Wafi dan marker Down Syndrome
“Lihat ini mas,” kata istri saya sambil menunjukkan catatan USG. Di situ tertulis , marker down syndrome.
Saat melihat hal itu perasaan saya biasa saja. Kami masih di rumah sakit. Ini pemeriksaan lanjutan setelah sebelumnya janin 5 bulan itu dideteksi mengalami gangguan jantung. Detaknya tidak normal. Maka selanjunya istriku diperiksa dengan USG level 2 yang lebih tajam. Di situlah ketahuan, ada bercak putih di bawah jantung yang biasa disebut Echogenic Intracardiac Focus (EIF) . Bercak ini dipercaya sebagai salah satu tanda kelainan genetis, marker DS.
Malam itu istri saya menangis, membayangkan anaknya terlahir tak sempurna. Saya pun susah tidur, memang berat rasanya divonis seperti itu. Karena gelisah, tengah malam saya melacak hal itu di internet. Saya lacak Echogenic Intracardiac Focus ke wikipedia dan forum-forum tentang hal itu. Ada pro kontra. Saya print berita yang positif, yaitu mereka yang bayinya lahir normal walaupun tadinya dicurigai DS. Kemudian berita itu saya sampaikan kepada istri. Dia tanya, “yang diprint hanya yang bagus-bagus saja ya?” Saya mengangguk. Mau apa lagi, pasti ada yang pro dan kontra. Kita ambil berita baiknya saja. Salah satu yang menenangkan adalah bahwa bintik putih ini ditemukan pada sekitar 30% bayi normal dari ibu Asia. Jumlah ini jauh lebih tinggi dibandingkan ras Eropa, sehingga ada peneliti yang menyatakan bahwa EIF ini tidak bisa dijadikan indikator bagi ibu ras Asia.
Istri saya tampak tenang, tapi saya tahu dia menyimpan kegelisahan. Dia bilang, apapun yang terjadi dia akan mencintai bayi ini. Ya, saya tahu. Karena toh pantang bagi kami melakukan aborsi. Haram hukumnya. Lagian, kalau ternyata normal bagaimana? Normal maupun tak normal, aborsi akan menimbulkan penyesalan seumur hidup.
Kemudian saya menyadari bahwa satu-satunya jalan adalah dengan do’a. Kemana lagi kita meminta pertolongan untuk suatu hal yang bersifat genetis? Dokter juga angkat tangan. Di negara barat sana, dokter hanya bisa anjurkan tes lanjut yaitu tes Amniocentesis (tes air ketuban di sekitar janin yang mengandung DNA janin) untuk mengetahui kelainan DNA. Kalau cacat, ada dokter yang menyarankan aborsi (hal ini menimbulkan polemik moral menyangkut seleksi paksa atas manusia). Kami jelas menolak aborsi. Dan karena itu kami tidak melakukan tes lanjut (yang beresiko besar). Do’a adalah jalan yang kami yakini paling sesuai agama. Maka saya mengeluarkan sedekah (cukup besar) yang diniatkan khusus untuk kesembuhan si bayi. Saya juga menulis surat pengantar meminta ikut didoakan oleh anak-anak panti asuhan untuk kesembuhan si janin. Saya tidak bisa merasa bahwa doa saya mustajab, namun saya yakin doa anak-anak itu lebih makbul.
Dan tibalah saat melahirkan. Saya dan istri sama-sama terdiam. Jauh di lubuk hati kami masing-masing tampaknya masih tersisa kecemasan akan kesempurnaan si bayi. Dan kemudian, lahirlah si bayi. Alhamdulillah, normal! Allahu Akbar.
Bayi itu kami beri nama : Wafi. Artinya, Yang Sempurna (bisa juga ‘yang dapat diandalkan’, juga ‘yang setia’). Mudah-mudahan ia menjadi anak sholeh, ruhnya selamat mengarungi ujian kehidupan ini, dan menjadi penyelamat pula bagi kedua ruh orang tuanya. Amin. Dia putra kami yang ke tiga.
Catatan :
dari teman istriku ada kabar bahwa seorang temannya di Inggris mengalami hal sama, janinnya diduga DS. Bahkan setelah tes amnion ternyata dinyatakan positif, sehingga disarankan untuk digugurkan. Karena mereka muslim, maka memilih tidak menggugurkan dan bersiap menerima bayinya apa adanya. Ternyata lahir normal! Alhamdulillah. Betapa menyesalnya bila tadinya menuruti saran dokter, untunglah tidak.
Si bayi lahir pada tanggal 31 Desember 2007, dini hari jam 2.30 . Teman saya bilang, “Kok tidak tanggal 1 Januari sekalian?” Saya jawab, “Lah maunya si bayi begitu kok.” Memang tadinya diperkirakan awal Desember, meleset, lalu tengah bulan, meleset lagi, lalu akhir bulan. Karena tak kunjung ada tanda melahirkan maka ibunya minum VCO (Virgin Coconut Oil). Paginya minum, malamnya mules, besoknya lahir. Tampaknya memang mempercepat kelahiran (kelahiran putra sebelumnya juga dipercepat dengan VCO ini).



Yah sebagai muslim kan kita bisa bertawakal ya mas, semoga dilimpahi kesabaran dalam menerima segala cobaan dari Nya.
Comment by sueng — February 5, 2008 @ 1:38 am
Selamat atas kelahiran putra yang ke-3. Semoga Wafi menjadi Wafi sejati. Namanya adalah sebuah doa yang selalu menyertai.
Comment by angger — February 6, 2008 @ 6:03 am
semoga wafi… menjadi anak sehat, shaleh, pinter dan kasep spt bapaknya… juga kelurga om irul selalu sehat… minta email addressnya dong… btw… udah ada milis bani baidaie?
Comment by uwak arief — February 13, 2008 @ 12:04 am
Selamat ya rul atas kelahiran putra ke 3, semoga menjadi anak yang sholeh. Amin.
Ida dan keluarga
Comment by yusnaida — February 21, 2008 @ 5:27 am
terimakasih Yusi
Comment by khairulu — February 21, 2008 @ 4:02 pm
terimakasih juga buat mas Sueng, mas Angger, dan uwak Arif
Comment by khairulu — February 21, 2008 @ 4:09 pm
subhanallah !!!!!!!!
Comment by raddith — February 25, 2008 @ 2:50 pm
Amin ya rabb…. semoga Wafi, Yang Sempurna, yang dapat diandalkan, yang setia menjadi anak yang Sholeh.
Comment by amir — February 27, 2008 @ 12:08 pm
Speechless. Kuasane gusti allah yo Pak … Ikut senang, dan selamat dg anak ketiganya! Maaf telat.
Apa kabar?
Comment by ari3f — March 5, 2008 @ 2:20 pm
Alhamdulillaahirobbil’aalamiin…
Selamat atas kelahiran Wafi, penerus generasi SEPIA. Semoga Wafi tetap sehat wal ‘afiat, menjadi anak soleh, dan membahagiakan kedua orangtuanya.
amiiin…
*maaf sekali telat. tapi doa tak ada kata telat.
Nama lengkap Wafi siapa Pak?
Comment by alfa — March 7, 2008 @ 3:39 am
Subhanallah… Selamat mas atas lahirnya putra ke 3… ( wah anak kita sama 3 ya…:)… bojoku bar melahirkan juga bulan lalu…)
Comment by Joko Sarwono — March 12, 2008 @ 2:32 am
Duh….intan baru baca blognya ttg Wafi, Insya Allah Do’a orang tua selalu mustajab untuk anaknya….ikut mendo’akan untuk segala kebaikan Allah limpahkan untuk Wafi ya Pak
Comment by intan — March 12, 2008 @ 6:48 am
Selamat ya, kisahnya mempunyai arti yang banyak utk kita semua.tks
Comment by ddwijono — March 12, 2008 @ 4:35 pm
“Istri saya tampak tenang, tapi saya tahu dia menyimpan kegelisahan. Dia bilang, apapun yang terjadi dia akan mencintai bayi ini.
Dan tibalah saat melahirkan. Saya dan istri sama-sama terdiam. Jauh di lubuk hati kami masing-masing tampaknya masih tersisa kecemasan akan kesempurnaan si bayi. Dan kemudian, lahirlah si bayi. Alhamdulillah, normal! Allahu Akbar.”
betapa dari doa dan kepasrahan pada akhirnya kita dengan sangat sadar mengucapkan syukur…
salam kenal pak
Comment by mtamim — March 13, 2008 @ 2:53 am
Loh udah tiga toh. Kok aku gak tau ya.
Selamat, Cak. Salam buat keluarga.
Pak-e Wisanggeni & Samudro
Comment by cK — March 18, 2008 @ 6:04 am
salut….. ikut senang atas kelahiran dan normal. bagi trik dan tukar info cara asuh anak DS.
Comment by fauzi — April 9, 2008 @ 9:30 am
ketemu lagi mas, senang bisa dengar kabar gembira itu, waktu istri melahirkan anak saya yang kedua, saya juga sempat mengalami hal tersebut, anak saya harus masuk ICU selama 14 hari, tapi alhamdulilah Allah mengabulkan doa kami, sekarang anak saya sudah 11 bulan lucu dan nakal… subhanallah.. sesungguhnya segala sesuatu hanya milik Allah..
Comment by Koko A Jie — April 17, 2008 @ 2:27 am
alhamdulillah kang, prediksi dokter baru sebatas pengetahuan manusia. Anak kedua kami dulu diduga ABS (amniotic band syndrome) tapi alhamdulillah normal fisiknya. senang ketemu blog kang khairul. masih di cipageran kah?
Comment by mursyid — May 6, 2008 @ 4:53 pm
Alhamdulillah anak anda lahir normal. Alhamdulillah juga saya ucapkan ketika anak saya lahir dan diberitahukan dia lahir sebagai anak down syndrome. Anak adalah anugerah dari Allah dan ketika Allah menganugerahi anak Down Syndrome kepada kita haruskah kita menolak ??? Kini anakku berusia 7 bulan…senyumnya..lirikan matanya..ketawanya setiap kali saya menimangnya sepulang dari kerja membuat saya tidak bisa membayangkan hidup tanpanya.
Comment by Siti — October 7, 2008 @ 5:12 am
Subhanallah..selamat pak
btw, tanggal lahirnya sama kayak saya, 31 des dini hari
Comment by azki — June 1, 2009 @ 7:51 am
dari awal kehamilan…sampai mau lahir semua dokter dan bidan bilang jantungnya bagus dan semuanya sehat kl diUSG.
saya sempat terpukul dan sedih ternyata anak yg saya lahirkan DS!!hanya dengar itu keesokan harinya saya langsung sakit sampai 10hari…
saya tau dari anak saya umurnya jalan 3 bln….itupun gara2 dia pilek,dan makanya saya bawa kedokter anak.dan sekarang anak saya sudah 10bln lebih 2 mggu
dia belum bisa utk duduk sendiri atau merembet….
boleh tdk kasih info utk terapai agar anak saya cepat duduk sendiri dan merembet?mungkin dibantu dgn dipijet/urut….saya minta cara2 terapinya,karena walaupun ada keterlambaan…saya mau anak saya tdk sampat terlambat sekali dari anak normal.terima kasih
Comment by eva — July 4, 2009 @ 3:30 pm
untuk Eva, saya bisa merasakan beratnya hati yang Ibu rasakan. Kami saja sudah susah padahal baru diomongin dokter, apalagi bagi Ibu.
Saat ini saya belum punya informasi yang Bu Eva butuhkan.
Ada seorang teman saya juga salah satu putranya DS 9yang lainnya normal). Beliau ternyata bisa tegar dan mampu mendampingi putranya dengan luar biasa. Tentu ada forum orang tua yang putranya berkebutuhan khusus. Tentu sangat membantu untuk bisa saling bertukar pengalaman.
Pembaca yang lain apakah punya informasi tentang forum orang tua semacam ini?
Comment by khairulu — July 16, 2009 @ 10:50 am
Saya sangat dikuatkan dengan cerita dari bapak. Saat ini usia kandungan saya 19 minggu dan dokter menduga adanya DS marker karena terlihat ada white spot di jantung. Tp spt bapak bilang, bahwa Tuhan itu maha kuasa dan dahsyat dan saya percaya mujizat selalu terjadi bagi tiap hambaNya yg percaya dan setia padaNya. Terima kasih saya boleh share di kolom ini. Tuhan memberkati bapak sekeluarga & terutama si kecil yg terlahir sempurna tsb.
Comment by Detty — July 30, 2009 @ 3:47 am
anak saya juga down syndrome mas sekkarang dah umur 4 tahun tapi sayangnya waktu hamil saya gak test amniocentesis jadi yach bener2 tahunya dah lahir..yg penting kita ikhlas merawatnya,boleh dicontoh tentang doa anak2 yatim dan sedekahnya,karna saya juga mau proses hamil anak ke 2 semoga bisa sehat tanpa kurang suatu apapun kelak lahirnya…mohon doanya^_^
Comment by megachantika — August 28, 2009 @ 2:24 pm
Ayah dan Bunda Wafi yg bahagia,
saya Tati, nenek dari 1 cucu, boleh minta emailnya, terima kasih.
tati
Comment by tati natasuminta — August 31, 2009 @ 1:38 am
wah , cerita ini membuat saya semangat kembali , saya baru saja memeriksa kandungan saya yang diduga DS, dan 2 minggu lg akan menjalani tes amnio.Saya sangat cemas sekali,krn ini adl anak pertama saya dan saya tidak pernah memikirkan hal ini pd saya,Mohon dukungan doa dari teman2 agar saya bisa mendapatkan muzizat spt yg dialami teman2.Thx
Comment by Ita — October 7, 2009 @ 2:47 pm