. Hanya ada 1 khairulu.com di internet, ya di sini.
Mudah2an bayar domainnya jadi asset berharga utk personal branding, bukan liabilitas.
Comment by Hendro — February 4, 2008 @ 5:52 pm
Asset atau Liabilities itu cuma cara pandang. Sekian tahun aku memaintain nama domain untuk usaha istriku dengan biaya sekitar 15 USD per tahun. Eh, kemarin dari SEDO ada yang menawar domainku senilai 300 USD. Alhamdulillah, domain itu tidak aku lepaskan karena itu merek usaha istriku…
Comment by Israrardi — February 6, 2008 @ 11:37 am
Alhamdullilah sudah dari tahun 2002, Pak. Jadi sudah berjalan hampir 6 tahun. Waktu itu sih ada cerita senangnya, yaitu rebutan. Kalau udah dapet kayaknya senang bukan main.
Bagi saya nama domain itu investasi. Saya pribadi membayar nama domain karena dapat proyek dari orang - orang yang mengunjungi situs saya. hehe.
Comment by Dityo Nurasto — March 13, 2008 @ 3:24 am
Mau niru ah … kepengen punya domain sendiri …
Comment by Harjo — March 19, 2008 @ 5:52 am
Sayang… alhakim.com, info, us, net,org. dah di ambil orang ….
kenapa dulu2 nggak buru-buru beli domain
Comment by alhakim — March 19, 2008 @ 9:12 am
thanks, nice theme… add to my archive
Comment by Wedding Photo — June 10, 2008 @ 11:09 am